Wartatrans.com, BENER MERIAH – Keputusan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, yang kembali menutup akses Jalan Enang-Enang untuk umum menuai kekecewaan dari masyarakat.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Zulkarnaini di hadapan warga yang selama ini bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya.

Senin (22/6/2026), ia meminta masyarakat menghentikan aktivitas di jalur tersebut dan beralih menggunakan Jalan Wer Lah.
“Jalan ini kita stop, beralih ke jalan Wer Lah, demi keselamatan kita semua,” ujar Zulkarnaini.
Pernyataan tersebut disaksikan langsung oleh Syahrial, tokoh utama yang menggagas pembukaan kembali Jalan Enang-Enang. Dengan nada sedih, ia menyatakan tetap ingin melanjutkan pengaspalan karena pekerjaan sudah hampir selesai dan dana dari para donatur telah digunakan untuk membiayai pekerjaan tersebut.
“Kami tetap melanjutkan pengaspalan, karena sedikit lagi siap. Uang donasi sudah kami bayarkan untuk itu,” ungkap Syahrial.
Menanggapi hal tersebut, Zulkarnaini menilai upaya pengaspalan yang dilakukan warga berpotensi sia-sia karena kondisi jalan masih rawan dan belum layak digunakan.
“Nanti percuma bapak mengaspal, ini saya lihat, sekali hujan dibawa semua,” ujarnya.
Ia juga meminta agar para donatur memahami keputusan penghentian pekerjaan tersebut.
“Sampaikan pada donatur, sudah di-stop oleh saya dari BPJN. Uang yang sudah terkumpul mungkin bisa bapak gunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat,” sambungnya.
Warga mengaku kecewa karena tenaga, harta, dan pemikiran yang telah mereka curahkan untuk membuka kembali akses jalan tersebut seolah tidak dihargai.
Mereka menilai, selama tujuh bulan pascabencana longsor dan banjir, belum terlihat adanya aktivitas perbaikan yang signifikan dari BPJN Aceh.
Menurut masyarakat, pembukaan jalan secara swadaya dilakukan demi memperlancar perekonomian dan mobilitas warga yang selama ini terganggu akibat terputusnya akses transportasi.
Namun, ketika masyarakat berinisiatif memperbaiki jalur tersebut, akses itu justru kembali dihentikan dan ditutup untuk umum.
Masyarakat berharap pemerintah dan BPJN Aceh segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki Jalan Enang-Enang agar dapat kembali digunakan dengan aman.
Mereka juga meminta kepastian mengenai kapan perbaikan permanen akan dilakukan sehingga masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.*** (Kamaruzzaman)


























