Menu

Mode Gelap
KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

PERON

Layanan Kereta Api PSO Layani 1,1 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026

badge-check


 Layanan Kereta Api PSO Layani 1,1 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kehadiran negara dalam memastikan akses transportasi yang terjangkau terasa nyata selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Melalui skema Public Service Obligation (PSO), pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjaga agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, nyaman, dan inklusif di tengah tingginya pergerakan akhir tahun.

Sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, layanan kereta api PSO melayani 1.103.379 pelanggan, mencerminkan peran strategis kebijakan subsidi pemerintah dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Jumlah tersebut terdiri dari 676.149 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) PSO dan 427.230 pelanggan Kereta Api Lokal PSO, keduanya meningkat dibandingkan periode Nataru 2024/2025.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa layanan PSO merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan transportasi publik yang terjangkau dan merata.

“Melalui skema PSO, pemerintah melalui KAI hadir memastikan masyarakat tetap dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan terjangkau, khususnya pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Nataru,” ujar Anne, Rabu (7/1/2025).

Secara keseluruhan, selama periode Nataru 2025/2026, KAI melayani 4.179.095 pelanggan, tumbuh 12,02 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencapai 3.730.584 pelanggan. Dari total tersebut, layanan kereta api jarak jauh melayani 3.392.439 pelanggan atau setara 122,9 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Adapun kereta api lokal melayani 786.656 pelanggan atau 105,6 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk. Tingkat keterisian ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, khususnya pada layanan kereta api lokal dengan karakteristik naik-turun penumpang di banyak stasiun.

Tingginya pergerakan masyarakat selama Nataru turut mendorong aktivitas perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta perputaran ekonomi di berbagai daerah. Kehadiran layanan kereta api yang terjangkau melalui PSO menjadi penopang penting bagi sektor pariwisata, transportasi lanjutan, serta usaha masyarakat di sekitar stasiun, mulai dari UMKM hingga pelaku jasa lokal.

Dari sisi operasional, kinerja perjalanan kereta api tetap terjaga dengan baik. Selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, On Time Performance (OTP) kereta api penumpang mencatat ketepatan waktu keberangkatan 99,68 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan mencapai 96,13 persen. Capaian ini menunjukkan kesiapan operasional KAI dalam menjaga keandalan layanan di tengah lonjakan volume perjalanan.

Pada periode Nataru ini, KAI juga memberlakukan diskon tarif 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk disiapkan. Hingga 5 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, tiket diskon yang terjual mencapai 1.524.487 tiket atau 102 persen, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api dengan tarif terjangkau.

“Kebijakan tarif terjangkau ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendorong mobilitas yang produktif selama periode liburan,” jelas Anne.

Ke depan, KAI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, untuk memastikan layanan kereta api PSO tetap berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di berbagai daerah.

“Kereta api PSO bukan sekadar layanan transportasi, tetapi bagian dari kehadiran negara dalam menjaga konektivitas, pemerataan akses, dan pergerakan ekonomi masyarakat. KAI berkomitmen menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus

3 April 2026 - 09:32 WIB

KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

2 April 2026 - 21:31 WIB

Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu

2 April 2026 - 20:51 WIB

KCIC Imbau Masyarakat Pesan Tiket Whoosh Lebih Awal Jelang Libur Panjang Paskah

2 April 2026 - 20:36 WIB

KAI Services Buka Pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya di Seluruh Regional, Cetak Security Profesional dan Humanis

2 April 2026 - 15:29 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Operasikan 17 KA Tambahan dan 68 KA Reguler pada Libur Panjang Paskah

2 April 2026 - 15:21 WIB

Rel Lintas Maswati–Sasaksaat Kembali Normal Usai Longsor, Perjalanan KA Berangsur Pulih

2 April 2026 - 12:04 WIB

Perjalanan KA Jakarta–Bandung Kembali Normal Usai Longsor, KAI Pastikan Operasional Aman

2 April 2026 - 10:16 WIB

Longsor di Bandung Barat, Sejumlah KA dari Gambir dan Pasar Senen Dibatalkan

1 April 2026 - 21:03 WIB

KAI Percepat Penanganan Longsoran di Lintas Maswati–Sasaksaat, Target Selesai 5 Jam

1 April 2026 - 20:17 WIB

Trending di PERON