
Warttatrans.com, JAKARTA – Kepatuhan terhadap regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen maupun sertifikasi. Kepatuhan harus benar-benar diwujudkan dalam praktik operasional di lapangan, mulai dari kondisi kapal, perilaku awak kapal, penerapan sistem manajemen, hingga aspek keamanan kapal dan pelabuhan.

Hal tersebut disampaikan Fourmansyah, Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok dalam gelaran Sidang Terbuka Promosi Doktor Muhammad Taris Hasibuan di Fakultas Manajemen dan Bisnis, Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Fourmansyah menegaskan bahwa sertifikasi pada dasarnya merupakan salah satu instrumen untuk memastikan kapal dan perusahaan memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan. Namun, sertifikat tidak dapat dipandang sebagai tujuan akhir dari penerapan standar keselamatan dan keamanan pelayaran.



“Prinsip utamanya jelas, kepatuhan tidak boleh berhenti pada dokumen dan sertifikasi, tetapi harus diwujudkan dalam kondisi kapal, perilaku awak kapal, sistem manajemen, keamanan kapal dan pelabuhan, serta penegakan operasional di lapangan,” ujarnya.
Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu Muhammad Taris Hasibuan menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, khususnya Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas 1 Tanjung Priok yang telah memberikan dukungan dalam perjalanan akademik dan pengabdianya.
Pencapaian akademik tersebut diraih melalui penelitian yang mengkaji peran penilaian risiko, kepatuhan terhadap International Safety Management (ISM) Code dan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code terhadap risiko serta keselamatan pelayanan.
Dengan diraihnya gelar doktor dari ITL Trisakti, Muhammad Taris Hasibuan diharapkan dapat terus memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor transportasi dan logistik Indonesia, khususnya melalui penerapan pendekatan berbasis risiko serta peningkatan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keamanan internasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, keluarga, dan rekan-rekan Pangkalan PLP Tanjung Priok. (ahmad)




























