Menu

Mode Gelap
YPAI dan SKN Gelar Deklarasi Perdamaian Pemuda Lintas Agama di Lenteng Agung Semarak Show Art Melukis di Atas Kaos Meriahkan Peunayong, Sempat Padatkan Jalan Khairil Anwar KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang, Ingatkan Pengendara Jangan Terobos Rel Puluhan Rumah di Kampung Adat Cipta Mulya Sukabumi Ludes Terbakar, 70 KK Terdampak Bukan Soal Bendera atau Agama, NU Peduli Tegaskan Kemanusiaan Tanpa Sekat Hadapi Bencana “Bang Ali, Mungkin Kini Saatnya Aku Memenuhi Permintaanmu”

PERON

KAI Sambut Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi, Perkuat Integrasi TOD dan Mobilitas 12,8 Juta Pelanggan

badge-check


 KAI Sambut Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi, Perkuat Integrasi TOD dan Mobilitas 12,8 Juta Pelanggan Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyambut dimulainya pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi di kawasan Summarecon Bekasi sebagai bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development atau TOD.

Pengembangan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat menuju Stasiun Bekasi yang saat ini melayani perjalanan KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI serta Commuter Line Jabodetabek yang dikelola KAI Commuter.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melakukan groundbreaking pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi di kawasan Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).

AHY mengatakan, pengembangan kawasan perkotaan perlu berorientasi pada sistem transit yang saling terhubung. Integrasi antara transportasi publik, permukiman, pusat kegiatan ekonomi, dan ruang publik dibutuhkan untuk menjawab peningkatan mobilitas masyarakat perkotaan.

“Kota-kota maju dan modern di dunia, yang artinya kota itu juga adalah kota yang produktif, kota yang sehat, semuanya berorientasi pada sistem transit yang saling terhubung satu sama lain,” ujar AHY.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan, pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi menjadi langkah strategis dalam pengembangan jaringan perkeretaapian dan kawasan berbasis TOD. Pengembangan tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas pelayanan, memperkuat integrasi antarmoda, serta memberi lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat Bekasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan Stasiun Bekasi Ekstensi memiliki arti penting karena Stasiun Bekasi mempertemukan dua karakter mobilitas dalam satu kawasan, yaitu perjalanan antarkota menggunakan KA jarak jauh dan lokal serta perjalanan rutin masyarakat menggunakan Commuter Line Jabodetabek.

“Stasiun Bekasi melayani kebutuhan perjalanan yang sangat beragam. Pelanggan memanfaatkannya untuk menuju tempat kerja, sekolah, pusat kegiatan ekonomi, mengunjungi keluarga, hingga melanjutkan perjalanan antarkota. Pengembangan akses stasiun diharapkan membuat perjalanan tersebut semakin mudah dan terhubung,” ujar Anne.

Besarnya peran Stasiun Bekasi terlihat dari aktivitas pelanggan KAI Group. Sepanjang Semester I 2026, stasiun tersebut melayani 12.852.606 pergerakan pelanggan dari layanan KA jarak jauh dan lokal serta Commuter Line Jabodetabek.

Jumlah tersebut meningkat 8,23% dibandingkan Semester I 2025 yang mencatat 11.875.529 pergerakan pelanggan. Dengan demikian, terdapat tambahan 977.077 pergerakan pelanggan dalam satu tahun.

Pada layanan KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, Stasiun Bekasi melayani 1.426.728 aktivitas pelanggan selama Semester I 2026, terdiri atas 724.122 pelanggan naik dan 702.606 pelanggan turun.

Angka tersebut meningkat 11,15% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 1.283.590 aktivitas pelanggan, yang terdiri atas 650.629 pelanggan naik dan 632.961 pelanggan turun.

Secara terperinci, jumlah pelanggan KA jarak jauh dan lokal yang naik dari Stasiun Bekasi bertambah 73.493 pelanggan atau 11,30%. Adapun jumlah pelanggan yang turun meningkat 69.645 pelanggan atau 11,00%.

Perkembangan serupa terjadi pada layanan Commuter Line. Selama Semester I 2026, Stasiun Bekasi melayani 11.425.878 aktivitas pelanggan Commuter Line, terdiri atas 5.812.326 gate in dan 5.613.552 gate out.

Jumlah tersebut meningkat 7,87% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 10.591.939 aktivitas, yang terdiri atas 5.445.065 gate in dan 5.146.874 gate out. Terdapat tambahan 833.939 aktivitas pelanggan Commuter Line dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan pada kedua layanan menunjukkan bahwa Stasiun Bekasi memiliki fungsi penting dalam ekosistem transportasi KAI Group. Stasiun ini menjadi titik keberangkatan dan kedatangan perjalanan antarkota, sekaligus mendukung mobilitas harian masyarakat di wilayah Jabodetabek,” kata Anne.

Penggunaan Commuter Line dari Stasiun Bekasi juga menunjukkan kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah pelanggan yang melakukan gate in tercatat sebanyak 7.076.475 pelanggan pada 2022, kemudian meningkat menjadi 9.426.792 pelanggan pada 2023.

Pada 2024, jumlah gate in kembali meningkat menjadi 10.847.952 pelanggan, kemudian mencapai 11.413.926 pelanggan pada 2025.

Pertumbuhan gate in tercatat sebesar 33,21% pada 2023, kemudian 15,08% pada 2024, dan 5,22% pada 2025. Dalam tiga tahun, jumlah pelanggan yang masuk melalui Stasiun Bekasi bertambah sekitar 4,34 juta pelanggan atau 61,30% dibandingkan 2022.

Sementara itu, layanan KA jarak jauh dan lokal di Stasiun Bekasi sepanjang 2025 melayani 2.615.271 aktivitas pelanggan, terdiri atas 1.329.456 pelanggan naik dan 1.285.815 pelanggan turun.

Menurut Anne, perkembangan tersebut memperlihatkan kebutuhan masyarakat terhadap stasiun yang lebih mudah dijangkau, memiliki kapasitas pelayanan yang memadai, dan terhubung dengan berbagai moda transportasi serta pusat kegiatan di sekitarnya.

Keberadaan Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan membantu mendistribusikan arus pelanggan berdasarkan arah kedatangan. Masyarakat dari kawasan Bekasi Utara dan Summarecon Bekasi dapat memperoleh akses yang lebih dekat menuju layanan kereta api melalui bangunan ekstensi yang terhubung dengan Stasiun Bekasi eksisting.

Pengembangan akses tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, mendukung perjalanan berjalan kaki dan angkutan pengumpan, serta membantu mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar stasiun.

Bagi masyarakat, konektivitas yang lebih baik akan memperluas akses menuju tempat kerja, sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perdagangan, dan kawasan permukiman. Bagi kawasan sekitar, peningkatan aktivitas pelanggan dapat membuka ruang bagi usaha lokal dan UMKM serta mendorong aktivitas ekonomi yang mengikuti pergerakan masyarakat.

“KAI Group akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, regulator, dan mitra pengembang agar pengembangan kawasan sekitar stasiun selaras dengan kebutuhan pelanggan, keselamatan perjalanan, dan integrasi antarmoda. Stasiun diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan memberi manfaat bagi kawasan yang dilayaninya,” tutup Anne.(fahmi)

 

Baca Lainnya

KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang, Ingatkan Pengendara Jangan Terobos Rel

25 Juli 2026 - 22:31 WIB

LRT Jabodebek Sulap Stasiun Jadi Ruang Publik, Gelar Konser Musik Gratis di Stasiun Cawang

25 Juli 2026 - 22:04 WIB

KAI Catat 609 Ribu Pelanggan Lansia Manfaatkan Tarif Reduksi pada Semester I 2026

25 Juli 2026 - 20:50 WIB

Summarecon Bangun Stasiun Bekasi Ekstensi Senilai Rp80 Miliar, TOD Ditargetkan Rampung 18 Bulan

25 Juli 2026 - 08:50 WIB

Hari Anak Nasional 2026, KAI Daop 1 Hadirkan Lomba Kreatif dan Edukasi Sains di Stasiun Gambir

25 Juli 2026 - 08:39 WIB

KAI Uji Performa 2 Kereta Nusantara Explorer, Bakal Hadirkan Konsep Luxury Sleeper

24 Juli 2026 - 21:38 WIB

Akses LRT Jabodebek Harjamukti Bakal Tembus ke Jalan Raya

24 Juli 2026 - 16:03 WIB

LRT Sumsel Genap 8 Tahun, Layani 24,8 Juta Penumpang dan Catat Rata-rata 12 Ribu Pengguna per Hari

24 Juli 2026 - 15:41 WIB

Access by KAI Kuasai 76,34 Persen Penjualan Tiket, Pengguna Tembus 30,4 Juta

24 Juli 2026 - 09:39 WIB

LRT Jabodebek Atasi Keluhan Nyamuk di Stasiun Dukuh Atas

23 Juli 2026 - 22:38 WIB

Trending di PERON