Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

SENI BUDAYA

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

badge-check


 Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Inisiator Focus Group Discussion (FGD) Laksamana Keumalahayati, Nyakman Lamjame, turut bersuara ramainya para seniman dan budayawan Aceh, khususnya Gayo terkait judul film yang merekrut para seniman Aceh kurang tepat.

“Kita mengapresiasi komitmen para sineas yang mengangkat sejarah Aceh ke layar lebar melalui film tentang Laksamana Keumalahayati. Karena hal itu merupakan langkah penting dalam memperkenalkan warisan sejarah Indonesia kepada masyarakat luas.

“Kami menilai film bertema sejarah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai karya seni, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional,” kata Nyaman lagi, dalam diskusi santai pada Ahad (28/06/2026).

Meski demikian, ia mengusulkan agar judul film Pasukan 1000 Janda dikaji kembali. Menurutnya, pemilihan judul dalam sebuah film sejarah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar strategi pemasaran.

“Judul bukan sekadar unsur pemasaran, melainkan pernyataan nilai. Untuk film sejarah, judul semestinya merefleksikan kebesaran sosok, kehormatan perjuangan, dan visi peradaban yang diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Nyakman.

Ia menegaskan, pandangan tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap film yang tengah diproduksi, melainkan masukan dari perspektif akademik dan kultural agar karya tersebut memiliki daya resonansi yang lebih kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami tetap mengapresiasi karya para sineas. Harapan kami, judul yang dipilih mampu mengangkat marwah Laksamana Keumalahayati serta menempatkan film ini sebagai karya sejarah yang berkelas, membanggakan Indonesia, dan layak berbicara di panggung perfilman dunia,” katanya.

Menurut Nyakman, sosok Laksamana Keumalahayati merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah maritim Nusantara yang memiliki nilai kepemimpinan, keberanian, dan diplomasi. Karena itu, ia berharap seluruh unsur dalam film, termasuk judulnya, mampu merepresentasikan kebesaran tokoh tersebut secara utuh sehingga pesan sejarah yang disampaikan dapat diterima secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA