Menu

Mode Gelap
KAI Bandara Layani 115.272 Penumpang Selama Libur Panjang Imlek Penumpang Diperbolehkan Makan Minum Buka Puasa di Dalam KRL Selama Ramadan Hotel Truntum Padang Ciptakan Ramadan Penuh Makna dengan Sejumlah Promo Pengamat: Mudik Lebaran Jangan Hanya Bertumpu pada Jalan Tol! Desa Lubok Pusaka Terima Bantuan Lembu Meugang dari Pemerintah dan PGE Jelang Ramadhan, BFLF dan ACUT Salurkan TOA dan Mukena ke Masjid di Aceh

EKOBIS

Pasar Petani Garuda Mulai Beroperasi, Bupati Bogor Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

badge-check


 Pasar Petani Garuda Mulai Beroperasi, Bupati Bogor Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Bupati Bogor Rudy Susmanto mulai mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda di Cibinong, Jumat, 30 Januari 2026. Pasar ini diproyeksikan menjadi sentra penguatan petani sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bogor.

Peresmian operasional pasar tersebut dilakukan bersamaan dengan Festival Buah yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun). Meski pembangunan fisik baru mencapai sekitar 50 persen, pasar sudah mulai dimanfaatkan oleh petani lokal.

“Sejumlah fasilitas seperti lapak permanen, toilet, dan musala masih dalam proses dan akan dilanjutkan pembangunannya pada 2026,” kata Rudy saat meninjau lokasi.

Rudy menyebut Pasar Petani Garuda akan menjadi proyek percontohan pengembangan sentra petani di wilayah lain. Menurut dia, potensi pertanian Kabupaten Bogor tidak hanya terpusat di Cibinong, melainkan tersebar mulai dari sentra buah, tanaman hias, hingga perikanan konsumsi dan ikan hias.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana merevitalisasi pasar-pasar ikan serta membuka sentra petani di sejumlah kecamatan. “Kami ingin rantai distribusi petani lebih pendek dan nilai tambahnya kembali ke petani,” ujarnya.
Untuk menjaga ketertiban, pemanfaatan pasar dilakukan secara terdata. Petani dikenakan biaya administrasi Rp100 ribu per tahun. Kebijakan ini ditujukan untuk mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan seluruh pelaku usaha tercatat secara resmi oleh Distanhorbun.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan lahan tidur milik Pemkab Bogor untuk kepentingan masyarakat. Salah satu langkahnya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota yang, menurut Rudy, berkontribusi terhadap pengurangan risiko banjir di sejumlah kawasan.

 

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Pemkab Bogor menyiapkan program pembangunan desa sentra buah di 416 desa dan 19 kelurahan. Program tersebut disertai pemberian stimulus dan perlombaan antardesa guna mendorong setiap wilayah memiliki potensi unggulan berbasis pangan lokal.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hotel Truntum Padang Ciptakan Ramadan Penuh Makna dengan Sejumlah Promo

18 Februari 2026 - 12:12 WIB

Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan

16 Februari 2026 - 21:17 WIB

Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media

16 Februari 2026 - 21:08 WIB

Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Raih Tiga Penghargaan PR Indonesia Awards 2026

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

Mudahkan Manasik Jemaah Haji Aceh, Wamenhaj Resmikan Pesawat Hibah Garuda

15 Februari 2026 - 19:34 WIB

Trending di BANDARA