Menu ✖

Mode Gelap
Dari Malang, 4.524 Pramuka Santri Didorong Jadi Generasi Tangguh dan Peduli Lingkungan 33 Juta Liter Air Sehari untuk AI, Data Center Jatiluhur Disetop Sementara Catatan Iwan Piliang: Batik, Becak Listrik dan Kejaksaan Agung Konsolidasi Portofolio Bisnis: Penggabungan PPI ke MMI Perkuat Ekosistem Layanan dan Kapabilitas Pelindo Group Keributan Terjadi di Eskalator Stasiun Bekasi, Diduga Dipicu Perselisihan Pasangan Sambut Wamen Baru, Menteri Trenggono Tekankan Akselerasi 6 Program Prioritas

RAGAM

Dari Malang, 4.524 Pramuka Santri Didorong Jadi Generasi Tangguh dan Peduli Lingkungan

badge-check


 Dari Malang, 4.524 Pramuka Santri Didorong Jadi Generasi Tangguh dan Peduli Lingkungan Perbesar

Wartatrans.com, MALANG — Ribuan santri dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebanyak 4.524 pramuka santri ambil bagian dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 yang berlangsung 30 September hingga 6 Oktober.

Upacara pembukaan PPSN VI, Kamis (1/10/2026), dirangkai dengan Upacara Bhinneka dan dibuka Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said.

Namun, pesan yang dibawa dalam perkemahan ini tidak berhenti pada aktivitas kepramukaan. Para santri didorong menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus membawa nilai-nilai perdamaian dan kepedulian terhadap lingkungan.

Basnang secara khusus meminta para pramuka santri mengambil peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Anak-anak pramuka santri adalah duta-duta antikekerasan dan antiperundungan, sekaligus duta-duta generasi santri peduli lingkungan hidup,” tegas Basnang.

Ia mengatakan pengalaman mengikuti kegiatan kepramukaan dapat membentuk karakter tangguh. Santri dilatih menghadapi berbagai situasi dan belajar untuk mampu bertahan dalam kondisi yang tidak selalu mudah.

“Pramuka santri bisa bertahan hidup dan survive dalam kondisi apa pun. Ini bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Santri, Pramuka dan Cinta Alam

Ketua Panitia PPSN VI, Endi Suhendi, mengatakan salah satu tujuan utama kegiatan adalah membentuk karakter santri dalam semangat kebangsaan dan bernegara. Selain itu, santri juga diajak membangun kesadaran ekologis melalui pendekatan ekoteologi.

“PPSN bukan sekadar perkemahan. Di sini, santri ditempa untuk mencintai bangsa dan negaranya, sekaligus dibangun kesadarannya untuk menjaga alam sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama,” kata Endi.

Basnang menilai semangat tersebut sejalan dengan nilai yang selama ini diajarkan dalam kepramukaan dan pesantren.

Menurutnya, Dasadarma Pramuka dan nilai kepesantrenan sama-sama menanamkan ketakwaan, kedisiplinan, tanggung jawab serta kecintaan terhadap alam.

“Nilai-nilai Dasadarma Pramuka satu napas dengan nilai-nilai kepesantrenan. Keduanya sama-sama mengajarkan ketakwaan, cinta alam, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” katanya.

Gema “Santri Indonesia!”

Suasana pembukaan semakin meriah ketika Basnang mengajak ribuan peserta meneriakkan jargon PPSN.

“Siapa kita?” seru Basnang.

“Santri Indonesia!” jawab peserta.

“Santri Indonesia!”

“Unggul, Mandiri, Mendunia!”

“Yuk Mondok!”

“Mondok itu Keren!”

“Yuk Nyantri!”

“Nyantri itu Asyik!”

Di hadapan ribuan peserta, Basnang juga mengapresiasi Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang yang menjadi tuan rumah. Ia menyebut pesantren tersebut sebagai salah satu contoh praktik lingkungan pesantren yang hijau dan lestari.

“Keteladanan Indonesia Asri ada di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Malang,” ujarnya.

Basnang kemudian mengingatkan para peserta bahwa keberhasilan PPSN tidak hanya diukur dari kemeriahan kegiatan selama perkemahan. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan setelah para santri kembali ke daerah masing-masing.

“Kedepankan akhlakul karimah dan jadilah teladan. Jadilah teladan dalam pencegahan kekerasan, di pesantren, di lingkungan, dan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

PPSN VI 2026 menjadi ruang perjumpaan ribuan pramuka santri dari berbagai daerah sekaligus wadah untuk memperkuat karakter kebangsaan, kepedulian lingkungan, kedisiplinan dan semangat hidup bersama dalam keberagaman.*** (Byl)

Baca Lainnya

33 Juta Liter Air Sehari untuk AI, Data Center Jatiluhur Disetop Sementara

2 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Catatan Iwan Piliang: Batik, Becak Listrik dan Kejaksaan Agung

2 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Konsolidasi Portofolio Bisnis: Penggabungan PPI ke MMI Perkuat Ekosistem Layanan dan Kapabilitas Pelindo Group

2 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Pemkab Fakfak Siapkan Langkah Strategis Amankan Pala Tomandin dari Ancaman Kekeringan

2 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Catatan M. Mujiburrohman: MBG dan Cara Kita Membaca Uang Negara

1 Oktober 2026 - 23:01 WIB

BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026

1 Oktober 2026 - 20:41 WIB

El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak

1 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

1 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon

1 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

1 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Trending di ANJUNGAN