Menu

Mode Gelap
Mualeem Buka Suara: Rotasi Sekda Disebut sebagai Langkah Penyegaran Pemerintahan Aceh Dipimpin Wahyoe Winarto, DPC Partai Demokrat Semarang Sukses Adakan Lomba Kerakyatan FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT Semarak Kemerdekaan di Duta Mekar Asri, Warga RW 18 Cileungsi Tunjukkan Kekompakan Lewat Senam dan Karnaval Dalam Rangka Memperingati Perayaan 17 Agustus, KEMALA Jabodetabek Ziarah ke Makam Tjut Nyak Dien M. Nasir Berakhir di Kursi Sekda Aceh, Keppres Prabowo Membuka Babak Baru Pemerintahan Aceh

Uncategorized

4 Emas di Nagoya 2026: Target Realistis atau Bukti Mundur Indonesia ikuti Asian Games? 

badge-check


 4 Emas di Nagoya 2026: Target Realistis atau Bukti Mundur Indonesia ikuti Asian Games?  Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA— Kontingen Merah-Putih akan berlaga di 33 cabang olahraga pada _Asian Games 2026 Nagoya-Aichi, 19 September – 4 Oktober 2026_. Jumlah itu dipangkas dari 61 cabang olahraga di Hangzhou 2023.

Tapi target medali ikut turun: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Thohir menetapkan *hanya 4 medali emas*. Lima tahun lalu di Hangzhou, China, Tim merah putih sanggup meraih 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu.

Pernyataan itu disampaikan Erick saat rapat kerja bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), pada Selasa (2/6/2026).

Ia juga membuka data anggaran Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) 2026 sebesar *Rp81,04 miliar*, jauh di bawah Hangzhou 2022 yang mencapai Rp389,82 miliar.

“Meski anggaran Pelatnas mengalami penyesuaian, alokasi untuk keberangkatan kontingen tetap terjaga dan diprioritaskan,” ujar Erick.

Mantan Menteri BUMN era Jokowi ini menyebut target turun karena 3 nomor pertandingan tidak lagi dipertandingkan: 10 meter running target, 10 meter running target mixed menembak, dan traditional boat race.

National Olympic Committee of Indonesia (Komite Olimpiade Indonesia). sudah mengunci 33 cabang olahraga, berdasarkan evaluasi peluang podium.

Fokusnya ke cabang olahraga tumpuan: panjat tebing, wushu, bulu tangkis, karate, pencak silat, menembak, dan dayung. Tiga cabang olahraga pertama menyumbang 5 dari 7 emas Hangzhou 2023.

Khusus e-sports, Indonesia dipastikan tampil di 9 nomor medali resmi. Timnas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia sudah mengamankan tiket lewat Grup A kualifikasi 18-21 Juni 2026 di Singapura.

Lima tim terbaik lolos ke Nagoya. Ini lompatan penting: dari status eksibisi pada 2018 di event Jakarta-Palembang, menjadi cabang olahraga perebut medali.

Data kritis muncul dari Hangzhou 2023. Indonesia finis peringkat 13 Asia, dengan rasio emas per cabang olahraga hanya 0,11 dari 61 cabang olahraga.

Bandingkan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang meraih 201 emas dari 40 cabang olahraga, rasio 5,0.

Fenomena itu menunjukkan prestasi Indonesia masih naik-turun tajam: peringkat 4 dengan 31 emas saat menjadi tuan rumah 2018 Jakarta-Palembang, lalu jatuh tanpa keunggulan tuan rumah.

Dr. Zainuddin, Pengamat Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ), pada Rabu (25/6/ 2026), menyoroti efisiensi 33 cabang olahraga.

“Turun ke 33 cabang olahraga itu langkah efisien,” ujar Zainuddin.

Ia menilai target 4 emas dan anggaran Rp81 miliar tidak bisa dilepas dari empat masalah kronis. Menurutnya, dominasi cabang olahraga non-Olimpiade seperti pencak silat membuat Indonesia kuat di Asia tapi lemah di nomor terukur seperti atletik dan renang.

Ia juga menyoroti infrastruktur dan ilmu olahraga (sport science) yang tertinggal, pembinaan usia dini yang rapuh karena kompetisi berjenjang tidak konsisten, serta kebijakan jangka pendek yang masih fokus ke Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) demi target instan.

Zainuddin menegaskan Nagoya 2026 harus jadi titik balik, bukan pengulangan jatuh dari 2018 ke 2023.

Dengan suhu udara Nagoya 18-26 derajat celsius, yang cocok untuk cabang olahraga luar ruang, maka modal bertanding sudah ada.

Ujian Menpora Erick Thohir adalah menerjemahkan efisiensi 33 cabang olahraga dan anggaran Rp81 miliar itu, menjadi sistem pembinaan berlapis.

Tanpa itu, jumlah 4 emas hanya jadi angka realistis karena terpaksa, bukan karena sistem sudah beres.***

(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Kibarkan Merah Putih di Perairan Teluk Banten

19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Dari Lilitan Utang, Ibu Rini Kini Tekuni Bisnis Gitar dan Perjuangkan Masa Depan Anak

14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bandara Husein Mulai Layani Pesawat Jet dengan 12 Rute Domestik

14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

“Duta” Radio Rimba Raya Hadiri Transformasi Kreator Indonesia di RRI Pusat

13 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Raup Suara Mayoritas Tantan Sulthon Nakhodai PWI Jabar Periode 2026-2031

13 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

7 Agustus 2026 - 10:58 WIB

MK: Transparansi Penyebab Delay Pesawat Perlu Diperkuat

6 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Trending di Uncategorized