Wartatrans.com, BANDA ACEH – Inisiator Focus Group Discussion (FGD) Laksamana Keumalahayati, Nyakman Lamjame, turut bersuara ramainya para seniman dan budayawan Aceh, khususnya Gayo terkait judul film yang merekrut para seniman Aceh kurang tepat.
“Kita mengapresiasi komitmen para sineas yang mengangkat sejarah Aceh ke layar lebar melalui film tentang Laksamana Keumalahayati. Karena hal itu merupakan langkah penting dalam memperkenalkan warisan sejarah Indonesia kepada masyarakat luas.

“Kami menilai film bertema sejarah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai karya seni, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional,” kata Nyaman lagi, dalam diskusi santai pada Ahad (28/06/2026).
Meski demikian, ia mengusulkan agar judul film Pasukan 1000 Janda dikaji kembali. Menurutnya, pemilihan judul dalam sebuah film sejarah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar strategi pemasaran.
“Judul bukan sekadar unsur pemasaran, melainkan pernyataan nilai. Untuk film sejarah, judul semestinya merefleksikan kebesaran sosok, kehormatan perjuangan, dan visi peradaban yang diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Nyakman.
Ia menegaskan, pandangan tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap film yang tengah diproduksi, melainkan masukan dari perspektif akademik dan kultural agar karya tersebut memiliki daya resonansi yang lebih kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami tetap mengapresiasi karya para sineas. Harapan kami, judul yang dipilih mampu mengangkat marwah Laksamana Keumalahayati serta menempatkan film ini sebagai karya sejarah yang berkelas, membanggakan Indonesia, dan layak berbicara di panggung perfilman dunia,” katanya.
Menurut Nyakman, sosok Laksamana Keumalahayati merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah maritim Nusantara yang memiliki nilai kepemimpinan, keberanian, dan diplomasi. Karena itu, ia berharap seluruh unsur dalam film, termasuk judulnya, mampu merepresentasikan kebesaran tokoh tersebut secara utuh sehingga pesan sejarah yang disampaikan dapat diterima secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.*** (Jasa)






























