Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta bergerak cepat menangani gangguan operasional akibat tiang Listrik Aliran Atas (LAA) yang miring dan mengarah ke jalur kereta api di Km 58+900, lintas Stasiun Maja–Stasiun Tigaraksa, pada Kamis (22/1) pukul 05.03 WIB.
Insiden tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan jalur hilir untuk sementara waktu tidak dapat dilalui demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Sebagai langkah antisipatif, KAI Daop 1 Jakarta segera menghentikan sementara perjalanan di lokasi terdampak dan langsung menerjunkan petugas tanggap darurat prasarana untuk melakukan pengamanan area, pemeriksaan menyeluruh, serta percepatan pemulihan infrastruktur. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan penumpang, awak sarana, dan perjalanan kereta api.
Selain penanganan prasarana, KAI Daop 1 Jakarta juga melakukan rekayasa pola operasi perjalanan kereta api guna meminimalkan dampak terhadap layanan kepada pelanggan, khususnya perjalanan Commuter Line di lintas tersebut.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap kondisi gangguan operasional.
“Begitu menerima laporan, petugas kami langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan melakukan penanganan secara terukur. Fokus utama kami adalah memastikan perjalanan kereta api tetap aman, sekaligus mempercepat pemulihan layanan agar dapat kembali normal secepat mungkin,” ujarnya.
KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden ini. KAI juga mengimbau pelanggan untuk tetap mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi KAI Group.
KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan intensif terhadap prasarana, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem, guna memastikan keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api.(****)






















