Menu

Mode Gelap
Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

PERISTIWA

Kali ini, di Hadapan KPK Para Pejabat Jateng Tanda Tangan Pakta Integritas Tidak Korupsi

badge-check


 Kali ini, di Hadapan KPK Para Pejabat Jateng Tanda Tangan Pakta Integritas Tidak Korupsi Perbesar

Wartatrans.com, JATENG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengadakan acara Dialog Antikorupsi di Grhadhika Bhakti Praja, Senin (30/3/2026).

Acara yang diikuti Bupati, Walikota, serta Pimpinan DPRD dari 35 kabupaten/ kota se Jawa Tengah ini bertujuan memperkuat strategi preemtif dan preventif menghindari tindak pidana korupsi.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan ajang digelar untuk mengingatkan pejabat di Jateng pada peran utamanya yaitu sebagai pelayan publik. Peristiwa tangkap tangan KPK padaa Bupati Pati, Pekalongan, dan Cilacap wajib jadi pelajaran bagi semuanya.

Karena itu, selain dialog anti korupsi juga dilakukan penandatanganan pakta integritas tidak korupsi. Tanda tangan bukan hanya dilakukan oleh Gubernur, Bupati, Walikota, juga oleh Ketua DPRD yang memiliki fungsi pengawasan di wilayah masing – masing.

Luthfi mengingatkan, agar penandatangan pakta integritas tidak sekadar pemanis bibir. “Saya tidak menolerir koruptor sedangkan melanggar hukum itu sifatnya personal. Jadi tanggung jawabnya ada pada pribadi, bukan institusi,” tegas Luthfi.

Menurut catatan Wartatrans.com, sudah empat kali Gubernur Luthfi mengeluarkan statemen serupa. Pertama pada retret sebelum ‘anak buahnya’ ditangkap KPK, kedua setelah ada yang ditangkap, ketiga setelah ada yang ditangkap lagi dan ke empat yang terkini.

Wakil Ketua KPK RI Fitroh Rohcahyanto mengapresiasi amanat sekaligus amarah Ahmad Luthfi. “Ini ajakan berkesadaran, kalau pengetahuan tentang korupsi semua sudah tahu. Yang kurang adalah kesadaran untuk tidak korupsi,” kata Fitroh.

Untuk itu KPK punya program pencegahan dan melakukan monitoring di berbagai daerah termasuk Jawa Tengah.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di PERISTIWA