Menu

Mode Gelap
Putra Gara Bacakan Puisi Inong Balee di PPN XIV Aceh, Tegaskan Penolakan Judul Film “Pasukan 1000 Janda” Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung Sastrawan Putra Gara Bacakan Puisi “Danau Lut Tawar”, Lahir dari Inspirasi Pagi di Hotel Renggali pada PPN XIV Aceh Penyair Jakarta Imam Maarif Hipnotis Penonton PPN XIV Aceh, Puisi Berpadu Harmonis dengan Tarian Sufi Kanot Bu Hidupkan Panggung PPN XIV Aceh Lewat Puisi dan Lukisan Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Whoosh, KCIC Tawarkan Promo di 38 Mitra Wisata dan Hotel

RAGAM

Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung

badge-check


 Bermodalkan Rp25 Juta Hasil Donasi, Warga Reje Payung Kembali Bangun Jembatan Apung Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH – Setelah hampir sepekan terisolasi akibat rusaknya akses penghubung, masyarakat Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kembali membangun jembatan apung sebagai satu-satunya akses menuju desa mereka, Sabtu (27/6/2026).

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan secara swadaya dengan mengandalkan dana donasi masyarakat sebesar Rp25 juta yang dikumpulkan dari para dermawan dan orang-orang yang peduli terhadap kondisi warga Reje Payung.

Reje Kampung Reje Payung, Sejahtra, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu pembangunan jembatan ini. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan melimpahkan rezeki yang berkah kepada semuanya,” ujarnya.

Menurut Sejahtra, jembatan apung yang dibangun hari ini merupakan pembangunan untuk kedua kalinya.

Jembatan sebelumnya dibangun oleh para relawan, namun setelah digunakan selama sekitar delapan bulan, kondisinya kini rusak total sehingga menyebabkan desa kembali terisolasi.

“Alhamdulillah, berkat donasi dari masyarakat, hari ini kami kembali membangun jembatan apung seperti sebelumnya. Jembatan ini sangat penting karena menjadi satu-satunya akses bagi warga Reje Payung dan beberapa desa lainnya menuju wilayah ini,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum tersedia jembatan permanen di Kampung Reje Payung. Karena itu, keberadaan jembatan apung menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.

“Tanpa jembatan ini, kami tidak bisa melakukan apa pun. Letak kampung kami berada di seberang sungai, sehingga seluruh aktivitas masyarakat bergantung pada akses ini,” ungkapnya.

Kampung Reje Payung sendiri merupakan salah satu desa yang terdampak parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat beberapa waktu lalu.

Selain merusak infrastruktur, bencana tersebut juga menyebabkan rumah warga, sawah, dan perkebunan mengalami kerusakan bahkan hilang.

Hingga kini, kondisi masyarakat masih sangat memprihatinkan. Warga berharap pemerintah dapat lebih serius menangani dampak bencana dan segera menyediakan infrastruktur yang memadai, terutama pembangunan jembatan permanen.

“Kami berharap pemerintah benar-benar serius menangani kondisi ini agar masyarakat tidak terus hidup dalam kesulitan dan bisa bangkit kembali,” tutup Sejahtra.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Difabel Great Camp 2026 Medan Siap Digelar, Targetnya Peserta Seluruh Indonesia

27 Juni 2026 - 15:01 WIB

Keresahan Warga Memuncak,  ‎Maling Santroni Rumah Warga Perumahan Alokasi Timbang Langsa

27 Juni 2026 - 14:55 WIB

Festival Santri Kota Langsa Meuseuraya ke-2 Resmi Dibuka, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara dalam Syiar Islam

27 Juni 2026 - 14:50 WIB

Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Jadi Ujian Pemerataan Digital, Pengamat Ingatkan Jangan Sekadar Kejar PNBP

27 Juni 2026 - 12:18 WIB

IPCC Terus Melaju, Pergantian Pimpinan Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan Nasional

27 Juni 2026 - 10:14 WIB

Iran Tawarkan Transfer Teknologi ke Indonesia di Tengah Ketegangan Timur Tengah

27 Juni 2026 - 10:00 WIB

Tarif Listrik di ASEAN Dinilai Kurang Kompetitif, Stabilitas Dijaga tetapi Bebani Fiskal

27 Juni 2026 - 08:35 WIB

Pelindo dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi, Dorong Pembangunan Terminal Pelabuhan Ambon

27 Juni 2026 - 05:59 WIB

Susunan Baru Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan

27 Juni 2026 - 05:52 WIB

Wali Kota Makassar Soroti Fenomena LGBT, Neno Warisman Dorong Daerah Bentuk Perda Larangan

26 Juni 2026 - 18:31 WIB

Trending di RAGAM