Wartatrans.com, JAKARTA – Sinergi antara PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Danantara terus menunjukkan hasil positif. Tidak hanya memperkuat fondasi bisnis dan tata kelola perusahaan, kolaborasi ini juga memperluas jangkauan pemberdayaan bagi jutaan perempuan pelaku usaha ultra mikro di berbagai pelosok Indonesia.
Hingga saat ini, PNM telah melayani 23,1 juta nasabah, yang sebagian besar merupakan perempuan dari keluarga prasejahtera. Jumlah tersebut menjadi bukti nyata besarnya peran PNM dalam membuka akses pembiayaan dan pendampingan bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan formal.

Dalam beberapa bulan terakhir, penguatan sistem tata kelola dan transparansi menjadi salah satu fokus utama PNM bersama Danantara. Penyajian data dan informasi perusahaan kini semakin mengedepankan akurasi dan kondisi faktual di lapangan sehingga mampu mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan bertanggung jawab.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan program pemberdayaan yang dijalankan tetap berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat. Di saat yang sama, kualitas pembiayaan dan pendampingan usaha juga terus ditingkatkan agar mampu mendorong pertumbuhan usaha para nasabah secara berkesinambungan.
COO Danantara yang juga menjabat Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja perusahaan-perusahaan BUMN yang mampu mencatatkan capaian di atas target, termasuk PNM. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama dalam menerapkan tata kelola yang baik dan transparan.
Sementara itu, Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan bahwa tujuan utama perusahaan bukan sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Setiap pertumbuhan yang dicapai PNM harus bermuara pada bertambahnya kesempatan bagi perempuan prasejahtera untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya,” kata Kindaris baru baru ini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui perluasan jaringan layanan hingga ke wilayah pedesaan dan kawasan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Kehadiran PNM di daerah-daerah tersebut membuka peluang bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan memperoleh akses modal usaha maupun pendampingan kewirausahaan.
Menurut Kindaris, keberadaan Danantara memberikan dukungan yang semakin memperkuat langkah PNM dalam menghadirkan program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa manfaat pembiayaan dan pemberdayaan dapat dirasakan secara merata, baik oleh masyarakat di kota maupun mereka yang berada di daerah terpencil,” ujarnya.*** (Byl)






























