Menu

Mode Gelap
Parade Baca Puisi PPN XIV Berlangsung Seharian, Ditutup di Galeri Kopi Aceh Tengah BPSDMP Lepas 320 Perwira Transportasi Laut Lulusan PIP Semarang KAI Services Luncurkan Loyalty Program, Pelanggan Bisa Tukar AstraPoints dan Telkomsel Poin untuk Diskon KAI Services Tingkatkan Kualitas Layanan, Praja Praji Loko Café Yogyakarta Dibekali Pelatihan Komunikasi Catatan Iwan Piliang: Mengembalikan Keinsanan Melalui Seni, Olahraga, dan Sastra Indonesia Sampaikan Empat Komitmen Baru di Our Ocean Conference, Berpeluang Raih Pendanaan USD 260 Juta

Uncategorized

4 Emas di Nagoya 2026: Target Realistis atau Bukti Mundur Indonesia ikuti Asian Games? 

badge-check


 4 Emas di Nagoya 2026: Target Realistis atau Bukti Mundur Indonesia ikuti Asian Games?  Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA— Kontingen Merah-Putih akan berlaga di 33 cabang olahraga pada _Asian Games 2026 Nagoya-Aichi, 19 September – 4 Oktober 2026_. Jumlah itu dipangkas dari 61 cabang olahraga di Hangzhou 2023.

Tapi target medali ikut turun: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Thohir menetapkan *hanya 4 medali emas*. Lima tahun lalu di Hangzhou, China, Tim merah putih sanggup meraih 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu.

Pernyataan itu disampaikan Erick saat rapat kerja bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), pada Selasa (2/6/2026).

Ia juga membuka data anggaran Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) 2026 sebesar *Rp81,04 miliar*, jauh di bawah Hangzhou 2022 yang mencapai Rp389,82 miliar.

“Meski anggaran Pelatnas mengalami penyesuaian, alokasi untuk keberangkatan kontingen tetap terjaga dan diprioritaskan,” ujar Erick.

Mantan Menteri BUMN era Jokowi ini menyebut target turun karena 3 nomor pertandingan tidak lagi dipertandingkan: 10 meter running target, 10 meter running target mixed menembak, dan traditional boat race.

National Olympic Committee of Indonesia (Komite Olimpiade Indonesia). sudah mengunci 33 cabang olahraga, berdasarkan evaluasi peluang podium.

Fokusnya ke cabang olahraga tumpuan: panjat tebing, wushu, bulu tangkis, karate, pencak silat, menembak, dan dayung. Tiga cabang olahraga pertama menyumbang 5 dari 7 emas Hangzhou 2023.

Khusus e-sports, Indonesia dipastikan tampil di 9 nomor medali resmi. Timnas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia sudah mengamankan tiket lewat Grup A kualifikasi 18-21 Juni 2026 di Singapura.

Lima tim terbaik lolos ke Nagoya. Ini lompatan penting: dari status eksibisi pada 2018 di event Jakarta-Palembang, menjadi cabang olahraga perebut medali.

Data kritis muncul dari Hangzhou 2023. Indonesia finis peringkat 13 Asia, dengan rasio emas per cabang olahraga hanya 0,11 dari 61 cabang olahraga.

Bandingkan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang meraih 201 emas dari 40 cabang olahraga, rasio 5,0.

Fenomena itu menunjukkan prestasi Indonesia masih naik-turun tajam: peringkat 4 dengan 31 emas saat menjadi tuan rumah 2018 Jakarta-Palembang, lalu jatuh tanpa keunggulan tuan rumah.

Dr. Zainuddin, Pengamat Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ), pada Rabu (25/6/ 2026), menyoroti efisiensi 33 cabang olahraga.

“Turun ke 33 cabang olahraga itu langkah efisien,” ujar Zainuddin.

Ia menilai target 4 emas dan anggaran Rp81 miliar tidak bisa dilepas dari empat masalah kronis. Menurutnya, dominasi cabang olahraga non-Olimpiade seperti pencak silat membuat Indonesia kuat di Asia tapi lemah di nomor terukur seperti atletik dan renang.

Ia juga menyoroti infrastruktur dan ilmu olahraga (sport science) yang tertinggal, pembinaan usia dini yang rapuh karena kompetisi berjenjang tidak konsisten, serta kebijakan jangka pendek yang masih fokus ke Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) demi target instan.

Zainuddin menegaskan Nagoya 2026 harus jadi titik balik, bukan pengulangan jatuh dari 2018 ke 2023.

Dengan suhu udara Nagoya 18-26 derajat celsius, yang cocok untuk cabang olahraga luar ruang, maka modal bertanding sudah ada.

Ujian Menpora Erick Thohir adalah menerjemahkan efisiensi 33 cabang olahraga dan anggaran Rp81 miliar itu, menjadi sistem pembinaan berlapis.

Tanpa itu, jumlah 4 emas hanya jadi angka realistis karena terpaksa, bukan karena sistem sudah beres.***

(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenhub Tegaskan Komitmen Perlindungan dan Penguatan Daya Saing Pelaut

24 Juni 2026 - 07:56 WIB

Gapasdap Sebut Perlunya Pembenahan Sistem Tarif Angkutan Penyeberangan

24 Juni 2026 - 07:44 WIB

PNM dan Danantara Perluas Dampak Pemberdayaan, Jangkau 23,1 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro

23 Juni 2026 - 22:39 WIB

Bisnis Jersey Persija Tembus Rp100 Miliar, Ekosistem Liga Jalan di Tempat

23 Juni 2026 - 00:18 WIB

Peserta dan Undangan PPN XIV Tiba di Bandara Iskandar Muda, Disambut Hangat Panitia

22 Juni 2026 - 14:36 WIB

Pergi ke Kebun, Pulang Rumah Tinggal Abu: Kisah Pilu Keluarga Amri di Paya Tumpi

21 Juni 2026 - 23:28 WIB

Insentif 50% Pajak Film DKI: Murah di Tiket, Rapuh di Layar

21 Juni 2026 - 21:02 WIB

Ketua DPP dan DPW Sulawesi Bersatu Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Jalan Alauddin 3

21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Hari Pertama Pembagian Jadup Tahap II pascabanjir, Walikota Langsa Tinjau Langsung 

20 Juni 2026 - 18:56 WIB

SCTV Music Awards 2026 Musisi Indonesia Timur Tunjukan Tajinya

20 Juni 2026 - 13:42 WIB

Trending di Uncategorized