Wartatrans.com, JAKARTA – Kereta Api (KA) Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat pulang pergi (pp) terus menjadi pilihan transportasi masyarakat berkat tarifnya yang terjangkau.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan kereta ekonomi lokal ini melayani 680.541 pelanggan atau meningkat 5,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pada periode Januari–Mei 2025 jumlah pelanggan KA Siliwangi tercatat sebanyak 643.564 orang. Kenaikan jumlah penumpang tahun ini menunjukkan layanan kereta ekonomi lokal masih menjadi andalan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan.
“Pertumbuhan pelanggan KA Siliwangi menunjukkan bahwa layanan kereta ekonomi lokal tetap dibutuhkan masyarakat untuk perjalanan harian, akses keluarga, pendidikan, perdagangan kecil, hingga wisata jarak dekat, terutama saat libur sekolah,” ujar Anne.
Menurutnya, tarif yang sangat terjangkau menjadi salah satu daya tarik utama KA Siliwangi, khususnya bagi masyarakat yang ingin bepergian bersama keluarga selama masa liburan.
“Dengan tarif mulai Rp2.000 hingga Rp5.000, KA Siliwangi memberi ruang bagi keluarga untuk merencanakan perjalanan yang hemat, tertib, aman, dan nyaman. Relasi Sukabumi–Cipatat pp juga membantu masyarakat menjangkau Cianjur dan wilayah sekitarnya dengan biaya yang ringan,” katanya.
KA Siliwangi melayani enam perjalanan setiap hari, terdiri dari tiga perjalanan Sukabumi–Cipatat dan tiga perjalanan Cipatat–Sukabumi. Kereta ini berhenti di sejumlah stasiun, yakni Sukabumi, Gandasoli, Cireungas, Lampegan, Cibeber, Cianjur, Ciranjang, Cipeuyeum, hingga Cipatat.
Dari sisi tarif, pelanggan cukup membayar Rp3.000 untuk relasi Sukabumi–Cianjur, Rp2.000 untuk Cianjur–Cipatat, dan Rp5.000 untuk perjalanan penuh Sukabumi–Cipatat. Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI.
Secara bulanan, jumlah pelanggan KA Siliwangi mencapai 148.777 orang pada Januari 2026, sebanyak 120.875 pelanggan pada Februari, 153.729 pelanggan pada Maret, 122.038 pelanggan pada April, dan 135.122 pelanggan pada Mei.
Anne menilai, libur sekolah menjadi momen yang tepat bagi orang tua untuk mengajak anak mengenal transportasi kereta api sekaligus menanamkan budaya tertib selama perjalanan.
“Libur sekolah bisa menjadi waktu yang baik bagi orang tua untuk mengenalkan anak pada perjalanan kereta api. Anak dapat belajar datang lebih awal, antre dengan tertib, duduk sesuai tempat, menjaga kebersihan, serta menghargai sesama pelanggan selama perjalanan,” ujarnya.
Selain menjadi sarana transportasi, KA Siliwangi juga berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Sukabumi, Cianjur, hingga Cipatat. Kereta ini memudahkan akses menuju pusat pendidikan, pasar, layanan publik, kawasan permukiman, serta berbagai destinasi wisata di sepanjang lintasannya.
Kehadiran KA Siliwangi juga memberikan dampak ekonomi bagi kawasan sekitar stasiun. Aktivitas penumpang turut menggerakkan usaha kuliner, transportasi lanjutan, hingga perdagangan lokal.
“KA Siliwangi dekat dengan rutinitas masyarakat. Ada pelanggan yang berangkat sekolah, bekerja, berdagang, berkunjung ke keluarga, hingga berwisata bersama anak-anak. Dengan tarif yang ramah kantong, layanan ini menjadi pilihan yang relevan untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan selama masa libur sekolah,” tutup Anne.(fahmi)
































