Menu

Mode Gelap
Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT

RAGAM

11 Rusun Baru Disiapkan, Pemprov DKI Diminta Benahi Tata Kelola agar Tak Jadi Proyek Mercusuar

badge-check


 11 Rusun Baru Disiapkan, Pemprov DKI Diminta Benahi Tata Kelola agar Tak Jadi Proyek Mercusuar Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun 11 rumah susun sederhana sewa (rusunawa) mulai 2027 sebagai upaya menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tengah semakin terbatasnya lahan dan mahalnya harga properti di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan hunian vertikal menjadi solusi utama bagi kebutuhan perumahan di Jakarta. Menurutnya, masyarakat berpenghasilan rendah hampir tidak mungkin memiliki rumah tapak di pusat kota.

“Tidak mungkin masyarakat kelas bawah memiliki lahan di tengah kota. Karena itu, perumahan vertikal menjadi kata kunci,” ujar Pramono usai rapat APBD Tahun Anggaran 2027.

Pemprov DKI telah mengusulkan pembangunan 11 rusunawa tersebut kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar masuk dalam Program 3 Juta Rumah. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menyebut lokasi pembangunan tersebar di Jakarta Utara, Barat, dan Timur, di antaranya Muara Angke, Marunda, Komarudin, Rorotan, Cakung, Tongkol, Semper, Bojong Indah, dan Daan Mogot. Rusun itu diperuntukkan bagi peserta program penataan kota dan masyarakat umum sesuai ketentuan Pergub Nomor 111 Tahun 2024.

Meski demikian, rencana tersebut dihadapkan pada berbagai persoalan pengelolaan rusunawa yang masih terjadi. DPRKP mencatat tunggakan sewa mencapai puluhan miliar rupiah pada awal 2026. Selain itu, proses verifikasi penghuni dinilai lambat sehingga masih ditemukan unit kosong maupun praktik jual beli hak sewa dan pungutan liar.

Persoalan lain juga muncul dari kondisi fisik bangunan. Sejumlah klaster Rusun Marunda mengalami kerusakan struktur dan kebocoran dalam beberapa tahun terakhir hingga memaksa penghuni direlokasi. Audit BPK DKI pada 2024 juga menemukan minimnya perawatan berkala akibat keterbatasan anggaran dan belum optimalnya sistem pengelolaan.

Lokasi sejumlah rusun yang berada di kawasan pinggiran seperti Marunda, Rorotan, dan Cakung turut menjadi tantangan karena biaya transportasi warga menuju pusat aktivitas masih relatif tinggi.

Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengingatkan agar pembangunan rusun tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

“Yang harus dibenahi adalah manajemen pasca-pembangunan, transparansi penetapan penghuni, serta integrasi dengan transportasi publik agar biaya hidup warga tetap terjangkau,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, menilai kebutuhan hunian sewa terjangkau di Jakarta masih sangat besar. Menurutnya, rusun yang terhubung dengan layanan Transjakarta maupun KRL akan memiliki tingkat hunian yang tinggi.

Ia menekankan pentingnya membangun sistem pengelolaan profesional agar kualitas bangunan tetap terjaga.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, dalam lima hingga tujuh tahun kualitas bangunan bisa menurun. Dibutuhkan badan pengelola yang profesional untuk merawat aset sekaligus mengelola sewa secara humanis,” ujarnya.

Pembangunan 11 rusunawa tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Namun, tanpa pembenahan tata kelola, pengelolaan penghuni, serta dukungan transportasi yang memadai, proyek ini dikhawatirkan hanya akan menambah beban sosial dan keuangan daerah di masa mendatang.*** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Kids Fest 2026 Hadir di Takengon, Ajak Keluarga Isi Liburan dengan Lomba dan Edukasi Anak

18 Agustus 2026 - 19:33 WIB

9 Bulan Tak Digaji, 60 Honorer Damkar Gayo Lues Pertanyakan Kejelasan Pemda

18 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Haji Fikri Soroti Kesiapan Mitigasi Bencana di Kabupaten Bogor, Pemprov Jabar Diminta Perkuat Ketahanan Wilayah

18 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Trending di RAGAM