Wartatrans.com, BANDA ACEH – Ketua Mandataris Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV, Ahmadun Yosi Herfanda, menilai Aceh telah menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi para penyair. Menurutnya, puisi yang selama ini identik dengan dunia imajinasi justru menemukan realitasnya di Tanah Rencong.
Hal itu disampaikan Ahmadun dalam sambutan pada malam penutupan PPN XIV Aceh di Taman Sari Gunongan, Banda Aceh, Minggu (28/6/2026).

“Di tempat lain puisi sering kali penuh imajinasi. Tetapi di Aceh, imajinasi itu menjadi realita. Apa yang ditulis dalam puisi seolah hadir dan dapat dirasakan langsung,” ujarnya.
Selama sepekan pelaksanaan PPN XIV, para penyair dari Indonesia dan berbagai negara mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar di sejumlah daerah, mulai dari Banda Aceh, Aceh Tengah, Aceh Utara hingga Bireuen. Perjalanan lintas kota yang panjang dan penuh tantangan justru menjadi pengalaman yang membekas bagi para peserta.
Ahmadun mengaku terkesan dengan konsep penyelenggaraan PPN XIV yang tidak terpusat di satu lokasi. Menurutnya, para peserta diajak menyaksikan langsung kekayaan alam, budaya, sejarah, serta keramahan masyarakat Aceh, sehingga puisi tidak hanya dibacakan, tetapi juga dihidupi.
Ia bahkan merasa waktu penyelenggaraan selama satu pekan belum cukup untuk menikmati seluruh pengalaman yang ditawarkan Aceh.
“Satu minggu acara PPN di Aceh rasanya kurang,” cetus Ahmadun yang disambut tepuk tangan para peserta.
PPN XIV di Aceh sendiri menjadi perhelatan sastra terbesar yang mempertemukan penyair dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara sahabat. Selain pembacaan puisi, kegiatan juga diisi seminar, pertunjukan seni, diskusi, pameran, hingga kolaborasi lintas disiplin seni sebagai upaya memperkuat ekosistem sastra dan mempererat persaudaraan melalui puisi.*** (Jasa)






























