Menu ✖

Mode Gelap
H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pengelolaan Sampah Jawa Barat Tuntas dari Hulu Hingga Hilir WASPADA ! Udara di Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama Masuk Kategori BERBAHAYA pada 9 Oktober 2026 Di Tengah Kekeringan Hampir Empat Bulan, PUPR2KP  Alirkan Air Bersih ke Kampung Lusiferi PERADI: Kantor Hukum Tidak Boleh Menjadi Sarana Menampung atau Menyamarkan Dana Hasil Kejahatan Dedit Cahyo Ponadi Terpilih sebagai Spark KAI Services September 2026 Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

EKOBIS

Jaga Ketahanan dan Kedaulatan Pangan, PTPN I Sabet Anugerah Mahayuga

badge-check


 Penerimaan Anugerah Mahayuga Perbesar

Penerimaan Anugerah Mahayuga

Wartatrans.com, JAKARTA –  Dinilai berkontribusi strategis dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, PT Perkebunan Nusantara I (Persero) sabet Anugerah Mahayuga dari Garuda TV.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati tiga tahun perjalanan Garuda TV di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Ahd (9/8/2026).

Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan diterima langsung Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras.

Anugerah Mahayuga merupakan apresiasi Garuda TV kepada tokoh dan institusi yang dinilai memberikan kontribusi serta dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.

Bagi PTPN I, penghargaan tersebut menegaskan pentingnya peran perkebunan dalam mendukung ketahanan pangan dan energi, pengelolaan aset negara, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi seluruh insan perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas kontribusi bagi negara.

“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang PTPN I, tetapi tentang seluruh insan perkebunan yang terus menjaga amanah negara. Perkebunan memiliki posisi strategis karena menyangkut pangan, energi, lapangan kerja, ekonomi masyarakat, sekaligus pengelolaan aset negara,” ungkapnya.

Menurutnya, mandat PTPN I tidak berhenti pada produksi komoditas saja.

Pengelolaan perkebunan harus mampu meningkatkan produktivitas aset, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial secara berkelanjutan.

Karena itu, PTPN I terus melanjutkan transformasi perusahaan melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi, sumber daya manusia, serta peningkatan kinerja operasional dan finansial.

Transformasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hilirisasi dan rantai nilai komoditas, sehingga perkebunan tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dan memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Tantangannya bukan sekadar bagaimana menghasilkan komoditas, tetapi bagaimana seluruh rantai nilai perkebunan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional,” ujar Rivai.

Dalam proses tersebut, PTPN I menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai satu kesatuan dalam pengelolaan aset negara. Prinsip keberlanjutan menjadi fondasi agar aset perkebunan tetap produktif dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Tugas kita adalah memastikan warisan aset negara ini tetap produktif, lestari, dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” katanya.

Dedikasi bagi Insan PTPN I
Rivai menegaskan Anugerah Mahayuga dipersembahkan kepada seluruh insan PTPN I yang terus menjaga produktivitas perkebunan, mengelola aset negara, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

“Setiap jengkal lahan yang kita kelola, setiap komoditas yang kita hasilkan, dan setiap nilai tambah yang kita ciptakan harus bermuara pada kontribusi bagi Indonesia,” imbuh dia.

Selain PTPN I, Anugerah Mahayuga juga diberikan kepada sejumlah tokoh dan institusi dalam berbagai kategori, di antaranya Dr. Taufiq Supriyadi, Harita Nickel, Melan Achmad, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, PT PLN (Persero), Musim Mas, dan Rosita Istiawan.

Bagi PTPN I, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk semakin menegaskan posisi perkebunan sebagai bagian strategis dari pembangunan nasional, produktif dalam mengelola aset, progresif dalam menciptakan nilai tambah, dan berkelanjutan dalam memberikan manfaat bagi Indonesia. (omy)

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan

6 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi

4 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Trending di ANJUNGAN