Menu

Mode Gelap
Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera OJK: Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

RAGAM

PAPPINDO, AKGI, dan P2MI Dorong PMI Menjadi SDM Unggul Berdaya Saing Global

badge-check


 PAPPINDO, AKGI, dan P2MI Dorong PMI Menjadi SDM Unggul Berdaya Saing Global Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Perkumpulan Pengusaha Pekerja Indonesia (PAPPINDO), Asosiasi Kompetensi Global Indonesia (AKGI), dan Perkumpulan Pelita Migran Indonesia (P2MI) memperkuat sinergi dalam mengembangkan ekosistem Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lebih profesional, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.

Ketiga organisasi tersebut menilai bahwa peran PMI saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi sebagai pencari nafkah di luar negeri. PMI dipandang sebagai bagian penting dalam strategi pembangunan SDM Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum PAPPINDO sekaligus Ketua Umum AKGI, H. Faisal Nawawi, bersama Ketua Umum P2MI Upiyadi Mouslekh, SH., MH., menegaskan bahwa pengalaman bekerja di luar negeri dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan global, serta memperkuat karakter generasi muda Indonesia.

“Melalui jalur migrasi kerja yang legal dan terencana, para PMI memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, menguasai bahasa asing, memperoleh pendidikan lanjutan, hingga membangun jaringan internasional yang akan menjadi modal berharga bagi masa depan mereka,” ujar Faisal Nawawi.

Menurutnya, banyak negara tujuan yang menawarkan berbagai program pengembangan diri, termasuk skema pendidikan sambil bekerja, pelatihan profesional, dan sertifikasi kompetensi yang dapat menunjang karier jangka panjang para pekerja migran.

Karena itu, PMI perlu dipandang sebagai aset bangsa yang sedang mengembangkan kapasitas globalnya. Pengalaman internasional yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat membuka peluang bagi mereka untuk menjadi profesional, akademisi, peneliti, pengusaha, maupun tenaga ahli di berbagai sektor strategis ketika kembali ke Indonesia.

Selain fokus pada peningkatan keterampilan kerja, PAPPINDO, AKGI, dan P2MI juga mendorong para PMI untuk memperkuat literasi keuangan serta mengembangkan kemampuan di bidang kewirausahaan, investasi, perdagangan internasional, teknologi, dan berbagai kompetensi global lainnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar keberhasilan PMI tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri, tetapi juga dari kemampuan mereka membangun usaha produktif dan menciptakan sumber penghasilan berkelanjutan setelah masa kontrak kerja berakhir.

Di sisi lain, ketiga organisasi mengakui bahwa PMI memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang dikirimkan kepada keluarga di tanah air. Dana tersebut terbukti membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pendidikan, serta menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah.

Untuk itu, PAPPINDO, AKGI, dan P2MI berkomitmen memperluas program edukasi dan pendampingan bagi calon pekerja migran maupun keluarga mereka. Sosialisasi dilakukan guna memberikan pemahaman tentang pentingnya migrasi kerja yang aman, legal, dan berbasis kompetensi.

Ketiga organisasi juga berharap pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat dukungan melalui penyederhanaan layanan administrasi serta peningkatan akses informasi bagi calon PMI. Menurut mereka, masih terdapat sejumlah tantangan terkait sinkronisasi persyaratan antara kebutuhan negara tujuan dengan prosedur yang berlaku di dalam negeri.

Melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat, diharapkan dapat tercipta sistem migrasi kerja yang lebih efektif dan mudah diakses oleh generasi muda Indonesia.

Dengan semangat belajar, bekerja, dan mengembangkan diri di tingkat global, PAPPINDO, AKGI, dan P2MI optimistis para PMI akan menjadi agen perubahan yang membawa pulang ilmu pengetahuan, pengalaman internasional, serta jejaring global yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Sinergi ketiga organisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi PMI yang tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga menjadi pemimpin masa depan, akademisi, profesional, dan pengusaha yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.*** (Byl)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera

19 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Kids Fest 2026 Hadir di Takengon, Ajak Keluarga Isi Liburan dengan Lomba dan Edukasi Anak

18 Agustus 2026 - 19:33 WIB

9 Bulan Tak Digaji, 60 Honorer Damkar Gayo Lues Pertanyakan Kejelasan Pemda

18 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Trending di RAGAM