Menu ✖

Mode Gelap
Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik El Nino Sangat Kuat, 669 Hotspot Terdeteksi di Fakfak

PERON

Tragedi di Stasiun Jurangmangu, Siswi SMA Tewas Tertemper KRL

badge-check


 Tragedi di Stasiun Jurangmangu, Siswi SMA Tewas Tertemper KRL Perbesar

Wartatrans.com, TANGERANG SELATAN – Seorang pelajar perempuan berinisial A (16) meninggal dunia setelah terjatuh dari peron dan tertemper Commuter Line (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026).

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, korban ditemukan di area rel Stasiun Jurangmangu. Polisi masih meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mengetahui kronologi kejadian.

“Korban ditemukan di area rel tersebut berjenis kelamin perempuan. Kami masih meminta keterangan dari pihak di Stasiun Jurangmangu,” ujar Bambang, Senin (10/8/2026).

Bambang mengatakan, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab korban terjatuh ke area rel. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, bukti, dan petunjuk yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Tidak bisa berandai-andai. Ini kita melakukan proses penyelidikan secara ilmiah yang bisa mengetahui penyebabnya seperti apa dan hasil dari korelasi keterangan para Saksi yang dilakukan serta bukti dan petunjuk yang ada,” jelas Bambang.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSU Tangerang Selatan. Proses evakuasi dilakukan melalui koordinasi antara petugas kepolisian dan pihak Stasiun Jurangmangu.

“Kami akan berkoordinasi dengan pengelola stasiun untuk upaya motogasi dan mengingatkan pengguna jasa kereta api agar lebih berhati-hati,” kata Bambang.

Korban Dikenal Beretika Baik

Korban diketahui merupakan siswi kelas X di salah satu sekolah swasta di wilayah Tangerang Selatan. Pihak sekolah menyebut korban sebagai sosok yang hangat, beretika baik, dan mudah beradaptasi.

Salah satu pengurus sekolah berinisial I mengatakan, selama mengikuti pendidikan, korban tidak pernah tercatat memiliki persoalan akademik maupun sosial.

“Almarhumah itu pribadi yang hangat, beretika baik, dan mudah beradaptasi,” tutur I saat ditemui di lokasi, Selasa (11/8/2026).

Menurut I, pihak sekolah juga tidak menemukan adanya persoalan seperti perundungan atau bullying yang dialami korban.

“Insyaallah saya pastikan tidak pernah ada (masalah), mau itu bullying, mau itu tugas-tugas dan lainnya. Karena baru kelas X juga, anak-anak masih diberikan kenyamanan untuk beradaptasi di lingkungan sekolah,” ujar I.

Salah satu hal yang dikenang pihak sekolah adalah surat tulisan tangan yang diberikan korban kepada gurunya setelah kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Surat tersebut berisi ucapan terima kasih dan doa yang ditulis secara pribadi.

Kerabat korban juga menyampaikan bahwa korban tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memberikan perhatian dan kasih sayang.

“Bener-bener disayang mati anak ini. Sayang dan sangat diperhatikan,” ungkap salah satu kerabat di rumah duka.

Sekolah Berikan Pendampingan kepada Siswa

Peristiwa tersebut turut memberikan dampak emosional bagi siswa di sekolah korban. Pihak sekolah kemudian menyiapkan pendampingan dan penguatan bagi para siswa, terutama teman-teman korban.

Pendampingan diberikan setelah kegiatan belajar mengajar untuk membantu siswa menghadapi kondisi emosional setelah kehilangan salah satu teman mereka.

“Hari ini kemungkinan setelah pulang sekolah, nanti kita ada memberikan penguatan kepada anak-anak,” tutur salah seorang tenaga pendidik di sekolah tersebut.

“Karena kan ini kaitannya dengan Gen Z ya, yang memang cara penyampaiannya, kemudian memberikan motivasi itu penting banget. Nanti ada penguatan dari kepala sekolah dan juga wakil kepala sekolah,” imbuhnya.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Polisi masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Tim Identifikasi Polres Tangerang Selatan bersama jajaran Reskrim terus mengumpulkan informasi untuk mengetahui penyebab korban terjatuh hingga tertemper KRL.

Bambang menegaskan, pihaknya tidak ingin menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh bukti dan keterangan dianalisis melalui proses penyelidikan.

“Dugaan sementara tidak bisa berandai-andai. Kita lakukan proses penyelidikan secara ilmiah yang bisa mengetahui penyebabnya, hasil korelasi keterangan para saksi, serta bukti petunjuk yang ada,” jelas Bambang.

Di rumah duka, suasana haru menyelimuti kediaman korban di wilayah Ciputat Timur. Sejumlah guru, teman sekolah, dan kepala sekolah datang untuk bertakziah serta memberikan penghormatan terakhir kepada korban dan dukungan kepada keluarga.

Proses penyelidikan masih dilakukan oleh jajaran Reskrim Polres Tangerang Selatan. Keluarga juga meminta masyarakat mendoakan korban serta menghormati privasi keluarga selama masa berkabung.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas

1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

1 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

1 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

Trending di PERON