Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

RAGAM

AMY Hadiahi Motor Listrik untuk Guru Inovatif SMA Negeri 1 Kajen Kabupaten Pekalongan

badge-check


 AMY Hadiahi Motor Listrik untuk Guru Inovatif SMA Negeri 1 Kajen Kabupaten Pekalongan Perbesar

Wartatrans.com, PEKALONGAN —Komitmen untuk memberikan apresiasi terhadap inovasi di dunia pendidikan diwujudkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf dengan memberikan hadiah berupa motor listrik kepada Ratno Kumarjaya, guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas inovasi sederhana yang dilakukan Ratno dalam membangun komunikasi antara sekolah, siswa, dan orang tua. Hadiah motor listrik itu kemudian diantarkan secara langsung oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Pekalongan Wahyudi Karyanto ke SMA Negeri 1 Kajen pada 6 Agustus 2026.

Wahyudi mengatakan, inovasi yang dilakukan Ratno menunjukkan bahwa kreativitas seorang guru tidak selalu harus diwujudkan melalui metode yang rumit. Langkah sederhana, apabila dilakukan dengan ketulusan dan berorientasi pada kebutuhan siswa serta orang tua, dapat memberikan dampak positif bagi proses pendidikan.

“Hari ini kami datang langsung ke SMA Negeri 1 Kajen dalam rangka menyampaikan apresiasi dari Presiden PKS terkait dengan prestasi atau sesuatu yang dilakukan istimewa oleh salah satu guru di SMA 1 Kajen, Bapak Ratno Kumar,” ujar Wahyudi.

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan berarti guru lain tidak memiliki prestasi. Menurutnya, apresiasi kepada Ratno justru diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pendidik lainnya untuk terus melakukan inovasi.

“Kami mewakili Presiden PKS AMY menyampaikan apresiasi kepada Pak Kumar. Bukan berarti yang lain tidak berprestasi. Harapannya, ini menjadi pemantik dan penyemangat bagi teman-teman guru yang lain untuk bisa berinovasi dan punya cara-cara sederhana tetapi bermakna bagi anak-anak dan orang tua,” katanya.

Wahyudi menilai, inovasi dalam proses pembelajaran maupun komunikasi dengan wali murid memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hubungan yang baik antara guru, siswa, dan orang tua pada akhirnya dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih positif dan mendorong peningkatan prestasi siswa.

Ratno Kumarjaya mengaku tidak menyangka video singkat mengenai inovasi yang dilakukannya mendapat perhatian hingga kemudian memperoleh apresiasi dari Presiden PKS.

Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut. Bagi Ratno, apresiasi itu bukan semata-mata mengenai hadiah yang diterima, tetapi menjadi dorongan untuk terus memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.

“Ini adalah sesuatu yang saya tidak sangka-sangka, mendapat apresiasi dari Presiden PKS. Saya mengajak teman-teman sesama pendidik untuk terus bersemangat dalam mengajar dan melakukan inovasi walaupun sederhana,” ujar Ratno.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa sesuatu yang terlihat sederhana dalam keseharian seorang guru ternyata dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang. Ratno berharap para guru tidak berhenti berkreasi dan terus mencari pendekatan-pendekatan baru yang dapat membuat proses belajar menjadi lebih bermakna bagi siswa.

Mendorong Budaya Inovasi di Sekolah

Pemberian apresiasi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan kebijakan, tetapi juga oleh kreativitas serta keteladanan para pendidik di ruang kelas.

PKS berharap penghargaan kepada Ratno Kumarjaya dapat menjadi contoh sekaligus motivasi bagi para guru di berbagai daerah untuk menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran maupun dalam membangun komunikasi dengan orang tua siswa.

Langkah tersebut juga sejalan dengan semangat untuk mendorong pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga menjadi penghubung penting antara sekolah, siswa, dan keluarga.

Dengan semakin banyaknya guru yang berani mencoba pendekatan baru, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang lebih kreatif, komunikatif, dan berorientasi pada peningkatan prestasi serta karakter siswa.

Apresiasi kepada Ratno Kumarjaya menjadi contoh bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari langkah sederhana seorang guru, inspirasi dan perubahan positif dapat tumbuh dan menyebar lebih luas.*** (Dull)

Baca Lainnya

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Kejari Langsa Sita Rp250,9 Juta, Pulihkan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase

30 September 2026 - 02:39 WIB

Trending di RAGAM