Menu

Mode Gelap
Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

Uncategorized

KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas

badge-check


 Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyid bersama direksi saat perjalanan KLB dari Yogyakarta menuju Jakarta pada Rabu (8/7/2026). Para direksi memaparkan kinerja dan agenda visi ke depan perekembangan perusahaan KAI. Perbesar

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyid bersama direksi saat perjalanan KLB dari Yogyakarta menuju Jakarta pada Rabu (8/7/2026). Para direksi memaparkan kinerja dan agenda visi ke depan perekembangan perusahaan KAI.

Wartatrans.com, YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan pengembangan Stasiun Gambir agar dapat melayani penumpang KRL Commuter Line pada tahun 2028.

Proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik, tetapi juga mendukung akses masyarakat menuju kawasan Monumen Nasional (Monas).

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan Stasiun Gambir akan segera dimulai. Menurutnya, rencana tersebut telah dipaparkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari penguatan layanan transportasi publik yang terintegrasi.

“Monas didirikan pada era 1960-an. Sekarang tugas kita membangun teras Monas sebagai kebanggaan Indonesia,” ujar Bobby kepada wartawan dalam perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Bobby mengungkapkan, nilai investasi proyek pengembangan Stasiun Gambir diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun. Seluruh pendanaan berasal dari KAI dan dukungan Danantara, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Nominal sekitar 1 triliun, itu anggarannya KAI karena ini pure Bisnis, plus anggaran Danantara, kita tidak pakai APBN, saya diperintahkan oleh presiden, demi layanan kepada pelanggan, layanan kepada rakyat, itu adalah prioritynya KAI,” katanya.

Menurut Bobby, pengembangan Stasiun Gambir didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat yang ingin mengunjungi Monas. Saat ini, sebagian besar pengunjung masih mengandalkan kendaraan pribadi maupun transportasi daring sehingga menimbulkan kemacetan dan keterbatasan area parkir di sekitar kawasan tersebut.

“Jadi kita menampilkan Monas itu sebagai panggung indonesia, semua bisa diakses oleh rakyat. Jadi yang mengakses ke sana tidak hanya orang yang punya mobil, yang orang tinggal di Depok bayangin, yang tinggal di Bogor! coba mengakses Monas bagaimana sekarang ini? Jadi kita buka perpindahan di situ (Stasiun Gambir). Saat ini orang mau ke monas naik ojek online, pakai mobil, macet, parkirnya susah, akan cheos, akan kumuh banyak kendaraan gak beraturan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Stasiun Gambir nantinya akan terintegrasi dengan layanan MRT di kawasan Monas yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Rencana integrasi tersebut telah dibahas bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dari sisi infrastruktur, KAI akan menambah dua jalur khusus KRL di Stasiun Gambir. Jalur tersebut akan dilengkapi peron tersendiri sehingga terpisah dari layanan kereta api antarkota. Saat ini Stasiun Gambir memiliki empat jalur yang digunakan untuk perjalanan kereta api jarak jauh dan dilintasi KRL.

“Di Gambir saat ini ada empat jalur. Kami akan menambah dua jalur khusus KRL dengan platform tersendiri sehingga operasionalnya tidak bercampur dengan kereta api jarak jauh,” jelas Bobby.

Ia menegaskan, pengembangan Stasiun Gambir merupakan bagian dari upaya KAI membangun sistem transportasi yang semakin terintegrasi serta memudahkan masyarakat mengakses pusat-pusat aktivitas di Jakarta.

“Tujuannya untuk mempermudah pengguna kereta api mengakses kawasan Monas melalui sistem transportasi yang terintegrasi dan terkoneksi dengan moda lainnya,” tutur Bobby.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kebijakan Subsidi Kendaraan Listrik Dinilai Belum Berpihak pada Transportasi Massal

30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Akhirnya Dunia Usaha Ekonomi Kreatif Cilacap Punya Payung Hukum

29 Juni 2026 - 13:10 WIB

Lima Hari Terkatung di Jalan, Penumpang Bus Putra Pelangi Keluhkan Armada Sering Mogok 

29 Juni 2026 - 13:03 WIB

Puisi Menemukan Realitasnya di Aceh, Ahmadun: Satu Pekan PPN XIV Terasa Kurang

28 Juni 2026 - 22:33 WIB

Alwashliyah Gandeng ATR/BPN Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, MoU Disiapkan di Muktamar XXIII

27 Juni 2026 - 10:15 WIB

Tiket Diskon Kereta 30 Persen Masih Tersedia, KAI Ajak Masyarakat Manfaatkan Libur Sekolah

27 Juni 2026 - 04:56 WIB

Ketua Kurator PPN XIV Salman Yoga Usulkan Didong Gayo Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

26 Juni 2026 - 01:53 WIB

KA Siliwangi Makin Diminati, Angkut 680 Ribu Penumpang dalam Lima Bulan dengan Tarif Mulai Rp2.000

25 Juni 2026 - 22:48 WIB

4 Emas di Nagoya 2026: Target Realistis atau Bukti Mundur Indonesia ikuti Asian Games? 

24 Juni 2026 - 19:51 WIB

Kemenhub Tegaskan Komitmen Perlindungan dan Penguatan Daya Saing Pelaut

24 Juni 2026 - 07:56 WIB

Trending di Uncategorized