Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api yang datang dari arah Semarang menuju wilayah Daop 1 Jakarta.
Keterlambatan tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah Jalur Semarang–Kendal dan sekitarnya, sehingga menyebabkan beberapa titik jalur rel terendam air. Kondisi tersebut berdampak pada operasional perjalanan kereta api.

Demi menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan, KAI melakukan penyesuaian operasional di lintas terdampak, antara lain melalui pembatasan kecepatan serta pengaturan pola perjalanan kereta api.
“Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama KAI. Akibat kondisi jalur yang terendam air, sejumlah perjalanan kereta api dari arah Semarang mengalami keterlambatan dan berdampak pada waktu kedatangan di wilayah Daop 1 Jakarta,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.
Hingga pukul 05.30 WIB, tercatat sembilan perjalanan kereta api mengalami keterlambatan kedatangan di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir dengan rentang keterlambatan antara 120 menit hingga 280 menit. Keterlambatan tersebut turut memengaruhi jadwal keberangkatan selanjutnya karena rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya untuk memastikan kesiapan sarana dan aspek keselamatan.
Dari sembilan perjalanan tersebut, lima kereta api dapat diberangkatkan tepat waktu, sementara empat perjalanan lainnya mengalami keterlambatan keberangkatan, yakni KA Parahyangan, KA Sembrani, KA Tawang Jaya, dan KA Argo Bromo Anggrek.
Dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar antisipasi terhadap kesiapan prasarana serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI menyediakan service recovery bagi pelanggan terdampak sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi terkait keterlambatan juga disampaikan secara berkala melalui SMS blast dan kanal informasi resmi KAI.
Bagi pelanggan yang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan akibat keterlambatan, KAI memberikan opsi pembatalan tiket dengan pengembalian dana 100 persen. Pembatalan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI hingga dua jam sebelum jadwal keberangkatan atau melalui loket layanan stasiun hingga H+3 setelah jadwal keberangkatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan. KAI terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal, aman, dan selamat,” tutup Franoto.(fahmi)









