Wartatarans.com, JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan pemahaman pekerja terhadap pentingnya pelindungan data pribadi, KAI Services menggelar sosialisasi pelindungan data pribadi di Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Stasiun Mangga Besar, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Direktur Keuangan dan Administrasi KAI Services Deny Eko Andrianto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingatkan seluruh pekerja akan pentingnya menjaga data pribadi guna mencegah terjadinya kebocoran data yang dapat menimbulkan keresahan serta berisiko merugikan individu maupun perusahaan.

“Kebocoran data pribadi bukan masalah yang sepele karena dapat menimbulkan kegaduhan dan merugikan perusahaan. Oleh karena itu, sosialisasi ini penting untuk mengingatkan seluruh pekerja KAI Services agar menjaga diri dan menjaga data dari kebocoran,” ujar Deny dalam sambutannya.
Sementara itu, Manager of IT Policy and Compliance PT KAI (Persero) Husni Rijai menyampaikan bahwa saat ini perusahaan telah memasuki era digitalisasi yang sangat rentan terhadap berbagai ancaman kebocoran data pribadi. Ancaman tersebut antara lain berasal dari malware yang dapat mencuri data, merusak sistem, hingga mengakses informasi tanpa izin.
Selain malware, Husni juga menyoroti ancaman phishing, yaitu upaya penipuan untuk memperoleh informasi sensitif seperti kata sandi atau data kartu kredit dengan menyamar sebagai entitas terpercaya. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya kesadaran dan kewaspadaan dari seluruh pihak.
“Perlu adanya kesadaran dan kewaspadaan bersama untuk melindungi data agar tidak terjadi kebocoran yang dapat menimbulkan keresahan, baik bagi diri pribadi maupun lingkungan perusahaan,” kata Husni.
Manager Corporate Communication KAI Services Nyoman Suardhita menambahkan, menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai pembelajaran, KAI Services terus mengingatkan seluruh pekerja akan pentingnya menjaga dan melindungi data pribadi, khususnya data pelanggan.
“Kami berharap melalui kegiatan sosialisasi ini tumbuh kesadaran seluruh pekerja KAI Services untuk melindungi data pribadi sehingga ke depan tidak terjadi kejadian serupa,” ujar Nyoman dalam keterangan resminya.****





















