Menu

Mode Gelap
1.286 Telur Penyu Diamankan di Sambas, KKP Lakukan Penanganan dan Identifikasi KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Access by KAI, Pemulihan Sistem Terus Dilakukan GrabAcademy Diluncurkan, Grab Buka Peluang Mitra untuk Naik Kelas Sambut HUT ke-81 RI, Grab Buka “Peluang Tanpa Batas” bagi Mitra lewat Peluncuran GrabAcademy Garuda Indonesia Sediakan 170.845 Kursi Penerbangan Domestik Gratis bagi Wisman, InJourney Respon Positif  Pameran Tunggal “My Artistic Soul” Ireng Halimun; Merawat Nyala Seni di Lintasan Zaman

RAGAM

1.286 Telur Penyu Diamankan di Sambas, KKP Lakukan Penanganan dan Identifikasi

badge-check


 1.286 Telur Penyu Diamankan di Sambas, KKP Lakukan Penanganan dan Identifikasi Perbesar

Wartatrans.com, SAMBAS – Upaya penyelamatan satwa laut dilindungi dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) setelah 1.286 butir telur penyu ditemukan di dua lokasi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Ribuan telur tersebut kini menjalani proses penanganan berdasarkan hasil identifikasi kondisi dan jenis penyu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 96 butir telur ditemukan oleh personel Satgas Pamtas TNI AD Gabma Temajok ketika melakukan patroli di kawasan Temajuk. Sementara 1.190 butir lainnya diamankan Badan Karantina Indonesia di Sintete, Kabupaten Sambas.

Mendapat laporan mengenai temuan tersebut, Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak melakukan serangkaian tindakan, mulai dari pengumpulan informasi, pendataan, evakuasi hingga identifikasi. Pemeriksaan juga melibatkan dokter hewan untuk menentukan penanganan telur selanjutnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara mengatakan perlindungan penyu membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama dalam menangani setiap temuan secara cepat dan sesuai prosedur.

“Perlindungan penyu membutuhkan sinergi seluruh pihak. Kecepatan respons, koordinasi antarinstansi, serta kepatuhan terhadap prosedur menjadi kunci agar setiap temuan dapat ditangani dengan baik sekaligus mendukung kelestarian ekosistem laut,” ujar Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Hasil pemeriksaan dokter hewan dari Sealife menunjukkan 96 telur yang ditemukan di Temajuk terindikasi berasal dari penyu hijau. Kondisinya masih baik dan terdapat tanda fertilitas sehingga telur tersebut dinilai layak untuk ditetaskan.

Saat ini, 96 telur tersebut telah dipindahkan untuk menjalani proses inkubasi di Kantor Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak.

Berbeda dengan temuan di Temajuk, sebanyak 1.190 telur yang diamankan di Sintete terindikasi berasal dari penyu sisik dan penyu hijau. Namun, berdasarkan pemeriksaan sampel, telur tersebut tidak menunjukkan tanda fertilitas.

Karena itu, telur dari Sintete tidak direkomendasikan untuk menjalani proses inkubasi dan selanjutnya akan ditangani sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak Syarif Iwan Taruna Alkadrie mengatakan penanganan seluruh temuan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek konservasi, teknis, administrasi, serta ketentuan penegakan hukum.

“Setiap temuan penyu maupun telurnya harus ditangani secara hati-hati dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait agar perlindungan terhadap jenis ikan dilindungi dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

Iwan juga meminta masyarakat turut menjaga keberlangsungan populasi penyu dengan tidak mengambil, menjual, mengangkut, maupun memanfaatkan penyu dan telurnya secara ilegal.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas atau instansi berwenang apabila menemukan penyu, telur penyu, maupun kegiatan yang diduga melanggar aturan perlindungan jenis ikan.

Sebagai langkah lanjutan, Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak telah menyampaikan hasil identifikasi dan dokumen pendukung kepada PSDKP Pontianak untuk diproses sesuai kewenangan.

Sementara telur yang tidak memenuhi rekomendasi untuk ditetaskan akan ditindaklanjuti berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Haji Fikri: PKS Konsisten Perjuangkan Penguatan Otonomi Daerah demi Kesejahteraan Rakyat

11 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Perayaan HUT Kota Kebumen akan Mengundang Duta Besar 

11 Agustus 2026 - 16:48 WIB

HUT ke-81 RI, MRT, LRT, Transjakarta, dan Mikrotrans Cuma Bayar Rp1

11 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Sinergi Kehutanan dan Pembangunan Daerah, Satgas PPA Aceh Tengah Temui KPH Wilayah VII Pegasing

11 Agustus 2026 - 12:46 WIB

AMY Hadiahi Motor Listrik untuk Guru Inovatif SMA Negeri 1 Kajen Kabupaten Pekalongan

10 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Catatan Iwan Piliang: Cipta Kondisi Total Football dan Perang Melawan Bumerang Peradaban

10 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Fikar W Eda Baca Puisi di Acara Silaturahmi Kebangsaan Menyongsong 5 Abad Jakarta dan 81 Tahun Kemerdekaan RI

10 Agustus 2026 - 12:08 WIB

SETARA Institute Soroti Independensi Penanganan Perkara Mantan Jampidsus

10 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Generasi Muda Harus Jadi Motor Transformasi Energi Nasional

10 Agustus 2026 - 11:48 WIB

KNG Raya Cabang Bogor Hadiri Raker 2026, Perkuat Program untuk Kemajuan Koperasi

10 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Trending di RAGAM