Menu

Mode Gelap
Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

Uncategorized

KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas

badge-check


 Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyid bersama direksi saat perjalanan KLB dari Yogyakarta menuju Jakarta pada Rabu (8/7/2026). Para direksi memaparkan kinerja dan agenda visi ke depan perekembangan perusahaan KAI. Perbesar

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyid bersama direksi saat perjalanan KLB dari Yogyakarta menuju Jakarta pada Rabu (8/7/2026). Para direksi memaparkan kinerja dan agenda visi ke depan perekembangan perusahaan KAI.

Wartatrans.com, YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan pengembangan Stasiun Gambir agar dapat melayani penumpang KRL Commuter Line pada tahun 2028.

Proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik, tetapi juga mendukung akses masyarakat menuju kawasan Monumen Nasional (Monas).

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan Stasiun Gambir akan segera dimulai. Menurutnya, rencana tersebut telah dipaparkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari penguatan layanan transportasi publik yang terintegrasi.

“Monas didirikan pada era 1960-an. Sekarang tugas kita membangun teras Monas sebagai kebanggaan Indonesia,” ujar Bobby kepada wartawan dalam perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Bobby mengungkapkan, nilai investasi proyek pengembangan Stasiun Gambir diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun. Seluruh pendanaan berasal dari KAI dan dukungan Danantara, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Nominal sekitar 1 triliun, itu anggarannya KAI karena ini pure Bisnis, plus anggaran Danantara, kita tidak pakai APBN, saya diperintahkan oleh presiden, demi layanan kepada pelanggan, layanan kepada rakyat, itu adalah prioritynya KAI,” katanya.

Menurut Bobby, pengembangan Stasiun Gambir didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat yang ingin mengunjungi Monas. Saat ini, sebagian besar pengunjung masih mengandalkan kendaraan pribadi maupun transportasi daring sehingga menimbulkan kemacetan dan keterbatasan area parkir di sekitar kawasan tersebut.

“Jadi kita menampilkan Monas itu sebagai panggung indonesia, semua bisa diakses oleh rakyat. Jadi yang mengakses ke sana tidak hanya orang yang punya mobil, yang orang tinggal di Depok bayangin, yang tinggal di Bogor! coba mengakses Monas bagaimana sekarang ini? Jadi kita buka perpindahan di situ (Stasiun Gambir). Saat ini orang mau ke monas naik ojek online, pakai mobil, macet, parkirnya susah, akan cheos, akan kumuh banyak kendaraan gak beraturan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Stasiun Gambir nantinya akan terintegrasi dengan layanan MRT di kawasan Monas yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Rencana integrasi tersebut telah dibahas bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dari sisi infrastruktur, KAI akan menambah dua jalur khusus KRL di Stasiun Gambir. Jalur tersebut akan dilengkapi peron tersendiri sehingga terpisah dari layanan kereta api antarkota. Saat ini Stasiun Gambir memiliki empat jalur yang digunakan untuk perjalanan kereta api jarak jauh dan dilintasi KRL.

“Di Gambir saat ini ada empat jalur. Kami akan menambah dua jalur khusus KRL dengan platform tersendiri sehingga operasionalnya tidak bercampur dengan kereta api jarak jauh,” jelas Bobby.

Ia menegaskan, pengembangan Stasiun Gambir merupakan bagian dari upaya KAI membangun sistem transportasi yang semakin terintegrasi serta memudahkan masyarakat mengakses pusat-pusat aktivitas di Jakarta.

“Tujuannya untuk mempermudah pengguna kereta api mengakses kawasan Monas melalui sistem transportasi yang terintegrasi dan terkoneksi dengan moda lainnya,” tutur Bobby.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Kibarkan Merah Putih di Perairan Teluk Banten

19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Dari Lilitan Utang, Ibu Rini Kini Tekuni Bisnis Gitar dan Perjuangkan Masa Depan Anak

14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bandara Husein Mulai Layani Pesawat Jet dengan 12 Rute Domestik

14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

“Duta” Radio Rimba Raya Hadiri Transformasi Kreator Indonesia di RRI Pusat

13 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Raup Suara Mayoritas Tantan Sulthon Nakhodai PWI Jabar Periode 2026-2031

13 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

7 Agustus 2026 - 10:58 WIB

MK: Transparansi Penyebab Delay Pesawat Perlu Diperkuat

6 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Trending di Uncategorized