Menu

Mode Gelap
Parade Baca Puisi PPN XIV Berlangsung Seharian, Ditutup di Galeri Kopi Aceh Tengah BPSDMP Lepas 320 Perwira Transportasi Laut Lulusan PIP Semarang KAI Services Luncurkan Loyalty Program, Pelanggan Bisa Tukar AstraPoints dan Telkomsel Poin untuk Diskon KAI Services Tingkatkan Kualitas Layanan, Praja Praji Loko Café Yogyakarta Dibekali Pelatihan Komunikasi Catatan Iwan Piliang: Mengembalikan Keinsanan Melalui Seni, Olahraga, dan Sastra Indonesia Sampaikan Empat Komitmen Baru di Our Ocean Conference, Berpeluang Raih Pendanaan USD 260 Juta

RAGAM

Catatan Iwan Piliang: Mengembalikan Keinsanan Melalui Seni, Olahraga, dan Sastra

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Mengembalikan Keinsanan Melalui Seni, Olahraga, dan Sastra Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Ada kegelisahan yang semakin sering muncul ketika melihat wajah pendidikan hari ini. Kemajuan teknologi, capaian akademik, dan perlombaan mengejar angka sering kali membuat kita lupa pada satu hal mendasar: pendidikan sejatinya bertujuan membentuk manusia.

Di tengah derasnya arus informasi dan kompetisi, esensi keinsanan perlahan memudar. Kita menghasilkan generasi yang mungkin cerdas secara teknis, tetapi belum tentu matang secara budi pekerti. Karena itu, pengajaran di tingkat dasar perlu kembali menempatkan seni, olahraga, dan sastra sebagai pilar penting pembentukan karakter.

Seni bukan sekadar pelajaran tambahan. Seni mengasah rasa, menumbuhkan empati, melatih kehalusan budi, dan mengajarkan manusia memahami keindahan sekaligus penderitaan. Melalui seni, anak belajar menjadi manusia yang mampu merasakan.

Olahraga pun demikian. Di dalamnya terdapat nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, serta kemampuan menerima kemenangan dan kekalahan dengan lapang dada. Nilai-nilai ini tidak kalah penting dibandingkan kemampuan menghafal rumus atau menjawab soal ujian.

Yang tak kalah mendesak adalah kebiasaan membaca sastra, terutama novel-novel bermutu. Di sejumlah negara maju, karya sastra klasik masih menjadi bacaan wajib siswa sekolah menengah. Di Inggris, misalnya, karya-karya Shakespeare tetap diajarkan lintas generasi. Bukan semata karena nilai kesastraannya, melainkan karena karya-karya tersebut mengajarkan manusia memahami konflik, moralitas, cinta, pengkhianatan, kekuasaan, dan kemanusiaan.

Indonesia pun memiliki khazanah sastra yang kaya. Novel-novel besar seharusnya menjadi bacaan wajib bagi siswa. Salah satu yang layak terus dibaca adalah Harimau-Harimau karya Mochtar Lubis. Novel ini tidak hanya bercerita tentang harimau yang mengancam sekelompok pencari damar di hutan, tetapi juga mengajak pembacanya menghadapi “harimau” yang bersembunyi di dalam diri sendiri: ketakutan, keserakahan, kemunafikan, dan dosa yang selama ini disembunyikan.

Pesan yang terkandung di dalamnya sederhana namun sangat mendalam: bunuhlah harimau dalam dirimu terlebih dahulu sebelum berusaha menaklukkan harimau di luar sana.

Barangkali inilah yang sedang kita butuhkan saat ini. Pendidikan yang tidak hanya mengajarkan cara mencari nafkah, tetapi juga mengajarkan cara menjadi manusia. Pendidikan yang tidak hanya menghasilkan tenaga kerja, melainkan melahirkan pribadi yang beradab.

Jika seni, olahraga, dan sastra kembali mendapat tempat yang layak dalam pendidikan, kita mungkin bisa berharap lahir generasi yang lebih peka, lebih jujur, lebih berempati, dan lebih manusiawi.

Semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat yang menghisap kemanusiaan sesama layaknya vampir, serta terhindar dari segala bentuk tipu daya yang menyesatkan. Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, tetapi dari kualitas manusia yang dihasilkannya.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Walikota Langsa Tinjau Penyaluran Bantuan dan Tambah Fasilitas Demi Kenyamanan Warga Di Hari Kelima

24 Juni 2026 - 20:09 WIB

Buntut Demo Tambang Beutong Ateuh: Sekdes Dipecat, Tuding Bupati Nagan Raya Pura-Pura Tuli dan Buta

24 Juni 2026 - 00:33 WIB

IPC TPK Gandeng Generasi Muda Jakarta Utara, Perkenalkan Industri Petikemas dan Perkuat Budaya Bersih

23 Juni 2026 - 21:41 WIB

Pakar Energi Surya Darma Dorong Gas Andaman Mendarat di Arun demi Kebangkitan Industri Aceh

23 Juni 2026 - 12:54 WIB

DAMRI Catat Antusiasme Perjalanan di Liburan Sekolah, Imperial Suites Jadi Favorit Pelanggan

23 Juni 2026 - 10:45 WIB

Masyarakat Kecewa, BPJN Aceh Tutup Kembali Jalan Enang-Enang untuk Umum

22 Juni 2026 - 22:04 WIB

PAPPINDO, AKGI, dan P2MI Dorong PMI Menjadi SDM Unggul Berdaya Saing Global

22 Juni 2026 - 21:59 WIB

Polres Langsa Ungkap Dugaan Pencurian Material RS Regional Aceh, Delapan Orang Diamankan

22 Juni 2026 - 21:53 WIB

Bos PLN Beberkan Kronologi Mati Lampu Jawa, Catatan Blackout RI Masih Menganga

22 Juni 2026 - 19:06 WIB

InJourney Group Gelar Pelatihan bagi Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo

22 Juni 2026 - 15:05 WIB

Trending di EKOBIS