Menu

Mode Gelap
Parade Baca Puisi PPN XIV Berlangsung Seharian, Ditutup di Galeri Kopi Aceh Tengah BPSDMP Lepas 320 Perwira Transportasi Laut Lulusan PIP Semarang KAI Services Luncurkan Loyalty Program, Pelanggan Bisa Tukar AstraPoints dan Telkomsel Poin untuk Diskon KAI Services Tingkatkan Kualitas Layanan, Praja Praji Loko Café Yogyakarta Dibekali Pelatihan Komunikasi Catatan Iwan Piliang: Mengembalikan Keinsanan Melalui Seni, Olahraga, dan Sastra Indonesia Sampaikan Empat Komitmen Baru di Our Ocean Conference, Berpeluang Raih Pendanaan USD 260 Juta

EKOBIS

Indonesia Sampaikan Empat Komitmen Baru di Our Ocean Conference, Berpeluang Raih Pendanaan USD 260 Juta

badge-check


 Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (Ist) Perbesar

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (Ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memperkuat komitmennya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut di forum internasional Our Ocean Conference (OOC) ke-11 di Mombasa, Kenya.

Melalui empat komitmen baru yang disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Indonesia berpeluang memperoleh dukungan pendanaan internasional hingga USD 260 juta untuk mendukung konservasi laut, restorasi ekosistem pesisir, dan pengembangan pusat kelautan (Ocean Centres).

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan keempat komitmen tersebut merupakan langkah nyata Indonesia dalam memperkuat tata kelola laut yang berkelanjutan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

“Empat komitmen yang kami sampaikan hari ini menegaskan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ruang laut, memperluas dan meningkatkan efektivitas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam seperti karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim,” ujar Trenggono dalam siaran resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (23/6).

Komitmen pertama yang disampaikan Indonesia adalah memperkuat tata kelola ruang laut melalui integrasi perencanaan tata ruang darat dan laut ke dalam tata ruang nasional maupun provinsi, penyusunan regulasi zonasi lintas wilayah, serta memasukkan kawasan strategis nasional karbon biru ke dalam rencana tata ruang nasional.

Komitmen kedua menargetkan penambahan 700.000 hektare kawasan konservasi laut baru pada 2026 sebagai bagian dari upaya mencapai target kawasan konservasi laut seluas 30 persen dari total perairan nasional pada 2045.

“Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut, serta mencapai target perluasan kawasan konservasi laut mencapai 30 persen dari total luas perairan nasional pada tahun 2045,” kata Trenggono.

Selanjutnya, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengelolaan 19,10 juta hektare kawasan konservasi laut yang telah ditetapkan agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara optimal, baik bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.

Sementara komitmen keempat adalah mengembangkan satu proyek percontohan karbon biru (blue carbon) yang nantinya dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Trenggono, tantangan menjaga kesehatan laut tidak bisa diselesaikan oleh satu negara saja sehingga dibutuhkan kerja sama internasional yang kuat.

“Kami percaya bahwa tantangan laut bersifat lintas batas, sehingga membutuhkan kolaborasi global yang kuat. Indonesia siap memperdalam kemitraan dengan negara sahabat, organisasi internasional, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat aksi nyata, dari komitmen menuju implementasi, demi menjaga laut tetap sehat dan produktif bagi generasi sekarang dan mendatang,” ujarnya.

Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam forum Our Ocean Conference sejak 2016. Pada 2018, Indonesia juga dipercaya menjadi tuan rumah OOC ke-5 dan menyampaikan 23 komitmen dengan nilai sekitar USD 500 juta untuk mendukung perlindungan laut.

Selama sembilan tahun berpartisipasi dalam OOC, Indonesia melalui KKP telah menyampaikan 73 komitmen terkait perlindungan laut sebagai bagian dari kontribusi terhadap agenda konservasi global.

Trenggono menegaskan, komitmen tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis kelautan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

“Melalui komitmen-komitmen yang konkret dan terukur, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis kelautan dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir, sejalan dengan semangat SDG 14 untuk memastikan laut tetap lestari bagi generasi mendatang,” tutup Trenggono.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LNSW Kemenkeu Tingkatkan Layanan Melalu SSO Nextgen

24 Juni 2026 - 16:16 WIB

IPC TPK Gandeng Generasi Muda Jakarta Utara, Perkenalkan Industri Petikemas dan Perkuat Budaya Bersih

23 Juni 2026 - 21:41 WIB

Citilink dan Amar Bank Kolaborasi Strategis

23 Juni 2026 - 16:44 WIB

Selain Ada Stimulus Transportasi Libur Sekolah, Pemerintah juga Siapkan untuk Nataru

23 Juni 2026 - 12:33 WIB

Permintaan Terbang Meningkat, AirAsia Siapkan Pemulihan Penuh

23 Juni 2026 - 07:05 WIB

Liburan Sekolah, Penjualan Tiket Diskon Kapal PELNI Tembus 214 Ribu Penumpang

22 Juni 2026 - 20:47 WIB

Pelabuhan Tanjung Kalian Groundbreaking Dermaga II dan Peningkatan Kapasitas Dermaga I

22 Juni 2026 - 19:51 WIB

InJourney Group Gelar Pelatihan bagi Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo

22 Juni 2026 - 15:05 WIB

Mengenal SDN Malabar II, SR Tertua Jabar di PTPN I Kebun Malabar

22 Juni 2026 - 14:43 WIB

Arus Barang Tumbuh Dua Digit, Kinerja Pelindo Regional 2 Lampaui Target

22 Juni 2026 - 10:11 WIB

Trending di ANJUNGAN