Menu

Mode Gelap
Mantap, Bank Berebut Ekosistem Suporter di Kompetisi Super League 2026/2027 Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing Bantuan Perbaikan Rumah Rp30 Juta bagi Korban Gempa NTT Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Kalimantan 49,29% Warga Jakarta Masuk MBT, Pramono Dorong Rusun Jadi Public Housing Kesehatan Gubernur Tak Ganggu Pemerintahan Aceh, Bima Arya: Tugas Berjalan Lewat Pendelegasian

Uncategorized

Kebijakan Subsidi Kendaraan Listrik Dinilai Belum Berpihak pada Transportasi Massal

badge-check


 Kebijakan Subsidi Kendaraan Listrik Dinilai Belum Berpihak pada Transportasi Massal Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kebijakan insentif pemerintah terhadap kendaraan listrik dinilai masih terlalu berfokus pada kepemilikan kendaraan pribadi, sementara pengembangan transportasi umum massal belum memperoleh dukungan anggaran yang memadai. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat tercapainya transisi energi yang berkeadilan.

Asisten Proyek Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Tutut Indriaty, mengatakan alokasi anggaran negara masih menunjukkan ketimpangan. Berdasarkan data ITDP, pembiayaan untuk kendaraan listrik pribadi pada 2023 mencapai empat kali lipat dibandingkan investasi transportasi publik berbasis jalan dan rel. Sementara itu, pengembangan kawasan ramah pejalan kaki dan konsep transit-oriented development (TOD) hanya memperoleh sekitar 0,26 persen dari total pembiayaan.

Pemerintah saat ini memberikan subsidi sebesar Rp7 juta untuk pembelian motor listrik baru dan Rp10 juta untuk program konversi. Selain itu, mobil listrik juga mendapat insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 10 persen. Di sisi lain, keberlanjutan program angkutan massal daerah seperti Teman Bus masih menghadapi keterbatasan anggaran.

Pengamat Transportasi Senior dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai elektrifikasi kendaraan pribadi tidak akan menyelesaikan persoalan kemacetan. Menurutnya, kendaraan listrik tetap menggunakan ruang jalan yang sama dengan kendaraan berbahan bakar fosil sehingga tidak mengurangi kepadatan lalu lintas.

“Yang dibutuhkan adalah mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal. Tanpa itu, transisi energi hanya mengganti sumber tenaga kendaraan tanpa menyelesaikan persoalan mobilitas,” ujarnya.

Djoko juga menyoroti tingginya biaya pengadaan bus listrik. Meski pemerintah telah memberikan insentif PPN DTP sebesar 5 persen, biaya investasi awal beserta infrastruktur pengisian daya masih sekitar dua kali lebih mahal dibandingkan bus diesel. Kondisi tersebut membuat banyak operator daerah kesulitan melakukan peremajaan armada.

Akibatnya, layanan angkutan umum di berbagai daerah belum berkembang optimal, terutama untuk menjangkau kawasan pinggiran. Keterbatasan konektivitas awal dan akhir perjalanan (first-mile dan last-mile) juga masih menjadi tantangan besar.

Saat ini sektor transportasi menyumbang sekitar 24 persen emisi karbon dioksida (CO₂) nasional, dengan kendaraan pribadi menjadi penyumbang utama polusi udara di kawasan perkotaan.

Tutut mendorong pemerintah mengarahkan anggaran lebih besar untuk pembangunan transportasi massal yang inklusif dan berkelanjutan. Sementara itu, Djoko menilai regulasi yang lebih tegas dan insentif yang tepat sasaran perlu segera diterapkan agar target penurunan emisi nasional sebesar 31,89 persen pada 2030 dapat tercapai.

Menurut keduanya, keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah kendaraan listrik, tetapi juga dari keberhasilan mengubah pola mobilitas masyarakat menuju penggunaan transportasi umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan.***

(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Kibarkan Merah Putih di Perairan Teluk Banten

19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Dari Lilitan Utang, Ibu Rini Kini Tekuni Bisnis Gitar dan Perjuangkan Masa Depan Anak

14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bandara Husein Mulai Layani Pesawat Jet dengan 12 Rute Domestik

14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

“Duta” Radio Rimba Raya Hadiri Transformasi Kreator Indonesia di RRI Pusat

13 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Raup Suara Mayoritas Tantan Sulthon Nakhodai PWI Jabar Periode 2026-2031

13 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

7 Agustus 2026 - 10:58 WIB

MK: Transparansi Penyebab Delay Pesawat Perlu Diperkuat

6 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Trending di Uncategorized