Menu

Mode Gelap
11 Rusun Baru Disiapkan, Pemprov DKI Diminta Benahi Tata Kelola agar Tak Jadi Proyek Mercusuar Puisi Menemukan Realitasnya di Aceh, Ahmadun: Satu Pekan PPN XIV Terasa Kurang Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi Kebun Induk Kopi Arabika Gayo Akhirnya Dimulai, Aceh Tengah Siapkan Benteng Hadapi Ancaman Pasar Eropa dan Krisis Lingkungan Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali Penumpang KA Kertanegara Naik 5,29 Persen, KAI: Jadi Andalan Perjalanan Lintas Tengah Jawa

RAGAM

11 Rusun Baru Disiapkan, Pemprov DKI Diminta Benahi Tata Kelola agar Tak Jadi Proyek Mercusuar

badge-check


 11 Rusun Baru Disiapkan, Pemprov DKI Diminta Benahi Tata Kelola agar Tak Jadi Proyek Mercusuar Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun 11 rumah susun sederhana sewa (rusunawa) mulai 2027 sebagai upaya menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tengah semakin terbatasnya lahan dan mahalnya harga properti di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan hunian vertikal menjadi solusi utama bagi kebutuhan perumahan di Jakarta. Menurutnya, masyarakat berpenghasilan rendah hampir tidak mungkin memiliki rumah tapak di pusat kota.

“Tidak mungkin masyarakat kelas bawah memiliki lahan di tengah kota. Karena itu, perumahan vertikal menjadi kata kunci,” ujar Pramono usai rapat APBD Tahun Anggaran 2027.

Pemprov DKI telah mengusulkan pembangunan 11 rusunawa tersebut kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar masuk dalam Program 3 Juta Rumah. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menyebut lokasi pembangunan tersebar di Jakarta Utara, Barat, dan Timur, di antaranya Muara Angke, Marunda, Komarudin, Rorotan, Cakung, Tongkol, Semper, Bojong Indah, dan Daan Mogot. Rusun itu diperuntukkan bagi peserta program penataan kota dan masyarakat umum sesuai ketentuan Pergub Nomor 111 Tahun 2024.

Meski demikian, rencana tersebut dihadapkan pada berbagai persoalan pengelolaan rusunawa yang masih terjadi. DPRKP mencatat tunggakan sewa mencapai puluhan miliar rupiah pada awal 2026. Selain itu, proses verifikasi penghuni dinilai lambat sehingga masih ditemukan unit kosong maupun praktik jual beli hak sewa dan pungutan liar.

Persoalan lain juga muncul dari kondisi fisik bangunan. Sejumlah klaster Rusun Marunda mengalami kerusakan struktur dan kebocoran dalam beberapa tahun terakhir hingga memaksa penghuni direlokasi. Audit BPK DKI pada 2024 juga menemukan minimnya perawatan berkala akibat keterbatasan anggaran dan belum optimalnya sistem pengelolaan.

Lokasi sejumlah rusun yang berada di kawasan pinggiran seperti Marunda, Rorotan, dan Cakung turut menjadi tantangan karena biaya transportasi warga menuju pusat aktivitas masih relatif tinggi.

Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengingatkan agar pembangunan rusun tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

“Yang harus dibenahi adalah manajemen pasca-pembangunan, transparansi penetapan penghuni, serta integrasi dengan transportasi publik agar biaya hidup warga tetap terjangkau,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, menilai kebutuhan hunian sewa terjangkau di Jakarta masih sangat besar. Menurutnya, rusun yang terhubung dengan layanan Transjakarta maupun KRL akan memiliki tingkat hunian yang tinggi.

Ia menekankan pentingnya membangun sistem pengelolaan profesional agar kualitas bangunan tetap terjaga.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, dalam lima hingga tujuh tahun kualitas bangunan bisa menurun. Dibutuhkan badan pengelola yang profesional untuk merawat aset sekaligus mengelola sewa secara humanis,” ujarnya.

Pembangunan 11 rusunawa tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Namun, tanpa pembenahan tata kelola, pengelolaan penghuni, serta dukungan transportasi yang memadai, proyek ini dikhawatirkan hanya akan menambah beban sosial dan keuangan daerah di masa mendatang.*** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kredit Motor di Jakarta Fair 2026? Jangan Sampai Ditolak, Ini 4 Hal yang Wajib Disiapkan

28 Juni 2026 - 12:07 WIB

Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung

27 Juni 2026 - 22:35 WIB

Difabel Great Camp 2026 Medan Siap Digelar, Targetnya Peserta Seluruh Indonesia

27 Juni 2026 - 15:01 WIB

Keresahan Warga Memuncak,  ‎Maling Santroni Rumah Warga Perumahan Alokasi Timbang Langsa

27 Juni 2026 - 14:55 WIB

Festival Santri Kota Langsa Meuseuraya ke-2 Resmi Dibuka, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara dalam Syiar Islam

27 Juni 2026 - 14:50 WIB

Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Jadi Ujian Pemerataan Digital, Pengamat Ingatkan Jangan Sekadar Kejar PNBP

27 Juni 2026 - 12:18 WIB

IPCC Terus Melaju, Pergantian Pimpinan Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan Nasional

27 Juni 2026 - 10:14 WIB

Iran Tawarkan Transfer Teknologi ke Indonesia di Tengah Ketegangan Timur Tengah

27 Juni 2026 - 10:00 WIB

Tarif Listrik di ASEAN Dinilai Kurang Kompetitif, Stabilitas Dijaga tetapi Bebani Fiskal

27 Juni 2026 - 08:35 WIB

Pelindo dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi, Dorong Pembangunan Terminal Pelabuhan Ambon

27 Juni 2026 - 05:59 WIB

Trending di ANJUNGAN