Menu ✖

Mode Gelap
Rocky Gerung, Nama yang Paling Menyita Perhatian di Antara 26 Wantimpres Prabowo Cegah Risiko Kecelakaan, IPC TPK Berikan Layanan Kesehatan dan Kacamata Gratis bagi Sopir Truk KKP Tangguhkan Operasional KM Maulana 23 Terkait Dugaan Kekerasan Awak Kapal Wartatrans Support Musik Indonesia Lewat Gigzi ‘Asupan Gizi Para Musisi’ Lepas Pengelolaan Bandara Dhoho Kediri, Ini Penjelasan InJourney Airports KA Harina Tembus 567 Ribu Pelanggan, Hubungkan Bandung-Surabaya via Jalur Utara

RAGAM

Rocky Gerung, Nama yang Paling Menyita Perhatian di Antara 26 Wantimpres Prabowo

badge-check


 Rocky Gerung, Nama yang Paling Menyita Perhatian di Antara 26 Wantimpres Prabowo Perbesar

JAKARTA — Pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto, 2 Oktober 2026, menghadirkan sejumlah nama dengan latar belakang politik, akademisi, agama, bisnis hingga pemerintahan.

Di antara deretan tersebut, Rocky Gerung menjadi salah satu nama yang paling menyita perhatian publik. Bukan semata karena popularitasnya sebagai pengamat dan filsuf, tetapi juga karena rekam jejaknya yang selama ini dikenal kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Kini, posisi Rocky berubah. Dari ruang publik yang kerap digunakan untuk menyampaikan kritik, ia masuk ke lembaga yang bertugas memberikan pertimbangan dan nasihat kepada Presiden.

Rocky sendiri menegaskan bahwa Wantimpres harus tetap kritis terhadap kebijakan. Menurutnya, kritik bukan berarti berseberangan, melainkan bagian dari mekanisme memberikan pertimbangan agar kebijakan negara dapat diuji dan dipertimbangkan secara lebih matang.

Selain Rocky, Wantimpres juga diisi sejumlah tokoh yang telah lama dikenal masyarakat, antara lain Pratikno, Hatta Rajasa, Sinta Nuriyah, Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Bambang Soesatyo, Jusuf Hamka, Anwar Usman dan Ignasius Jonan.

Namun, kehadiran Rocky membawa dimensi tersendiri. Ia memperlihatkan bahwa ruang pertimbangan Presiden tidak hanya membutuhkan orang-orang yang memiliki pengalaman pemerintahan, tetapi juga suara kritis yang dapat menjadi bagian dari proses pengujian gagasan dan kebijakan.

Bagi publik, menarik melihat bagaimana seorang tokoh yang selama ini berada di luar lingkar kekuasaan kini menjalankan peran dari dalam sistem.

Rocky pun menyebut tugas Wantimpres bersifat etis, bukan teknis. Artinya, kekuatan lembaga ini bukan pada kewenangan eksekusi, melainkan pada kualitas nasihat dan pertimbangan yang disampaikan kepada Presiden.

Pada titik inilah publik akan menunggu: apakah suara kritis Rocky tetap terdengar ketika ia kini berada di ruang yang lebih dekat dengan pengambil keputusan negara.*** (Jasa)

Baca Lainnya

Cegah Risiko Kecelakaan, IPC TPK Berikan Layanan Kesehatan dan Kacamata Gratis bagi Sopir Truk

3 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Agnez Mo, Judika, Ungu, hingga D’Masiv Meriahkan Ajang Balap Dunia di Mandalika

2 Oktober 2026 - 19:50 WIB

PPSN VI 2026 Dimulai, 4.524 Pramuka Santri Digembleng Jadi Generasi Antikekerasan dan Peduli Lingkungan

2 Oktober 2026 - 18:25 WIB

IPCC Raih Penghargaan Trusted & Popular Brand 2026 Kategori Infrastruktur Logistik & Transportasi

2 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Dari Malang, 4.524 Pramuka Santri Didorong Jadi Generasi Tangguh dan Peduli Lingkungan

2 Oktober 2026 - 13:38 WIB

33 Juta Liter Air Sehari untuk AI, Data Center Jatiluhur Disetop Sementara

2 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Catatan Iwan Piliang: Batik, Becak Listrik dan Kejaksaan Agung

2 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Konsolidasi Portofolio Bisnis: Penggabungan PPI ke MMI Perkuat Ekosistem Layanan dan Kapabilitas Pelindo Group

2 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Pemkab Fakfak Siapkan Langkah Strategis Amankan Pala Tomandin dari Ancaman Kekeringan

2 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Trending di RAGAM