Menu

Mode Gelap
Sambut HUT Ke-81 RI, Pelindo Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi 200 Warga Kecamatan Wajo Dukung Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen, DAMRI Hadirkan Layanan KSPN Kawah Ijen Dukung Tata Kelola dan Keberlangsungan Operasional, TPK Koja Bersama IPC TPK dan JAI Perpanjang MoU dengan Kejari Jakut Kembali Berprestasi, TPK Koja Raih Dua Penghargaan Gold TJSL & CSR Award 2026 Pertamina Patra Niaga Jalin Kerja Sama dengan Dukcapil, Perkuat Ketepatan Penyaluran Subsidi Energi Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok: Sertifikasi Bukan Akhir, Kepatuhan Harus Diwujudkan dalam Operasional

EKOBIS

Indonesia Sampaikan Empat Komitmen Baru di Our Ocean Conference, Berpeluang Raih Pendanaan USD 260 Juta

badge-check


 Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (Ist) Perbesar

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (Ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memperkuat komitmennya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut di forum internasional Our Ocean Conference (OOC) ke-11 di Mombasa, Kenya.

Melalui empat komitmen baru yang disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Indonesia berpeluang memperoleh dukungan pendanaan internasional hingga USD 260 juta untuk mendukung konservasi laut, restorasi ekosistem pesisir, dan pengembangan pusat kelautan (Ocean Centres).

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan keempat komitmen tersebut merupakan langkah nyata Indonesia dalam memperkuat tata kelola laut yang berkelanjutan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

“Empat komitmen yang kami sampaikan hari ini menegaskan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ruang laut, memperluas dan meningkatkan efektivitas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam seperti karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim,” ujar Trenggono dalam siaran resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (23/6).

Komitmen pertama yang disampaikan Indonesia adalah memperkuat tata kelola ruang laut melalui integrasi perencanaan tata ruang darat dan laut ke dalam tata ruang nasional maupun provinsi, penyusunan regulasi zonasi lintas wilayah, serta memasukkan kawasan strategis nasional karbon biru ke dalam rencana tata ruang nasional.

Komitmen kedua menargetkan penambahan 700.000 hektare kawasan konservasi laut baru pada 2026 sebagai bagian dari upaya mencapai target kawasan konservasi laut seluas 30 persen dari total perairan nasional pada 2045.

“Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut, serta mencapai target perluasan kawasan konservasi laut mencapai 30 persen dari total luas perairan nasional pada tahun 2045,” kata Trenggono.

Selanjutnya, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengelolaan 19,10 juta hektare kawasan konservasi laut yang telah ditetapkan agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara optimal, baik bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.

Sementara komitmen keempat adalah mengembangkan satu proyek percontohan karbon biru (blue carbon) yang nantinya dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Trenggono, tantangan menjaga kesehatan laut tidak bisa diselesaikan oleh satu negara saja sehingga dibutuhkan kerja sama internasional yang kuat.

“Kami percaya bahwa tantangan laut bersifat lintas batas, sehingga membutuhkan kolaborasi global yang kuat. Indonesia siap memperdalam kemitraan dengan negara sahabat, organisasi internasional, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat aksi nyata, dari komitmen menuju implementasi, demi menjaga laut tetap sehat dan produktif bagi generasi sekarang dan mendatang,” ujarnya.

Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam forum Our Ocean Conference sejak 2016. Pada 2018, Indonesia juga dipercaya menjadi tuan rumah OOC ke-5 dan menyampaikan 23 komitmen dengan nilai sekitar USD 500 juta untuk mendukung perlindungan laut.

Selama sembilan tahun berpartisipasi dalam OOC, Indonesia melalui KKP telah menyampaikan 73 komitmen terkait perlindungan laut sebagai bagian dari kontribusi terhadap agenda konservasi global.

Trenggono menegaskan, komitmen tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis kelautan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

“Melalui komitmen-komitmen yang konkret dan terukur, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis kelautan dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir, sejalan dengan semangat SDG 14 untuk memastikan laut tetap lestari bagi generasi mendatang,” tutup Trenggono.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

GrabAcademy Diluncurkan, Grab Buka Peluang Mitra untuk Naik Kelas

11 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Grab Buka “Peluang Tanpa Batas” bagi Mitra lewat Peluncuran GrabAcademy

11 Agustus 2026 - 23:11 WIB

Garuda Indonesia Sediakan 170.845 Kursi Penerbangan Domestik Gratis bagi Wisman, InJourney Respon Positif

11 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Kemenhub Kembali Raih Hasil WTP Laporan Keuangan dari BPK

11 Agustus 2026 - 21:18 WIB

78 Persen UKM Dinilai Telah Melek AI

11 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Terus Bertumbuh, Semester I-2026 Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif

11 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Tim Kuasa Hukum PT Dua Kuda Dorong Kepastian Dugaan Kredit Fiktif pada Perkara Kepailitan

11 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Naik 8 Persen, Arus Petikemas IPC TPK Tembus 2,17 Juta TEUs per Juli 2026

11 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Jaga Ketahanan dan Kedaulatan Pangan, PTPN I Sabet Anugerah Mahayuga

11 Agustus 2026 - 05:44 WIB

Bisnis Laundry Masuk Sensus Ekonomi, Industri Bersiap Naik Kelas

11 Agustus 2026 - 05:11 WIB

Trending di EKOBIS