Menu ✖

Mode Gelap
Enam Wilayah KAI Tumbuh Dua Digit, Aktivitas Pelanggan Capai 89,95 Juta Kemenhub Dukung Pencarian 1 ABK Pascatenggelamnya MV Khatulistiwa 8 di Perairan Tuban Jembatan Putus dan Kabar Bendungan Alami, Warga Reje Payung Mengungsi ke Tiga Desa Kemendiktisaintek Apresiasi AirNav Libatkan Perguruan Tinggi Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

EKOBIS

78 Persen UKM Dinilai Telah Melek AI

badge-check


 Ist Perbesar

Ist

Wartatrans.com, JAKARTA  – WhatsApp mulai menawarkan “pegawai digital” bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui Meta Business Agent, kecerdasan buatan (AI) dapat melayani pelanggan 24 jam, menjawab pertanyaan, merekomendasikan produk, menyaring calon pembeli, menjadwalkan janji temu hingga membantu menyelesaikan penjualan.

Teknologi tersebut hadir ketika penggunaan AI di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) mulai berkembang.

Meta mengutip riset Deloitte, jaringan jasa profesional global yang bergerak di bidang audit, konsultasi, penasihat keuangan, manajemen risiko, dan perpajakan, yang menunjukkan 78 persen UKM di Indonesia dan Asia Pasifik telah melek AI dan menggunakan sedikitnya satu perangkat AI.

Sebanyak 82 persen UKM berencana meningkatkan penggunaan AI, sementara 86 persen responden menilai teknologi tersebut dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

Data itu menunjukkan AI mulai masuk ke aktivitas bisnis, tetapi penggunaan satu atau beberapa perangkat AI belum otomatis berarti bisnis siap menjadikan AI sebagai bagian dari operasi utamanya.

Meta melalui Meta Business Agent. Teknologi ini membawa AI langsung ke titik interaksi dengan pelanggan.

Agen dapat menggunakan informasi bisnis seperti katalog produk dan percakapan sebelumnya untuk menjawab pertanyaan, memberikan rekomendasi, mengidentifikasi calon pelanggan, menjadwalkan janji temu dan membantu proses penjualan.

Pelaku usaha tetap dapat mengambil alih percakapan ketika dibutuhkan.

Adeline Quek, Product Marketing Manager Meta Business Agent APAC, mengatakan, dalam WhatsApp Business Summit di Jakarta, Selasa (11/8/2026), agen itu dirancang seperti anggota tim yang dapat bekerja tanpa mengenal jam kerja.

“Apa artinya bagi Anda ketika memiliki agen? Anda menganggapnya sebagai anggota tim terbaik, yang tidak pernah tidur, yang dapat memberikan suara konsisten di berbagai saluran dan suara, pada dasarnya seperti tenaga penjualan pribadi Anda sendiri,” kata Adeline.

WhatsApp juga memberi kontrol kepada pelaku usaha. Agen dapat diuji lebih dulu, diatur kapan aktif dan siapa yang dilayani.

Model penggunaannya dapat berupa manusia penuh, hybrid dengan bantuan AI, atau AI menangani percakapan sepenuhnya.

Namun, otomatisasi menuntut fondasi bisnis yang rapi. Harga, stok, katalog, promosi, pengiriman dan kebijakan layanan harus diperbarui agar AI tidak memberikan informasi keliru.

Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai kesiapan adopsi AI UMKM membutuhkan dukungan pemerintah, terutama literasi dan keterjangkauan layanan AI. Menurut dia, kebutuhan AI setiap UMKM tidak sama sehingga penerapannya harus disesuaikan dengan model bisnis.

Dengan demikian, 78 persen menunjukkan, AI sudah masuk ke dunia usaha, tetapi belum menjadi bukti bahwa UMKM siap dilayani mesin.

Tantangan berikutnya adalah memastikan data, proses bisnis, SDM dan model usaha cukup matang agar agen AI benar-benar menjadi alat produktivitas dan penjualan.

Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan, lebih dari 90 persen UMKM Indonesia belum memanfaatkan AI secara optimal dalam proses bisnis.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

“Hampir tidak mungkin kita mengurusi puluhan juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Tanah Air dengan pola dan metode konvensional. Kita harus hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi,” kata Maman.

Perbedaan angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan pertentangan. Riset Deloitte mengukur penggunaan sedikitnya satu perangkat AI, sedangkan Maman berbicara mengenai pemanfaatan AI secara optimal dalam proses bisnis.

Justru perbedaan indikator itu memperlihatkan jarak antara mengenal teknologi dan mampu mengintegrasikannya ke dalam kegiatan usaha.(Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

Kemendiktisaintek Apresiasi AirNav Libatkan Perguruan Tinggi

8 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan

8 Oktober 2026 - 21:26 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Thomas Oentoro jadi Dirut Garuda Indonesia, ini Profilnya

8 Oktober 2026 - 18:17 WIB

PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Kespel Masyarakat Pesisir

8 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres No. 27 Tahun 2026 Terkait Ojol

8 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Via wondr, BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private

8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Terminal Kijing Perkuat Peran sebagai Simpul Logistik dan Perdagangan Strategis di Kalbar

8 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Trending di ANJUNGAN