Wartatrans.com, JAKARTA – Grab Indonesia resmi meluncurkan GrabAcademy sebagai wadah pembelajaran bagi para mitra untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha dan sumber penghasilan baru.
Peluncuran bertajuk “GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas” tersebut digelar bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan setiap mitra memiliki mimpi dan aspirasi yang berbeda. Karena itu, GrabAcademy dirancang untuk memberikan pilihan bagi mitra dalam mengembangkan kemampuan maupun merintis usaha.
“Kami dengan teman-teman mitra semua, setiap orang, setiap rekan-rekan mitra mempunyai mimpi yang berbeda. Ada yang mimpi dari dua roda menjadi empat roda. Pengemudi bener, ada gak disini? Ada. Ada yang dari pengemudi dua roda, pengemudi empat roda mau jadi mitra merchant. Ada gak disini? Ada,” kata Neneng saat peluncuran GrabAcademy di Jakarta Timur, Selasa (11/7/2026).
Menurut Neneng, terdapat pula mitra yang ingin mengembangkan diri sebagai kreator digital, instruktur bagi sesama mitra pengemudi, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Semangat itulah yang kami ingin hadirkan melalui Grab Academy disini, Grab Academy itu untuk semua mitra-mitra yang ingin naik kelas, mereka semua punya opsi. Mereka punya opsi, mereka mau menjadi apa,” ujarnya.
Neneng menjelaskan, perjalanan GrabAcademy sebenarnya telah dimulai sejak 2018 sebagai wadah pelatihan bagi mitra. Hingga saat ini, sebanyak 1,15 juta mitra pengemudi telah mengakses GrabAcademy dan lebih dari 204 ribu di antaranya telah menyelesaikan seluruh modul.
“Karena itu hari ini Pak, kami ingin menggukuhkan atau meresmikan bahwa Grab Academy ini menjadi wadah untuk para mitra naik kelas,” kata Neneng.
Ia memaparkan sejumlah capaian pengembangan mitra melalui berbagai program. Sepanjang 2026, sebanyak 6.598 mitra telah berkembang dari GrabBike menjadi GrabCar.
Selain itu, hampir 20 ribu mitra telah berkembang menjadi mitra pengusaha. Program beasiswa yang diberikan kepada mitra maupun anak mitra melalui kerja sama dengan BenihBaik dan Universitas Terbuka juga telah menjangkau lebih dari 4.700 penerima.
Sementara itu, sebanyak 14.271 mitra kreator telah menyelesaikan modul pembelajaran. Lebih dari 200 mitra terpilih juga telah mengikuti program workshop.
Di sisi lain, lebih dari 1.100 mitra berminat menjadi instruktur pelatihan, dengan sekitar 183 orang telah menyelesaikan modul yang disediakan.
Grab juga mendorong pengembangan kapasitas mitra merchant. Sebanyak 1.200 mitra merchant telah mengikuti pelatihan tatap muka yang digelar di Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, dan Yogyakarta.
Untuk pembelajaran daring, GrabAcademy telah menjangkau sekitar 14 ribu mitra merchant melalui 10 kelas yang dilaksanakan setiap pekan.
“Kami benar-benar ingin semua mitra naik kelas. Nah, bagi kami tentunya naik kelas itu berarti membuka lebih banyak pilihan bagi mitra untuk belajar, mencoba hal baru, terus berkembang, dan tentunya memiliki sumber pehasilan yang tentunya sesuai dengan aspirasi masing-masing mitra,” ujar Neneng.
Menurut dia, konsep tersebut menjadi makna dari “peluang tanpa batas”, yakni menghadirkan lebih banyak pilihan bagi mitra untuk menentukan masa depan.
“Jadi menghadirkan tentunya lebih banyak jalan bagi mitra untuk menentukan masa depannya,” katanya.
Neneng menambahkan, semangat GrabAcademy juga sejalan dengan arahan pemerintah terkait pengakuan dan pemberdayaan mitra pengemudi sebagai pengusaha mikrotransportasi online.
“Kami sangat menyambut positif kebijakan tersebut karena tentunya bisa memperluas akses buat teman-teman mitra di sini sehingga tentunya dapat membuka peluang yang jauh lebih besar untuk tentunya mengembangkan kapasitas, tentunya memperkuat usaha, dan yang paling akhir adalah untuk naik kelas, menatap masa depan,” ucapnya.
Ia menyebut GrabAcademy merupakan wujud nyata komitmen Grab terhadap Indonesia. Grab juga telah menyiapkan investasi lebih dari Rp100 miliar pada 2026 untuk pengembangan dan keamanan para mitra.
“Grab Akademi ini adalah wujud nyata dan ini adalah babak ketiga dari komitmen Grab untuk Indonesia. Investasi kami pada waktu saya ingat pada bulan Januari beserta Menteri UMKM kami bilang bahwa tahun ini lebih dari 100 miliar untuk pengembangan dan untuk keamanan semua para mitra kami,” kata Neneng.
Ke depan, Grab berharap GrabAcademy dapat terus berkembang menjadi ruang bagi mitra untuk menyampaikan aspirasi, belajar, mencoba hal baru, sekaligus membuka lebih banyak pilihan masa depan.
“Tentunya kami berharap bahwa Grab Akademi menjadi ruang yang terus tumbuh bersama, membuat tempat untuk para mitra memberikan aspirasinya, ruang untuk belajar, ruang untuk mencoba, dan juga untuk membuka lebih banyak pilihan masa depan,” ujarnya.
Grab juga akan memperluas kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, komunitas UMKM, serta mitra strategis lainnya untuk memperluas manfaat GrabAcademy bagi para mitra.
Lima Jalur GrabAcademy bagi Mitra Pengemudi
Program “Naik Kelas” dirancang untuk mendukung beragam aspirasi Mitra Pengemudi melalui lima jalur pengembangan:
1.Mitra Melaju
Membuka peluang bagi Mitra GrabBike yang memenuhi persyaratan untuk beralih menjadi Mitra GrabCar, salah satunya melalui program sewa kendaraan. Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 Mitra Pengemudi telah bertransisi ke roda empat.
2.Mitra Pengusaha
Memberikan pembelajaran bagi Mitra Pengemudi yang ingin merintis atau mengembangkan usaha kuliner menjadi Mitra Merchant. Materinya mencakup pengenalan dasar usaha, pemanfaatan sarana digital, pengelolaan operasional, serta penggunaan ekosistem GrabMerchant untuk mendukung pertumbuhan usaha. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 Mitra Pengemudi telah bertransisi menjadi Mitra Merchant.
3.Beasiswa Mitra
Membuka akses bagi 4.732 Mitra dan anak Mitra untuk melanjutkan pendidikan tinggi, salah satunya dengan kemitraan bersama Universitas Terbuka dan disalurkan oleh Benihbaik.com. Para mitra dapat melanjutkan pendidikan sambil tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, melalui GrabScholar, sejak 2022 Grab telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan Rp25,8 miliar, termasuk keluarga Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, serta masyarakat umum. Program ini merupakan bagian dari inisiatif GrabForGood yang telah diperluas ke lima negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Secara keseluruhan, Indonesia menjadi kontributor terbesar atau hampir 70% dari total dampak program di Asia Tenggara.
4.Mitra Kreator
Membekali Mitra Pengemudi dengan pengetahuan dasar untuk membangun kehadiran digital dan mengembangkan konten. Materinya mencakup pengembangan persona, pencarian ide, dasar-dasar produksi dan penyuntingan video, pengelolaan interaksi dengan audiens, serta pengenalan peluang monetisasi. Sekitar 14.721 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul pelatihan, dan lebih dari 200 Mitra Pengemudi telah terpilih untuk mengikuti workshop. Melalui jalur ini, para mitra didorong untuk mengolah pengalaman dan kreativitas menjadi karya yang bernilai sekaligus menjajaki peluang penghasilan tambahan.
5.Mitra Instruktur
Memberikan kesempatan kepada Mitra Pengemudi berpengalaman yang memiliki kemampuan komunikasi baik untuk berbagi pengetahuan, memberikan pelatihan, serta membimbing Mitra Pengemudi lainnya. Lebih dari 1.100 Mitra Pengemudi telah menunjukkan minat untuk mengikuti jalur ini, dan sekitar 183 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul dan program pelatihan.(fahmi)































