Menu

Mode Gelap
OJK: Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran

RAGAM

Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung

badge-check


 Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH – Setelah hampir sepekan terisolasi akibat rusaknya akses penghubung, masyarakat Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kembali membangun jembatan apung sebagai satu-satunya akses menuju desa mereka, Sabtu (27/6/2026).

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan secara swadaya dengan mengandalkan dana donasi masyarakat sebesar Rp25 juta yang dikumpulkan dari para dermawan dan orang-orang yang peduli terhadap kondisi warga Reje Payung.

Reje Kampung Reje Payung, Sejahtra, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu pembangunan jembatan ini. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan melimpahkan rezeki yang berkah kepada semuanya,” ujarnya.

Menurut Sejahtra, jembatan apung yang dibangun hari ini merupakan pembangunan untuk kedua kalinya.

Jembatan sebelumnya dibangun oleh para relawan, namun setelah digunakan selama sekitar delapan bulan, kondisinya kini rusak total sehingga menyebabkan desa kembali terisolasi.

“Alhamdulillah, berkat donasi dari masyarakat, hari ini kami kembali membangun jembatan apung seperti sebelumnya. Jembatan ini sangat penting karena menjadi satu-satunya akses bagi warga Reje Payung dan beberapa desa lainnya menuju wilayah ini,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum tersedia jembatan permanen di Kampung Reje Payung. Karena itu, keberadaan jembatan apung menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.

“Tanpa jembatan ini, kami tidak bisa melakukan apa pun. Letak kampung kami berada di seberang sungai, sehingga seluruh aktivitas masyarakat bergantung pada akses ini,” ungkapnya.

Kampung Reje Payung sendiri merupakan salah satu desa yang terdampak parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat beberapa waktu lalu.

Selain merusak infrastruktur, bencana tersebut juga menyebabkan rumah warga, sawah, dan perkebunan mengalami kerusakan bahkan hilang.

Hingga kini, kondisi masyarakat masih sangat memprihatinkan. Warga berharap pemerintah dapat lebih serius menangani dampak bencana dan segera menyediakan infrastruktur yang memadai, terutama pembangunan jembatan permanen.

“Kami berharap pemerintah benar-benar serius menangani kondisi ini agar masyarakat tidak terus hidup dalam kesulitan dan bisa bangkit kembali,” tutup Sejahtra.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Kids Fest 2026 Hadir di Takengon, Ajak Keluarga Isi Liburan dengan Lomba dan Edukasi Anak

18 Agustus 2026 - 19:33 WIB

9 Bulan Tak Digaji, 60 Honorer Damkar Gayo Lues Pertanyakan Kejelasan Pemda

18 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Haji Fikri Soroti Kesiapan Mitigasi Bencana di Kabupaten Bogor, Pemprov Jabar Diminta Perkuat Ketahanan Wilayah

18 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Trending di RAGAM