Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Dorong Penguatan Kolaborasi Ekosistem Maritim Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

RAGAM

Catatan Iwan Piliang: Mengembalikan Keinsanan Melalui Seni, Olahraga, dan Sastra

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Mengembalikan Keinsanan Melalui Seni, Olahraga, dan Sastra Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Ada kegelisahan yang semakin sering muncul ketika melihat wajah pendidikan hari ini. Kemajuan teknologi, capaian akademik, dan perlombaan mengejar angka sering kali membuat kita lupa pada satu hal mendasar: pendidikan sejatinya bertujuan membentuk manusia.

Di tengah derasnya arus informasi dan kompetisi, esensi keinsanan perlahan memudar. Kita menghasilkan generasi yang mungkin cerdas secara teknis, tetapi belum tentu matang secara budi pekerti. Karena itu, pengajaran di tingkat dasar perlu kembali menempatkan seni, olahraga, dan sastra sebagai pilar penting pembentukan karakter.

Seni bukan sekadar pelajaran tambahan. Seni mengasah rasa, menumbuhkan empati, melatih kehalusan budi, dan mengajarkan manusia memahami keindahan sekaligus penderitaan. Melalui seni, anak belajar menjadi manusia yang mampu merasakan.

Olahraga pun demikian. Di dalamnya terdapat nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, serta kemampuan menerima kemenangan dan kekalahan dengan lapang dada. Nilai-nilai ini tidak kalah penting dibandingkan kemampuan menghafal rumus atau menjawab soal ujian.

Yang tak kalah mendesak adalah kebiasaan membaca sastra, terutama novel-novel bermutu. Di sejumlah negara maju, karya sastra klasik masih menjadi bacaan wajib siswa sekolah menengah. Di Inggris, misalnya, karya-karya Shakespeare tetap diajarkan lintas generasi. Bukan semata karena nilai kesastraannya, melainkan karena karya-karya tersebut mengajarkan manusia memahami konflik, moralitas, cinta, pengkhianatan, kekuasaan, dan kemanusiaan.

Indonesia pun memiliki khazanah sastra yang kaya. Novel-novel besar seharusnya menjadi bacaan wajib bagi siswa. Salah satu yang layak terus dibaca adalah Harimau-Harimau karya Mochtar Lubis. Novel ini tidak hanya bercerita tentang harimau yang mengancam sekelompok pencari damar di hutan, tetapi juga mengajak pembacanya menghadapi “harimau” yang bersembunyi di dalam diri sendiri: ketakutan, keserakahan, kemunafikan, dan dosa yang selama ini disembunyikan.

Pesan yang terkandung di dalamnya sederhana namun sangat mendalam: bunuhlah harimau dalam dirimu terlebih dahulu sebelum berusaha menaklukkan harimau di luar sana.

Barangkali inilah yang sedang kita butuhkan saat ini. Pendidikan yang tidak hanya mengajarkan cara mencari nafkah, tetapi juga mengajarkan cara menjadi manusia. Pendidikan yang tidak hanya menghasilkan tenaga kerja, melainkan melahirkan pribadi yang beradab.

Jika seni, olahraga, dan sastra kembali mendapat tempat yang layak dalam pendidikan, kita mungkin bisa berharap lahir generasi yang lebih peka, lebih jujur, lebih berempati, dan lebih manusiawi.

Semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat yang menghisap kemanusiaan sesama layaknya vampir, serta terhindar dari segala bentuk tipu daya yang menyesatkan. Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, tetapi dari kualitas manusia yang dihasilkannya.***

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Trending di RAGAM