Wartatrans.com, BANDA ACEH – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai pelepasan peserta Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026 di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Ketua Panitia PPN XIV Aceh, Noviati Maulida Rahmah (Novi), didampingi Ketua Kurator Salman Yoga, serta Ketua Panitia Venue Aceh Tenga Purnama, Selasa (30/06/2026).
Ketiganya mengantar keberangkatan para peserta setelah seluruh rangkaian PPN XIV sukses digelar di Banda Aceh, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tengah. Momen tersebut menjadi penutup perjalanan sastra yang mempertemukan penyair, sastrawan, budayawan, akademisi, dan pegiat literasi dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Ketua Panitia PPN XIV, Novi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menjadikan Aceh sebagai ruang perjumpaan budaya dan persaudaraan. Menurutnya, semangat yang terbangun selama kegiatan diharapkan terus hidup melalui jejaring literasi dan kerja sama kebudayaan lintas daerah maupun lintas negara.
Sementara itu, Ketua Kurator Salman Yoga menilai PPN XIV bukan sekadar ajang pembacaan puisi, tetapi juga ruang untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan melalui sastra. Ia mengingatkan bahwa proses kurasi yang ketat dilakukan agar karya-karya yang ditampilkan benar-benar merepresentasikan kualitas dan pesan kemanusiaan yang menjadi tema besar PPN XIV tahun ini.

Menunggu keberangkatan di Bandara Sultan Iskandar Muda – Banda Aceh.
Ketua Panitia Aceh Tengah, Purnama, juga menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan rangkaian kegiatan di Takengon. Menurutnya, kolaborasi seluruh panitia dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan PPN XIV, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Gayo kepada peserta dari berbagai negara.
PPN XIV Aceh 2026 menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah pertemuan penyair tersebut. Selain menghadirkan ratusan peserta, kegiatan ini juga melibatkan delegasi internasional dan menggelar beragam agenda, mulai dari seminar, pembacaan puisi, diskusi sastra, pertunjukan seni, hingga diplomasi budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Aceh kepada dunia.
Dengan pelepasan peserta di Bandara Sultan Iskandar Muda, berakhirlah rangkaian PPN XIV Aceh 2026. Namun semangat yang lahir dari pertemuan ini diharapkan terus menghidupkan jejaring sastra Nusantara dan memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat kebudayaan dan literasi di kawasan Asia Tenggara.*** (Jasa)






























