Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Dorong Penguatan Kolaborasi Ekosistem Maritim Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

RAGAM

PAPPINDO, AKGI, dan P2MI Dorong PMI Menjadi SDM Unggul Berdaya Saing Global

badge-check


 PAPPINDO, AKGI, dan P2MI Dorong PMI Menjadi SDM Unggul Berdaya Saing Global Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Perkumpulan Pengusaha Pekerja Indonesia (PAPPINDO), Asosiasi Kompetensi Global Indonesia (AKGI), dan Perkumpulan Pelita Migran Indonesia (P2MI) memperkuat sinergi dalam mengembangkan ekosistem Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lebih profesional, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.

Ketiga organisasi tersebut menilai bahwa peran PMI saat ini telah berkembang jauh melampaui fungsi sebagai pencari nafkah di luar negeri. PMI dipandang sebagai bagian penting dalam strategi pembangunan SDM Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum PAPPINDO sekaligus Ketua Umum AKGI, H. Faisal Nawawi, bersama Ketua Umum P2MI Upiyadi Mouslekh, SH., MH., menegaskan bahwa pengalaman bekerja di luar negeri dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan global, serta memperkuat karakter generasi muda Indonesia.

“Melalui jalur migrasi kerja yang legal dan terencana, para PMI memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, menguasai bahasa asing, memperoleh pendidikan lanjutan, hingga membangun jaringan internasional yang akan menjadi modal berharga bagi masa depan mereka,” ujar Faisal Nawawi.

Menurutnya, banyak negara tujuan yang menawarkan berbagai program pengembangan diri, termasuk skema pendidikan sambil bekerja, pelatihan profesional, dan sertifikasi kompetensi yang dapat menunjang karier jangka panjang para pekerja migran.

Karena itu, PMI perlu dipandang sebagai aset bangsa yang sedang mengembangkan kapasitas globalnya. Pengalaman internasional yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat membuka peluang bagi mereka untuk menjadi profesional, akademisi, peneliti, pengusaha, maupun tenaga ahli di berbagai sektor strategis ketika kembali ke Indonesia.

Selain fokus pada peningkatan keterampilan kerja, PAPPINDO, AKGI, dan P2MI juga mendorong para PMI untuk memperkuat literasi keuangan serta mengembangkan kemampuan di bidang kewirausahaan, investasi, perdagangan internasional, teknologi, dan berbagai kompetensi global lainnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar keberhasilan PMI tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri, tetapi juga dari kemampuan mereka membangun usaha produktif dan menciptakan sumber penghasilan berkelanjutan setelah masa kontrak kerja berakhir.

Di sisi lain, ketiga organisasi mengakui bahwa PMI memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang dikirimkan kepada keluarga di tanah air. Dana tersebut terbukti membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pendidikan, serta menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah.

Untuk itu, PAPPINDO, AKGI, dan P2MI berkomitmen memperluas program edukasi dan pendampingan bagi calon pekerja migran maupun keluarga mereka. Sosialisasi dilakukan guna memberikan pemahaman tentang pentingnya migrasi kerja yang aman, legal, dan berbasis kompetensi.

Ketiga organisasi juga berharap pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat dukungan melalui penyederhanaan layanan administrasi serta peningkatan akses informasi bagi calon PMI. Menurut mereka, masih terdapat sejumlah tantangan terkait sinkronisasi persyaratan antara kebutuhan negara tujuan dengan prosedur yang berlaku di dalam negeri.

Melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat, diharapkan dapat tercipta sistem migrasi kerja yang lebih efektif dan mudah diakses oleh generasi muda Indonesia.

Dengan semangat belajar, bekerja, dan mengembangkan diri di tingkat global, PAPPINDO, AKGI, dan P2MI optimistis para PMI akan menjadi agen perubahan yang membawa pulang ilmu pengetahuan, pengalaman internasional, serta jejaring global yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Sinergi ketiga organisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi PMI yang tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga menjadi pemimpin masa depan, akademisi, profesional, dan pengusaha yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.*** (Byl)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Trending di RAGAM