Menu

Mode Gelap
Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera OJK: Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

RAGAM

Pakar Energi Surya Darma Dorong Gas Andaman Mendarat di Arun demi Kebangkitan Industri Aceh

badge-check


 Pakar Energi Surya Darma Dorong Gas Andaman Mendarat di Arun demi Kebangkitan Industri Aceh Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pakar geologi dan energi, Dr. Ir. Surya Darma, MBA, menyerukan agar gas hasil penemuan Lapangan Tangkulo-1 di Cekungan Andaman Selatan didaratkan ke kawasan Arun, Lhokseumawe, Aceh. Menurutnya, langkah tersebut merupakan pilihan strategis untuk memperkuat industrialisasi nasional, meningkatkan ketahanan energi, serta mewujudkan pemerataan pembangunan di Aceh.

Dalam opini bertajuk “Menguji Keadilan di Laut Andaman: Mengapa Gas Tangkulo Harus Mendarat di Arun?”, Surya Darma menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya gas raksasa di Laut Andaman tidak boleh hanya berorientasi pada percepatan produksi dan keuntungan komersial semata. Pemerintah, katanya, perlu mempertimbangkan aspek keadilan ekonomi serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat Aceh.

Menurut Surya Darma, kawasan Arun memiliki keunggulan karena masih didukung infrastruktur strategis bekas kilang LNG yang dapat direvitalisasi. Pemanfaatan kembali fasilitas yang telah ada dinilai jauh lebih efisien dibandingkan membangun fasilitas baru di tengah laut yang membutuhkan investasi besar.

“Arun memiliki sejarah panjang sebagai pusat industri energi nasional. Infrastruktur yang ada harus dimanfaatkan kembali agar mampu menjadi motor kebangkitan ekonomi Aceh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendaratan gas Andaman ke Arun akan membuka peluang besar bagi pengembangan industri hilir berbasis gas. Selain mendukung operasional Pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM), pasokan gas juga dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik PLN Belawan serta pengembangan kawasan industri petrokimia terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Lebih lanjut, Surya Darma menyebutkan bahwa pengembangan industri hilir dapat menghasilkan berbagai produk bernilai tambah tinggi seperti LPG, metanol, amonia, dimethyl ether (DME), hidrogen, polietilena, polipropilena, hingga berbagai produk petrokimia lainnya.

“Nilai tambah ekonomi dari hilirisasi jauh lebih besar dibandingkan jika gas hanya diekspor dalam bentuk LNG. Industri hilir akan menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing industri nasional,” katanya.

Dalam pandangannya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas perlu mewajibkan pembangunan pipa bawah laut menuju Arun dalam revisi Plan of Development (PoD) Lapangan Andaman Selatan. Selain itu, Kementerian Keuangan bersama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan kembali aset-aset eks-Arun dan memberikan berbagai insentif fiskal guna menarik investasi industri hilir.

Surya Darma juga mengajak Pemerintah Aceh, kalangan akademisi, dunia usaha, serta masyarakat Aceh di perantauan untuk bersinergi mengawal kebijakan tersebut. Menurutnya, dukungan dapat dilakukan melalui diplomasi, penyusunan regulasi yang kondusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga promosi investasi kepada calon investor.

Meski mengakui pembangunan fasilitas darat membutuhkan investasi tambahan dan berpotensi menggeser jadwal produksi selama satu hingga dua tahun, ia menilai manfaat ekonomi jangka panjang yang akan diperoleh Aceh dan Indonesia jauh lebih besar.

“Keberhasilan proyek South Andaman tidak boleh hanya diukur dari seberapa cepat gas diekspor. Ukuran keberhasilannya adalah tumbuhnya industri hilir, hidupnya kembali kawasan Arun, serta terciptanya lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tegasnya.

Di akhir opininya, Surya Darma mengingatkan agar penemuan cadangan gas besar di Laut Andaman tidak mengulangi pengalaman masa lalu, ketika kekayaan alam melimpah tidak sepenuhnya menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat di daerah penghasil.

“Momentum besar ini harus menjadi titik balik kebangkitan ekonomi Aceh. Gas Andaman harus menjadi energi bagi pembangunan, bukan sekadar komoditas ekspor,” pungkasnya.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera

19 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Kids Fest 2026 Hadir di Takengon, Ajak Keluarga Isi Liburan dengan Lomba dan Edukasi Anak

18 Agustus 2026 - 19:33 WIB

9 Bulan Tak Digaji, 60 Honorer Damkar Gayo Lues Pertanyakan Kejelasan Pemda

18 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Trending di RAGAM