Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang tetap andal di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran (Angleb) 2026. Ketepatan waktu perjalanan terjaga tinggi, seiring dengan penjualan tiket yang melampaui kapasitas yang disediakan.
Hingga 31 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, total penjualan tiket mencapai 4.978.544 atau 110,7 persen dari kapasitas 4.498.696 tempat duduk. Rinciannya, layanan KA jarak jauh mencatat 4.170.700 pelanggan atau 116,8 persen dari kapasitas, sementara KA lokal sebanyak 807.844 pelanggan atau 87,2 persen.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tingginya angka penjualan tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api selama periode Lebaran.
“Sejak pertengahan Maret, volume pelanggan terus meningkat dan tetap tinggi hingga fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena kepastian jadwal dan kenyamanan perjalanan,” ujar Anne, Selasa (31/3/2026).
Di sisi operasional, KAI mengoperasikan 8.844 perjalanan kereta api sepanjang masa Angkutan Lebaran 2026. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan tercatat sebesar 99,80 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan mencapai 98,86 persen.
Menurut Anne, capaian tersebut tidak terlepas dari kesiapan operasional yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan perjalanan, keandalan sarana, hingga penguatan layanan di stasiun.
“Pergerakan pelanggan tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu. Pola ini membuat arus balik tetap tinggi, dengan aliran penumpang yang terjaga,” katanya.
KAI juga terus mengoptimalkan dukungan teknologi untuk mempercepat proses layanan kepada pelanggan, baik di stasiun utama maupun stasiun antara.
“Setiap perjalanan yang berlangsung selama Angkutan Lebaran menjadi bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)





























