Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kalimantan Makin Meluas, Presiden Prabowo Turun Tangan Kisah Porter Sunarto Rawat Anak Berkebutuhan Khusus, KAI Services Beri Bantuan di Stasiun Bandung IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur Libur Maulid Nabi, KAI Divre III Palembang Siapkan 19.200 Kursi, Tiket Terjual 119 Persen KAI Commuter Dekatkan Transportasi Publik dengan Generasi Muda Lewat Commuter Skate Games Juli 2026, Rekor Baru! Hampir 97 Ribu Wisman Naik Kereta Api Jarak Jauh

EKOBIS

Kamaruzzaman Latih Kelompok Perempuan Beutong Bersatu Mengolah Kopi, Dorong Lahirnya Usaha Berbasis Komunitas

badge-check


 Kamaruzzaman Latih Kelompok Perempuan Beutong Bersatu Mengolah Kopi, Dorong Lahirnya Usaha Berbasis Komunitas Perbesar

Wartatrans.con, NAGAN RAYA — Pemilik Rimba Kopi Takengon sekaligus Biro Aceh Tengah Wartatrans.com, Kamaruzzaman, memberikan pelatihan pengolahan kopi kepada Kelompok Perempuan Beutong Bersatu (PBB) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Ahad (5/7/2026).

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam mengolah kopi secara modern sekaligus membuka peluang usaha berbasis komoditas lokal.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai teknik roasting (sangrai) kopi, pengoperasian mesin roasting, hingga pemahaman tentang potensi bisnis kopi sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Kamaruzzaman menjelaskan, selama ini masyarakat Beutong Ateuh Banggalang belum memiliki produksi kopi sendiri. Warga umumnya membeli green bean kopi robusta dari luar daerah, kemudian menyangrainya secara manual di rumah.

“Selama ini kegiatan menyangrai kopi sudah menjadi rutinitas ibu-ibu, terutama ketika stok kopi di rumah habis atau menjelang pesta dan hari-hari besar,” ujar Kamaruzzaman.

Menurutnya, kehadiran mesin roasting pertama yang dimiliki Kelompok Perempuan Beutong Bersatu menjadi langkah awal menuju pengolahan kopi yang lebih praktis, efisien, higienis, dan menghasilkan kualitas yang lebih baik dibandingkan metode tradisional.

Mesin roasting tersebut merupakan bantuan dari Yayasan HAkA yang juga melengkapi kelompok dengan grinder serta sejumlah peralatan penunjang pengolahan kopi lainnya.

Perwakilan Yayasan HAkA berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami berharap mesin roasting ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat Beutong Ateuh Banggalang dan sekitarnya, serta menjadi awal tumbuhnya usaha kopi yang dikelola oleh kelompok perempuan,” ujar perwakilan Yayasan HAkA.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis masyarakat dalam mengolah kopi, tetapi juga mendorong lahirnya produk kopi bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar. Dengan dukungan keterampilan dan peralatan yang memadai, kelompok perempuan di Beutong Ateuh Banggalang diharapkan dapat mengembangkan usaha kopi secara mandiri, sekaligus memperkenalkan cita rasa kopi dari wilayah pegunungan Nagan Raya kepada pasar yang lebih luas.*** (Melda)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Angkut Bantuan dengan Kapal PELNI, Kemenhub Beri Potongan Harga 100 Persen

21 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ciputra Life Catat Kinerja Positif 2025 dan Berlanjut di Semester I-2026

21 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Pasar Ekspor Makin Terbuka

21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kemenhub Perkuat Pengelolaan Keuangan 2026

21 Agustus 2026 - 08:49 WIB

IEE 2026: Industri Baterai Dikejar Kesiapan Energi dan Teknologi

21 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Program Relawan BUMN 2026, PTPN Group Beri Manfaaat bagi Masyrakat Desa Bulok

21 Agustus 2026 - 06:45 WIB

Ada Deretan Promo Eksklusif InJourney di ASTINDO Travel Fair 2026 Surabaya

20 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Bantuan untuk Korban Gempa NTT dengan KM Tidar Tiba di Maumere

20 Agustus 2026 - 16:35 WIB

50.000 Hunian Qatar di Lahan KAI Dikawal Pemerintah

20 Agustus 2026 - 16:24 WIB

AirNav: Program RBB 2026 di Boyolali Tuntas Hari ini

20 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Trending di EKOBIS