Menu ✖

Mode Gelap
Dari Malang, 4.524 Pramuka Santri Didorong Jadi Generasi Tangguh dan Peduli Lingkungan 33 Juta Liter Air Sehari untuk AI, Data Center Jatiluhur Disetop Sementara Catatan Iwan Piliang: Batik, Becak Listrik dan Kejaksaan Agung Konsolidasi Portofolio Bisnis: Penggabungan PPI ke MMI Perkuat Ekosistem Layanan dan Kapabilitas Pelindo Group Keributan Terjadi di Eskalator Stasiun Bekasi, Diduga Dipicu Perselisihan Pasangan Sambut Wamen Baru, Menteri Trenggono Tekankan Akselerasi 6 Program Prioritas

RAGAM

33 Juta Liter Air Sehari untuk AI, Data Center Jatiluhur Disetop Sementara

badge-check


 33 Juta Liter Air Sehari untuk AI, Data Center Jatiluhur Disetop Sementara Perbesar

Wartatrans.com, PURWAKARTA — Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau AI Data Center milik BDx Data Centers di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memasuki babak baru. Di tengah ambisi menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat infrastruktur AI di Asia Tenggara, proyek tersebut sementara dihentikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum tuntas.

Proyek yang dikenal sebagai AI Campus 2 atau CGK4 ini memiliki rencana kapasitas hingga 640 megawatt (MW). Pengembangannya terdiri atas enam gedung yang dibangun secara bertahap dalam sekitar tiga tahun. Gedung pertama memiliki kapasitas hingga 120 MW dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027. BDx menyebut fasilitas tersebut menggunakan teknologi direct-to-chip liquid cooling untuk mendukung komputasi AI dengan kepadatan tinggi.

Namun, perhatian publik kini tertuju pada kebutuhan airnya.

Berdasarkan penjelasan yang diterima Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kebutuhan air pada pengembangan penuh dapat mencapai sekitar 384 liter per detik, atau sekitar 33.000 meter kubik—setara 33 juta liter—per hari. Angka itu setara lebih dari 12 juta meter kubik dalam setahun jika kebutuhan maksimal tersebut berlangsung terus-menerus.

Tetapi angka tersebut bukan kebutuhan sejak awal operasi. Pada fase awal, kebutuhan air diperkirakan sekitar 6.000 meter kubik per hari, kemudian meningkat mengikuti tahapan pengembangan fasilitas.

Air tersebut dibutuhkan terutama untuk sistem pendinginan peralatan komputasi berkapasitas tinggi. Kementerian Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa air dalam sistem cooling pada pusat data digunakan untuk menjaga temperatur mesin dan tidak serta-merta berarti seluruh volume tersebut hilang atau terserap habis. Karena itu, kajian mengenai kebutuhan air perlu membedakan antara air yang diambil, digunakan dalam sistem, dan yang benar-benar menjadi konsumsi bersih.

Air Jatiluhur dan Kepentingan Petani

Persoalan menjadi sensitif karena lokasi proyek hanya sekitar lima kilometer dari Waduk Jatiluhur, salah satu infrastruktur penting bagi sistem sumber daya air dan irigasi Jawa Barat.

Dedi Mulyadi meminta kebutuhan air pusat data dihitung sejak awal dan tidak mengganggu alokasi air untuk masyarakat maupun pertanian. Mekanisme pasokannya, menurut penjelasan Dedi, bukan BDx mengambil air secara langsung sebagai pengguna dari pengelola Waduk Jatiluhur. Air dari sumber Jatiluhur masuk melalui jaringan PDAM dan kemudian dibeli BDx sebagai konsumen komersial.

Direktur PDAM Gapura Tirta Rahayu Purwakarta juga menyatakan pihaknya siap memasok kebutuhan air BDx. Informasi yang disampaikan kepada publik menyebut telah ada kerja sama pasokan dalam jangka panjang.

Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar ada atau tidak ada air, melainkan bagaimana memastikan kebutuhan industri baru tidak mengurangi hak masyarakat dan sektor pertanian atas sumber daya air.

Investasi Besar, Aturan tetap Harus Lengkap

BDx menyatakan CGK4 didukung kapasitas jaringan listrik 845 MVA dari PLN dan dirancang sebagai kampus AI berskala besar. Proyek ini merupakan bagian dari ekspansi infrastruktur AI BDx di Indonesia.

Di Jawa Barat sendiri, proyek tersebut sebelumnya disebut bernilai investasi sekitar Rp3,5 triliun. Pemerintah daerah melihat investasi dan pembangunan infrastruktur digital sebagai peluang ekonomi, tetapi pada saat yang sama meminta seluruh aspek lingkungan dan perizinan diselesaikan.

Setelah melakukan inspeksi pada 28 September 2026, Pemprov Jabar kemudian meminta pembangunan dihentikan sementara. Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan proyek tidak boleh dilanjutkan sebelum AMDAL dan PBG terpenuhi. Ia juga meminta kajian proyek dibuka kepada masyarakat, terutama menyangkut kebisingan dan penggunaan air.

Penghentian ini bukan berarti proyek AI tersebut dibatalkan. Yang dihentikan sementara adalah pekerjaan konstruksinya sampai persyaratan yang diperlukan dipenuhi.

Di titik inilah pembangunan pusat data AI Jatiluhur menghadapi ujian penting: seberapa jauh Indonesia mampu mengejar revolusi kecerdasan buatan tanpa mengabaikan tata kelola air, lingkungan, pertanian dan kepentingan masyarakat.

AI membutuhkan listrik dan pendinginan. Jatiluhur memiliki air. Tetapi keduanya harus dipertemukan dengan tata kelola yang terukur.

Sebab, ketika sebuah pusat data kelak membutuhkan hingga 33 juta liter air per hari, yang dipertaruhkan bukan hanya kelancaran server dan teknologi AI, tetapi juga bagaimana sumber daya alam yang sama tetap tersedia bagi manusia yang hidup di sekitarnya.*** (Asbuy)

Baca Lainnya

Dari Malang, 4.524 Pramuka Santri Didorong Jadi Generasi Tangguh dan Peduli Lingkungan

2 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Catatan Iwan Piliang: Batik, Becak Listrik dan Kejaksaan Agung

2 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Konsolidasi Portofolio Bisnis: Penggabungan PPI ke MMI Perkuat Ekosistem Layanan dan Kapabilitas Pelindo Group

2 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Pemkab Fakfak Siapkan Langkah Strategis Amankan Pala Tomandin dari Ancaman Kekeringan

2 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Catatan M. Mujiburrohman: MBG dan Cara Kita Membaca Uang Negara

1 Oktober 2026 - 23:01 WIB

BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026

1 Oktober 2026 - 20:41 WIB

El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak

1 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

1 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon

1 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

1 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Trending di ANJUNGAN