Menu ✖

Mode Gelap
Pertamina Geothermal Energy Optimalkan Pengembangan Panas Bumi,  Intensifkan Pengeboran di Sejumlah Wilayah Operasional Dihadiri Lebih Dari 157 Ribu Penonton, DAMRI Dukung Mobilitas Penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 KAI Services Perkuat Kompetensi Petugas Keamanan untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Krisis Air Bersih Ganggu Pelayanan RSUD Fakfak, Jam Besuk Pasien Dihentikan Sementara Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster KAI Raih Dua Penghargaan CX100 2026, Peringkat ke-7 BUMN Terbaik dalam Pengalaman Pelanggan

Uncategorized

Kebijakan Subsidi Kendaraan Listrik Dinilai Belum Berpihak pada Transportasi Massal

badge-check


 Kebijakan Subsidi Kendaraan Listrik Dinilai Belum Berpihak pada Transportasi Massal Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kebijakan insentif pemerintah terhadap kendaraan listrik dinilai masih terlalu berfokus pada kepemilikan kendaraan pribadi, sementara pengembangan transportasi umum massal belum memperoleh dukungan anggaran yang memadai. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat tercapainya transisi energi yang berkeadilan.

Asisten Proyek Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Tutut Indriaty, mengatakan alokasi anggaran negara masih menunjukkan ketimpangan. Berdasarkan data ITDP, pembiayaan untuk kendaraan listrik pribadi pada 2023 mencapai empat kali lipat dibandingkan investasi transportasi publik berbasis jalan dan rel. Sementara itu, pengembangan kawasan ramah pejalan kaki dan konsep transit-oriented development (TOD) hanya memperoleh sekitar 0,26 persen dari total pembiayaan.

Pemerintah saat ini memberikan subsidi sebesar Rp7 juta untuk pembelian motor listrik baru dan Rp10 juta untuk program konversi. Selain itu, mobil listrik juga mendapat insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 10 persen. Di sisi lain, keberlanjutan program angkutan massal daerah seperti Teman Bus masih menghadapi keterbatasan anggaran.

Pengamat Transportasi Senior dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai elektrifikasi kendaraan pribadi tidak akan menyelesaikan persoalan kemacetan. Menurutnya, kendaraan listrik tetap menggunakan ruang jalan yang sama dengan kendaraan berbahan bakar fosil sehingga tidak mengurangi kepadatan lalu lintas.

“Yang dibutuhkan adalah mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal. Tanpa itu, transisi energi hanya mengganti sumber tenaga kendaraan tanpa menyelesaikan persoalan mobilitas,” ujarnya.

Djoko juga menyoroti tingginya biaya pengadaan bus listrik. Meski pemerintah telah memberikan insentif PPN DTP sebesar 5 persen, biaya investasi awal beserta infrastruktur pengisian daya masih sekitar dua kali lebih mahal dibandingkan bus diesel. Kondisi tersebut membuat banyak operator daerah kesulitan melakukan peremajaan armada.

Akibatnya, layanan angkutan umum di berbagai daerah belum berkembang optimal, terutama untuk menjangkau kawasan pinggiran. Keterbatasan konektivitas awal dan akhir perjalanan (first-mile dan last-mile) juga masih menjadi tantangan besar.

Saat ini sektor transportasi menyumbang sekitar 24 persen emisi karbon dioksida (CO₂) nasional, dengan kendaraan pribadi menjadi penyumbang utama polusi udara di kawasan perkotaan.

Tutut mendorong pemerintah mengarahkan anggaran lebih besar untuk pembangunan transportasi massal yang inklusif dan berkelanjutan. Sementara itu, Djoko menilai regulasi yang lebih tegas dan insentif yang tepat sasaran perlu segera diterapkan agar target penurunan emisi nasional sebesar 31,89 persen pada 2030 dapat tercapai.

Menurut keduanya, keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah kendaraan listrik, tetapi juga dari keberhasilan mengubah pola mobilitas masyarakat menuju penggunaan transportasi umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan.***

(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

6 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Alutsista Indonesia Makin Modern: Rafale, A400M, Scorpene hingga Kapal Induk Pertama Perkuat Pertahanan Nasional

5 Oktober 2026 - 20:21 WIB

760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026, Perjalanan Wisata Antarkota Terus Tumbuh

4 Oktober 2026 - 14:05 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

Penumpang Melahirkan di Kereta KRL Rute Serpong

24 September 2026 - 18:46 WIB

Afternoon Coffee KSOP Muara Angke, Bahas Manifest, Kespel, dan Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 22:25 WIB

Trending di Uncategorized