Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Perkuat Keselamatan Transportasi, Anggaran Rp32,93 Triliun, KNKT hingga Investigasi Virgo Jaja Mihardja Mengidolakan Almarhum Bing Slamet  Dari Sabut Kelapa ke Harapan Baru, Iga Rangkul Anak Putus Sekolah PT Bumi Flora Aceh Timur Memanas! Kantor dan Alat Berat Diduga Dibakar Massa HUT ke-81 KAI, Daop 1 Jakarta Usung Semangat “Semakin Melayani”, Angkutan Penumpang Tumbuh 6 Persen dan Barang 20 Persen Presiden Prabowo Perangi Korupsi, Dua Tahun Pemerintahan: 118 Tersangka Ditetapkan KPK

RAGAM

Operasional Kampung Nelayan Merah Putih Bikin Penghasilan Nelayan Tongke-Tongke Melonjak

badge-check


 Operasional Kampung Nelayan Merah Putih Bikin Penghasilan Nelayan Tongke-Tongke Melonjak Perbesar

Wartatrans.com, SINJAI – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan kembali mengirimkan 12 ton produk tuna loin menuju Jakarta. Konsistensi produktivitas perikanan di lokasi tersebut berimbas pada ikut meningkatnya pendapatan nelayan dari yang semula Rp4 juta menjadi Rp7 juta/bulan.

Pelepasan 12 ton tuna loin dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di KNMP Tongke-Tongke kemarin. Tuna loin akan digunakan sebagai bahan baku unit pengolahan ikan (UPI) di Ibu Kota, baru selanjutnya diekspor.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Operasionalisasi KNMP yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Irjen Pol Victor Gustaaf Manoppo menjelaskan konsisten pengiriman ikan dari KNMP Tongke-Tongke keluar daerah menunjukkan telah terbangunnya ekosistem bisnis perikanan yang lebih besar di wilayah tersebut.

“Ini tentu membawa dampak ekonomi yang lebih baik kepada para nelayan sekitar,” terang Victor dalam siaran resmi di Jakarta, Ahad (27/9).

Operasionalisasi KNMP di Desa Tongke-Tongke sejak Mei lalu, terbukti menghidupkan ekonomi perikanan. Ikan tuna tangkapan nelayan yang selama ini dihargai Rp25.000-Rp30.000/kilogram, kini bertambah menjadi Rp45.000/kilogram. Meningkatnya nilai jual ikan tuna berdampak pada naiknya rata-rata pendapatan nelayan setempat.

“Dari yang semula berkisar Rp4 juta per nelayan, kini telah meningkat drastis menjadi Rp7 juta per orangnya,” jelas Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) selaku Sekretaris Satgas Operasionalisasi KNMP, Ali Rahmat Iman Santoso.

Selain itu, kehadiran KNMP juga memberikan nilai tambah pada ikan-ikan yang dihasilkan para nelayan. Dengan fasilitas yang ada, produk utuh segar dari nelayan kini diolah di KNMP menjadi tuna loin. Sebelum pengiriman 12 ton tuna loin kemarin, dari KNMP Tongke-Tongke juga telah melepas 65 ton produk tuna loin senilai Rp2,54 miliar ke Jakarta melalui mitra koperasi.

Tidak hanya produk tuna loin, bagian tetelan, rahang (kama), toro (bagian perut), serta daging merah hasil trimming juga dikirim ke Jakarta. “Dengan demikian, hasil pengolahan tuna tidak hanya berupa produk utama tuna loin, tetapi juga bagian-bagian hasil samping yang masih memiliki nilai ekonomi,” ujar Ali.

KNMP sebagai salah satu unit bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga berhasil menyerap 39 tenaga kerja lokal dan telah memiliki 80 anggota. Bupati Sinjai Ratnawati Arif menilai hadirnya KNMP sebagai lompatan besar bagi kesejahteraan masyarakat Sinjai. Dimulai dengan hadirnya cold storage untuk menjaga kualitas ikan, meningkatkan harga ikan, hingga, terciptanya peluang diversifikasi usaha yang layak sekaligus memotong keberadaan tengkulak.

“Program ini (KNMP) diproyeksikan mampu meningkatkan produksi perikanan rata-rata hingga kurang lebih 800 ton per tahun per lokasi dan mampu menaikkan pendapatan nelayan hingga 75 persen,” ujar Ratnawati.

Melalui program KNMP, KKP telah membangun sarana-prasarana seperti dermaga/tambatan perahu, pabrik es, gudang beku, kios perbekalan, tempat pendaratan ikan, sentra kuliner, hingga kendaraan berpendingin. Selain fasilitas, KKP juga mendampingi anggota koperasi dan nelayan mulai dari kelembagaan, kapasitas SDM, akses pembiayaan serta akses pasar.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Kemenhub Perkuat Keselamatan Transportasi, Anggaran Rp32,93 Triliun, KNKT hingga Investigasi Virgo

29 September 2026 - 03:22 WIB

PT Bumi Flora Aceh Timur Memanas! Kantor dan Alat Berat Diduga Dibakar Massa

28 September 2026 - 23:38 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

Pengurus PSI Sulteng Berganti, Syafiah Basir Jabat Ketua DPW

28 September 2026 - 18:17 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

Catatan Halimah Munawir: Ketika Keserakahan Membuat Bumi Semakin Panas

28 September 2026 - 07:15 WIB

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta

28 September 2026 - 07:03 WIB

Golkar Fakfak Bagikan 5.000 Masker Gratis untuk Lindungi Warga dari Dampak Kabut Asap

28 September 2026 - 06:49 WIB

Dukung Ekosistem Logistik Nasional, IPC TPK Tunjukkan Kesiapan Teknologi Operasional kepada Mahasiswa India

27 September 2026 - 21:14 WIB

IDSurvey Resmikan Desa Binaan Nglarangan, Perkuat Ekonomi Masyarakat

27 September 2026 - 20:57 WIB

Trending di EKOBIS