Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan bersinergi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin mutu produk perikanan yang beredar di masyarakat berkualitas serta aman dikonsumsi, termasuk yang akan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini menjelaskan, KKP selaku otoritas kompeten penjamin mutu pangan segar asal ikan (PSAI) sebenarnya telah lama bersinergi dengan BPOM melalui kegiatan bersama di lapangan. Kerja sama secara resmi ini dilakukan untuk memformulasikan agar pengawasan dilakukan lebih sistematis.
Penandatangan dokumen kerja sama antara KKP dan BPOM berlangsung pada Senin (5/10) di Jakarta. “PKS menjadi landasan hukum bagi UPT Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia untuk bekerja bersama BPOM di daerah untuk mendukung program – program Pemerintah,” ungkap Ishartini dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (8/10).
Ruang lingkup kerja sama antara KKP dan BPOM sendiri mencakup pengawasan bersama produksi dan/atau peredaran pangan yang bersumber dari hasil perikanan; pengujian laboratorium pangan yang bersumber dari hasil perikanan; pendampingan pelaku usaha dalam pemenuhan persyaratan keamanan dan mutu pangan yang bersumber dari hasil perikanan; berbagi pakai data dan/atau informasi; diseminasi informasi dan edukasi bersama; dan dukungan perluasan pasar produk pangan yang bersumber dari hasil perikanan.
Langkah kolaboratif ini, sambungnya, juga untuk meningkatkan daya saing produk perikanan yang dihasilkan pelaku usaha, khususnya pelaku usaha skala mikro kecil menengah sehingga bisa melakukan ekspor, menjamin keamanan rantai pasok ikan hulu – hilir, termasuk yang digunakan dalam program makan bergizi gratis (MBG).
Dengan adanya kerja sama resmi ini, personel di 46 UPT Badan Mutu KKP dan 83 UPT BPOM di seluruh Indonesia akan bersinergi melaksanakan sejumlah agenda di antaranya inspeksi bersama ke UPI (Unit Pengolahan Ikan) dan pemasok ikan, percepatan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) untuk mendukung MBG, sosialisasi sanitasi, higienitas serta penanganan ikan kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan pendampingan bersama UMKM ekspor.
Sebelumnya dalam berbagai kesempatan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen KKP dalam mendukung program MBG melalui penyediaan protein asal ikan atau pangan biru yang sehat, bermutu dan aman melalui produksi dan quality assurance di sepanjang rantai pasok.(fahmi)



























