Wartatrans.com, TAKENGON – Sebanyak 14 bendera negara peserta Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV dilukis pada tangkai bunga Renggali sebagai bagian dari dekorasi panggung kegiatan sastra internasional yang akan berlangsung di Takengon, Aceh Tengah.
Dekorasi unik tersebut akan menghiasi panggung parade baca puisi dan berbagai pertunjukan seni budaya Gayo selama pelaksanaan PPN XIV.

Ketua Panitia PPN XIV Kabupaten Aceh Tengah, Purnama K. Ruslan, didampingi Wakil Ketua Yusrizal, S.Pd, Minggu (21/6/2026), menjelaskan bahwa ke-14 bendera tersebut merupakan representasi negara-negara peserta yang akan hadir di Tanah Gayo.
“Keempat belas bendera tersebut adalah representasi dari negara-negara peserta Pertemuan Penyair Nusantara XIV yang akan hadir ke Tanah Gayo. Lukisan ini dikreasikan oleh salah seorang panitia sebagai bagian dari dekorasi panggung,” ujar Purnama di Sekretariat Panitia PPN XIV, Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh Tengah, Pinangan, Kecamatan Bebesen.
Sementara itu, Ketua Kurator 14 Negara PPN XIV, Dr. Salman Yoga S, mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan sebagai upaya memperkenalkan budaya Gayo sekaligus kekayaan hayati daerah kepada para tamu mancanegara.
Menurutnya, perpaduan antara simbol negara peserta dengan bunga Renggali menjadi media promosi budaya yang sarat makna, memperlihatkan bagaimana identitas lokal dapat berdialog dengan keberagaman bangsa-bangsa yang hadir dalam perhelatan sastra tersebut.
Karya tersebut dibuat oleh Hairunsyah, pimpinan Sanggar Lisik Takengon yang juga anggota Komunitas Teater Reje Linge. Seniman kelahiran Ratawali, September 1982, itu mengaplikasikan lukisan bendera pada media triplek berbentuk persegi panjang dengan konsep bunga Renggali.
Adapun 14 negara yang divisualisasikan melalui lukisan bendera tersebut meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Turki, Vietnam, Kamboja, Laos, Filipina, Myanmar, Timor-Leste, Jepang, dan Tanzania.
Dalam karya itu, setiap bendera digambarkan sebagai daun sekaligus bunga yang tumbuh pada tangkai Renggali yang ramping menyerupai lidi. Konsep tersebut mengandung pesan tentang kebersamaan, kesederhanaan, dan pluralisme budaya.
Bunga Renggali sendiri merupakan salah satu anggrek endemik Gayo yang kini semakin langka. Selain dikenal sebagai ikon budaya masyarakat Gayo, bunga ini juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak seniman di daerah penghasil kopi tersebut.
Melalui simbol tangkai kecil yang mampu menopang beragam warna dan identitas bangsa, dekorasi panggung PPN XIV menyampaikan pesan bahwa perbedaan dapat tumbuh dalam harmoni, sebagaimana harum bunga Renggali yang menyatukan keindahan alam dan budaya Tanah Gayo.*** (Jasa)






























