Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 terus mengalami peningkatan. Hingga Ahad, 9 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 2.398.441 tiket dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan.
Dengan capaian tersebut, tingkat okupansi sementara mencapai 53,3 persen. Artinya, masih tersedia sekitar 2,1 juta tiket yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik menggunakan kereta api.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan masyarakat masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan tiket kereta api pada masa Angkutan Lebaran tahun ini.
“Ketersediaan tiket masih cukup banyak di berbagai relasi. Kami mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan mudik dan memanfaatkan berbagai pilihan jadwal serta promo yang tersedia agar perjalanan tetap nyaman dan lancar,” ujar Anne.
Berdasarkan data sementara, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran dengan volume penumpang mencapai 141.946 pelanggan.
Secara rinci, penjualan tiket kereta api jarak jauh telah mencapai 2.318.050 tiket dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk atau dengan tingkat okupansi 64,9 persen. Sementara itu, tiket kereta api lokal yang terjual tercatat sebanyak 80.391 tiket dari kapasitas 926.936 tempat duduk atau 8,7 persen.
Okupansi kereta lokal diperkirakan masih akan terus meningkat, mengingat pemesanan tiket kereta api lokal baru dapat dilakukan mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.
Adapun sejumlah stasiun tujuan favorit masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 antara lain Stasiun Yogyakarta, Surabaya Pasar Turi, Purwokerto, Semarang Tawang, Bandung, dan Surabaya Gubeng.
Selain itu, KAI juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan program diskon tarif sebesar 30 persen yang tersedia untuk sejumlah perjalanan kereta api.
“Program diskon ini menjadi salah satu upaya KAI untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik dengan moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” kata Anne.
KAI juga mencatat kereta api Ekonomi Kerakyatan menjadi salah satu pilihan utama masyarakat, dengan rata-rata tingkat okupansi mencapai 75 persen. Hingga saat ini, penjualan tiket KA Ekonomi Kerakyatan telah mencapai 20.444 tiket dari kapasitas 27.368 tempat duduk, dan jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat menjelang puncak arus mudik.
“KAI berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa Angkutan Lebaran. Kami mengajak masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan memanfaatkan tiket yang masih tersedia,” tutup Anne.(fahmi).






























