Menu

Mode Gelap
Menteri PU Sampaikan Salam Presiden Prabowo, Tokoh Masyarakat Gayo Balas dengan Doa Top 10 Stasiun KA Jarak Jauh Layani 23,15 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, Pasar Senen Jadi yang Tersibuk Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit

EKOBIS

Pasar Petani Garuda Mulai Beroperasi, Bupati Bogor Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

badge-check


 Pasar Petani Garuda Mulai Beroperasi, Bupati Bogor Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Bupati Bogor Rudy Susmanto mulai mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda di Cibinong, Jumat, 30 Januari 2026. Pasar ini diproyeksikan menjadi sentra penguatan petani sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bogor.

Peresmian operasional pasar tersebut dilakukan bersamaan dengan Festival Buah yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun). Meski pembangunan fisik baru mencapai sekitar 50 persen, pasar sudah mulai dimanfaatkan oleh petani lokal.

“Sejumlah fasilitas seperti lapak permanen, toilet, dan musala masih dalam proses dan akan dilanjutkan pembangunannya pada 2026,” kata Rudy saat meninjau lokasi.

Rudy menyebut Pasar Petani Garuda akan menjadi proyek percontohan pengembangan sentra petani di wilayah lain. Menurut dia, potensi pertanian Kabupaten Bogor tidak hanya terpusat di Cibinong, melainkan tersebar mulai dari sentra buah, tanaman hias, hingga perikanan konsumsi dan ikan hias.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana merevitalisasi pasar-pasar ikan serta membuka sentra petani di sejumlah kecamatan. “Kami ingin rantai distribusi petani lebih pendek dan nilai tambahnya kembali ke petani,” ujarnya.
Untuk menjaga ketertiban, pemanfaatan pasar dilakukan secara terdata. Petani dikenakan biaya administrasi Rp100 ribu per tahun. Kebijakan ini ditujukan untuk mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan seluruh pelaku usaha tercatat secara resmi oleh Distanhorbun.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan lahan tidur milik Pemkab Bogor untuk kepentingan masyarakat. Salah satu langkahnya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota yang, menurut Rudy, berkontribusi terhadap pengurangan risiko banjir di sejumlah kawasan.

 

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Pemkab Bogor menyiapkan program pembangunan desa sentra buah di 416 desa dan 19 kelurahan. Program tersebut disertai pemberian stimulus dan perlombaan antardesa guna mendorong setiap wilayah memiliki potensi unggulan berbasis pangan lokal.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit

8 Juli 2026 - 13:26 WIB

Indonesia jadi Tuan Rumah ICAO CAEP Working Group 5

8 Juli 2026 - 09:30 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

TDA Takengon Gelar Sharing dan Diskusi Kunci Mengelola Bisnis di Premium Coffee

7 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Meski Terima Investasi TikTok Rp24,5 Triliun, PHK di Tokopedia Tetap Ada?

6 Juli 2026 - 16:56 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp2,67 Juta per Gram, Segini Daftarnya!

6 Juli 2026 - 09:39 WIB

Pelita Air-BNI Hadirkan Promo Diskon Tiket Domestik hingga Rp360 Ribu

6 Juli 2026 - 06:32 WIB

Kamaruzzaman Latih Kelompok Perempuan Beutong Bersatu Mengolah Kopi, Dorong Lahirnya Usaha Berbasis Komunitas

5 Juli 2026 - 19:34 WIB

KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar Pascainsiden, Siap Melayani dengan Standar Keselamatan Terbaik

5 Juli 2026 - 10:33 WIB

Trending di ANJUNGAN