Wartatrans.con, NAGAN RAYA — Pemilik Rimba Kopi Takengon sekaligus Biro Aceh Tengah Wartatrans.com, Kamaruzzaman, memberikan pelatihan pengolahan kopi kepada Kelompok Perempuan Beutong Bersatu (PBB) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Ahad (5/7/2026).
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam mengolah kopi secara modern sekaligus membuka peluang usaha berbasis komoditas lokal.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai teknik roasting (sangrai) kopi, pengoperasian mesin roasting, hingga pemahaman tentang potensi bisnis kopi sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Kamaruzzaman menjelaskan, selama ini masyarakat Beutong Ateuh Banggalang belum memiliki produksi kopi sendiri. Warga umumnya membeli green bean kopi robusta dari luar daerah, kemudian menyangrainya secara manual di rumah.
“Selama ini kegiatan menyangrai kopi sudah menjadi rutinitas ibu-ibu, terutama ketika stok kopi di rumah habis atau menjelang pesta dan hari-hari besar,” ujar Kamaruzzaman.
Menurutnya, kehadiran mesin roasting pertama yang dimiliki Kelompok Perempuan Beutong Bersatu menjadi langkah awal menuju pengolahan kopi yang lebih praktis, efisien, higienis, dan menghasilkan kualitas yang lebih baik dibandingkan metode tradisional.
Mesin roasting tersebut merupakan bantuan dari Yayasan HAkA yang juga melengkapi kelompok dengan grinder serta sejumlah peralatan penunjang pengolahan kopi lainnya.
Perwakilan Yayasan HAkA berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Kami berharap mesin roasting ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat Beutong Ateuh Banggalang dan sekitarnya, serta menjadi awal tumbuhnya usaha kopi yang dikelola oleh kelompok perempuan,” ujar perwakilan Yayasan HAkA.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis masyarakat dalam mengolah kopi, tetapi juga mendorong lahirnya produk kopi bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar. Dengan dukungan keterampilan dan peralatan yang memadai, kelompok perempuan di Beutong Ateuh Banggalang diharapkan dapat mengembangkan usaha kopi secara mandiri, sekaligus memperkenalkan cita rasa kopi dari wilayah pegunungan Nagan Raya kepada pasar yang lebih luas.*** (Melda)






























