Menu

Mode Gelap
11 Rusun Baru Disiapkan, Pemprov DKI Diminta Benahi Tata Kelola agar Tak Jadi Proyek Mercusuar Puisi Menemukan Realitasnya di Aceh, Ahmadun: Satu Pekan PPN XIV Terasa Kurang Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi Kebun Induk Kopi Arabika Gayo Akhirnya Dimulai, Aceh Tengah Siapkan Benteng Hadapi Ancaman Pasar Eropa dan Krisis Lingkungan Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali Penumpang KA Kertanegara Naik 5,29 Persen, KAI: Jadi Andalan Perjalanan Lintas Tengah Jawa

SENI BUDAYA

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

badge-check


 Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Inisiator Focus Group Discussion (FGD) Laksamana Keumalahayati, Nyakman Lamjame, turut bersuara ramainya para seniman dan budayawan Aceh, khususnya Gayo terkait judul film yang merekrut para seniman Aceh kurang tepat.

“Kita mengapresiasi komitmen para sineas yang mengangkat sejarah Aceh ke layar lebar melalui film tentang Laksamana Keumalahayati. Karena hal itu merupakan langkah penting dalam memperkenalkan warisan sejarah Indonesia kepada masyarakat luas.

“Kami menilai film bertema sejarah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai karya seni, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional,” kata Nyaman lagi, dalam diskusi santai pada Ahad (28/06/2026).

Meski demikian, ia mengusulkan agar judul film Pasukan 1000 Janda dikaji kembali. Menurutnya, pemilihan judul dalam sebuah film sejarah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar strategi pemasaran.

“Judul bukan sekadar unsur pemasaran, melainkan pernyataan nilai. Untuk film sejarah, judul semestinya merefleksikan kebesaran sosok, kehormatan perjuangan, dan visi peradaban yang diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Nyakman.

Ia menegaskan, pandangan tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap film yang tengah diproduksi, melainkan masukan dari perspektif akademik dan kultural agar karya tersebut memiliki daya resonansi yang lebih kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami tetap mengapresiasi karya para sineas. Harapan kami, judul yang dipilih mampu mengangkat marwah Laksamana Keumalahayati serta menempatkan film ini sebagai karya sejarah yang berkelas, membanggakan Indonesia, dan layak berbicara di panggung perfilman dunia,” katanya.

Menurut Nyakman, sosok Laksamana Keumalahayati merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah maritim Nusantara yang memiliki nilai kepemimpinan, keberanian, dan diplomasi. Karena itu, ia berharap seluruh unsur dalam film, termasuk judulnya, mampu merepresentasikan kebesaran tokoh tersebut secara utuh sehingga pesan sejarah yang disampaikan dapat diterima secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Yatti Surachman Tagih Janji Pembeli Rumah, Sisa Pelunasan Rp45 Juta Belum Dibayar

28 Juni 2026 - 14:29 WIB

Syuting “Lautan Cinta” di Yogyakarta, Abidzar Al-Ghifari Nikmati Kebersamaan dengan Para Pemain

28 Juni 2026 - 14:22 WIB

Kementerian Kebudayaan Resmikan Rumah Sastra Ahmad Tohari di Banyumas

28 Juni 2026 - 13:23 WIB

Syech Mulyadi Abadikan Semangat PPN XIV Aceh Lewat Puisi “Dari Tanah Aceh, PPN Ku Kenal”

28 Juni 2026 - 01:58 WIB

Pameran Arsip dan Karya Oesman Effendi Hadirkan Jejak Kreatif Maestro Seni Rupa Indonesia

28 Juni 2026 - 01:46 WIB

Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda”

27 Juni 2026 - 23:40 WIB

Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh

27 Juni 2026 - 22:20 WIB

Penyair Jakarta Imam Maarif Hipnotis Penonton PPN XIV Aceh, Puisi Berpadu Harmonis dengan Tarian Sufi

27 Juni 2026 - 21:59 WIB

Trending di SENI BUDAYA