Menu ✖

Mode Gelap
Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027 Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan di Bandara Siboru Dihentikan Sementara SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026 KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

Uncategorized

KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas

badge-check


 Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyid bersama direksi saat perjalanan KLB dari Yogyakarta menuju Jakarta pada Rabu (8/7/2026). Para direksi memaparkan kinerja dan agenda visi ke depan perekembangan perusahaan KAI. Perbesar

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyid bersama direksi saat perjalanan KLB dari Yogyakarta menuju Jakarta pada Rabu (8/7/2026). Para direksi memaparkan kinerja dan agenda visi ke depan perekembangan perusahaan KAI.

Wartatrans.com, YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan pengembangan Stasiun Gambir agar dapat melayani penumpang KRL Commuter Line pada tahun 2028.

Proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik, tetapi juga mendukung akses masyarakat menuju kawasan Monumen Nasional (Monas).

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan Stasiun Gambir akan segera dimulai. Menurutnya, rencana tersebut telah dipaparkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari penguatan layanan transportasi publik yang terintegrasi.

“Monas didirikan pada era 1960-an. Sekarang tugas kita membangun teras Monas sebagai kebanggaan Indonesia,” ujar Bobby kepada wartawan dalam perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Bobby mengungkapkan, nilai investasi proyek pengembangan Stasiun Gambir diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun. Seluruh pendanaan berasal dari KAI dan dukungan Danantara, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Nominal sekitar 1 triliun, itu anggarannya KAI karena ini pure Bisnis, plus anggaran Danantara, kita tidak pakai APBN, saya diperintahkan oleh presiden, demi layanan kepada pelanggan, layanan kepada rakyat, itu adalah prioritynya KAI,” katanya.

Menurut Bobby, pengembangan Stasiun Gambir didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat yang ingin mengunjungi Monas. Saat ini, sebagian besar pengunjung masih mengandalkan kendaraan pribadi maupun transportasi daring sehingga menimbulkan kemacetan dan keterbatasan area parkir di sekitar kawasan tersebut.

“Jadi kita menampilkan Monas itu sebagai panggung indonesia, semua bisa diakses oleh rakyat. Jadi yang mengakses ke sana tidak hanya orang yang punya mobil, yang orang tinggal di Depok bayangin, yang tinggal di Bogor! coba mengakses Monas bagaimana sekarang ini? Jadi kita buka perpindahan di situ (Stasiun Gambir). Saat ini orang mau ke monas naik ojek online, pakai mobil, macet, parkirnya susah, akan cheos, akan kumuh banyak kendaraan gak beraturan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Stasiun Gambir nantinya akan terintegrasi dengan layanan MRT di kawasan Monas yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Rencana integrasi tersebut telah dibahas bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dari sisi infrastruktur, KAI akan menambah dua jalur khusus KRL di Stasiun Gambir. Jalur tersebut akan dilengkapi peron tersendiri sehingga terpisah dari layanan kereta api antarkota. Saat ini Stasiun Gambir memiliki empat jalur yang digunakan untuk perjalanan kereta api jarak jauh dan dilintasi KRL.

“Di Gambir saat ini ada empat jalur. Kami akan menambah dua jalur khusus KRL dengan platform tersendiri sehingga operasionalnya tidak bercampur dengan kereta api jarak jauh,” jelas Bobby.

Ia menegaskan, pengembangan Stasiun Gambir merupakan bagian dari upaya KAI membangun sistem transportasi yang semakin terintegrasi serta memudahkan masyarakat mengakses pusat-pusat aktivitas di Jakarta.

“Tujuannya untuk mempermudah pengguna kereta api mengakses kawasan Monas melalui sistem transportasi yang terintegrasi dan terkoneksi dengan moda lainnya,” tutur Bobby.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

6 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Alutsista Indonesia Makin Modern: Rafale, A400M, Scorpene hingga Kapal Induk Pertama Perkuat Pertahanan Nasional

5 Oktober 2026 - 20:21 WIB

760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026, Perjalanan Wisata Antarkota Terus Tumbuh

4 Oktober 2026 - 14:05 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

Penumpang Melahirkan di Kereta KRL Rute Serpong

24 September 2026 - 18:46 WIB

Afternoon Coffee KSOP Muara Angke, Bahas Manifest, Kespel, dan Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 22:25 WIB

Trending di Uncategorized