Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

RAGAM

Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung

badge-check


 Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH – Setelah hampir sepekan terisolasi akibat rusaknya akses penghubung, masyarakat Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kembali membangun jembatan apung sebagai satu-satunya akses menuju desa mereka, Sabtu (27/6/2026).

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan secara swadaya dengan mengandalkan dana donasi masyarakat sebesar Rp25 juta yang dikumpulkan dari para dermawan dan orang-orang yang peduli terhadap kondisi warga Reje Payung.

Reje Kampung Reje Payung, Sejahtra, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu pembangunan jembatan ini. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan melimpahkan rezeki yang berkah kepada semuanya,” ujarnya.

Menurut Sejahtra, jembatan apung yang dibangun hari ini merupakan pembangunan untuk kedua kalinya.

Jembatan sebelumnya dibangun oleh para relawan, namun setelah digunakan selama sekitar delapan bulan, kondisinya kini rusak total sehingga menyebabkan desa kembali terisolasi.

“Alhamdulillah, berkat donasi dari masyarakat, hari ini kami kembali membangun jembatan apung seperti sebelumnya. Jembatan ini sangat penting karena menjadi satu-satunya akses bagi warga Reje Payung dan beberapa desa lainnya menuju wilayah ini,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum tersedia jembatan permanen di Kampung Reje Payung. Karena itu, keberadaan jembatan apung menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.

“Tanpa jembatan ini, kami tidak bisa melakukan apa pun. Letak kampung kami berada di seberang sungai, sehingga seluruh aktivitas masyarakat bergantung pada akses ini,” ungkapnya.

Kampung Reje Payung sendiri merupakan salah satu desa yang terdampak parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat beberapa waktu lalu.

Selain merusak infrastruktur, bencana tersebut juga menyebabkan rumah warga, sawah, dan perkebunan mengalami kerusakan bahkan hilang.

Hingga kini, kondisi masyarakat masih sangat memprihatinkan. Warga berharap pemerintah dapat lebih serius menangani dampak bencana dan segera menyediakan infrastruktur yang memadai, terutama pembangunan jembatan permanen.

“Kami berharap pemerintah benar-benar serius menangani kondisi ini agar masyarakat tidak terus hidup dalam kesulitan dan bisa bangkit kembali,” tutup Sejahtra.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Trending di RAGAM