Menu

Mode Gelap
Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke KAI Daop 7 Madiun Ganti Rangkaian Bangunkarta dan Singasari dengan Stainless Steel New Generation mulai 15 April KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional

EKOBIS

Pasar Petani Garuda Mulai Beroperasi, Bupati Bogor Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

badge-check


 Pasar Petani Garuda Mulai Beroperasi, Bupati Bogor Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Bupati Bogor Rudy Susmanto mulai mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda di Cibinong, Jumat, 30 Januari 2026. Pasar ini diproyeksikan menjadi sentra penguatan petani sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bogor.

Peresmian operasional pasar tersebut dilakukan bersamaan dengan Festival Buah yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun). Meski pembangunan fisik baru mencapai sekitar 50 persen, pasar sudah mulai dimanfaatkan oleh petani lokal.

“Sejumlah fasilitas seperti lapak permanen, toilet, dan musala masih dalam proses dan akan dilanjutkan pembangunannya pada 2026,” kata Rudy saat meninjau lokasi.

Rudy menyebut Pasar Petani Garuda akan menjadi proyek percontohan pengembangan sentra petani di wilayah lain. Menurut dia, potensi pertanian Kabupaten Bogor tidak hanya terpusat di Cibinong, melainkan tersebar mulai dari sentra buah, tanaman hias, hingga perikanan konsumsi dan ikan hias.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana merevitalisasi pasar-pasar ikan serta membuka sentra petani di sejumlah kecamatan. “Kami ingin rantai distribusi petani lebih pendek dan nilai tambahnya kembali ke petani,” ujarnya.
Untuk menjaga ketertiban, pemanfaatan pasar dilakukan secara terdata. Petani dikenakan biaya administrasi Rp100 ribu per tahun. Kebijakan ini ditujukan untuk mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan seluruh pelaku usaha tercatat secara resmi oleh Distanhorbun.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan lahan tidur milik Pemkab Bogor untuk kepentingan masyarakat. Salah satu langkahnya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota yang, menurut Rudy, berkontribusi terhadap pengurangan risiko banjir di sejumlah kawasan.

 

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Pemkab Bogor menyiapkan program pembangunan desa sentra buah di 416 desa dan 19 kelurahan. Program tersebut disertai pemberian stimulus dan perlombaan antardesa guna mendorong setiap wilayah memiliki potensi unggulan berbasis pangan lokal.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

The Meru Sanur Sabet Penghargaan Best New Hotel Indonesia 2026

12 April 2026 - 12:47 WIB

Pelabuhan Pangkal Balam Perkuat Komitmen Jaga Layanan Bersama Mitra

11 April 2026 - 11:39 WIB

Survei Tunjukkan Kepuasan Publik Tinggi, ASDP Dinilai Sukses Kelola Mudik 2026

10 April 2026 - 20:20 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Mantap, Peak Season Lebaran, Citilink Angkut Penumpang Harian Tertinggi Sepanjang Sejarah

9 April 2026 - 21:41 WIB

Sepanjang Periode Angleb, PELNI Sukses Layani 652.271 Penumpang

9 April 2026 - 18:24 WIB

Kuartal 1/2026, Penumpang Naik 5%, InJourney Airports Layani 38,20 Juta

9 April 2026 - 15:41 WIB

Perkuat Sinergi Pelabuhan, Direktur Komersial Pelindo Konsolidasi Bersama Asosiasi Logistik di Makassar

9 April 2026 - 13:10 WIB

Aceh Tengah Jadi Sorotan, Kepemimpinan Daerah Dipertanyakan di Tengah Bencana dan Inflasi

9 April 2026 - 11:03 WIB

Trending di EKOBIS