Wartatrans.com, TAKENGON – Musibah kebakaran kembali mengguncang warga Kampung Paya Tumpi I, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.
Satu unit rumah milik Amri (46) ludes dilalap si jago merah pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 08.14 WIB.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi Amri dan keluarganya. Pasalnya, beberapa menit sebelum kebakaran terjadi, Amri bersama istri dan keluarganya baru saja berangkat menuju kebun mereka di wilayah Pegasing.
Sekitar pukul 07.40 WIB, Amri meninggalkan rumah seperti hari-hari biasanya untuk bekerja di kebun. Namun, belum lama berada di perjalanan, telepon genggamnya berdering. Di seberang telepon, seorang tetangga mengabarkan bahwa api telah membakar rumahnya.
Mendengar kabar tersebut, Amri sontak terkejut dan panik. Tanpa berpikir panjang, ia langsung memutar arah untuk kembali ke rumah. Dalam perjalanan, kepanikan yang menyelimuti dirinya membuat Amri hampir menabrak seorang pengendara sepeda motor.
“Begitu mendapat telepon, saya langsung lemas. Saya tidak menyangka rumah saya terbakar. Di jalan saya hanya ingin cepat sampai,” ungkap Amri dengan nada sedih.
Namun takdir berkata lain. Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan melalap hampir seluruh bagian rumah. Amri hanya bisa berdiri menyaksikan rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh bersama keluarganya habis dilahap si jago merah.
Selain menghanguskan bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari papan, kebakaran tersebut juga memusnahkan berbagai barang berharga milik keluarga Amri, di antaranya satu unit sepeda motor dan lima unit mesin jahit yang menjadi sumber penghasilan keluarga.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena bangunan rumah didominasi material kayu, kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Petugas dari BPBD Aceh Tengah kemudian mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air ke lokasi kejadian. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke rumah warga lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik dan sumber api di rumah dalam kondisi aman.
Musibah yang menimpa keluarga Amri menjadi pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja dan tanpa diduga. Dalam hitungan menit, rumah yang dibangun bertahun-tahun dapat lenyap menjadi abu.*** (Kamaruzzaman)






























