Menu ✖

Mode Gelap
Bedah Puisi “Ay Lien dalam Empat Babak”, Menguak Jejak Kemanusiaan dan Sejarah dalam Diskusi Sastra di Magelang Truk Molen Diduga Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi Tolitoli Pastikan 21 Cabor Bertanding di Porprov X Sulteng Morowali 2026 Rimbun Air Bidik Rute Jakarta-Tasikmalaya KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026, Cek Jadwal Baru GAPEKA

EKOBIS

Pasar Petani Garuda Mulai Beroperasi, Bupati Bogor Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

badge-check


 Pasar Petani Garuda Mulai Beroperasi, Bupati Bogor Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Bupati Bogor Rudy Susmanto mulai mengoperasionalkan Pasar Petani Garuda di Cibinong, Jumat, 30 Januari 2026. Pasar ini diproyeksikan menjadi sentra penguatan petani sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bogor.

Peresmian operasional pasar tersebut dilakukan bersamaan dengan Festival Buah yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun). Meski pembangunan fisik baru mencapai sekitar 50 persen, pasar sudah mulai dimanfaatkan oleh petani lokal.

“Sejumlah fasilitas seperti lapak permanen, toilet, dan musala masih dalam proses dan akan dilanjutkan pembangunannya pada 2026,” kata Rudy saat meninjau lokasi.

Rudy menyebut Pasar Petani Garuda akan menjadi proyek percontohan pengembangan sentra petani di wilayah lain. Menurut dia, potensi pertanian Kabupaten Bogor tidak hanya terpusat di Cibinong, melainkan tersebar mulai dari sentra buah, tanaman hias, hingga perikanan konsumsi dan ikan hias.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana merevitalisasi pasar-pasar ikan serta membuka sentra petani di sejumlah kecamatan. “Kami ingin rantai distribusi petani lebih pendek dan nilai tambahnya kembali ke petani,” ujarnya.
Untuk menjaga ketertiban, pemanfaatan pasar dilakukan secara terdata. Petani dikenakan biaya administrasi Rp100 ribu per tahun. Kebijakan ini ditujukan untuk mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan seluruh pelaku usaha tercatat secara resmi oleh Distanhorbun.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan lahan tidur milik Pemkab Bogor untuk kepentingan masyarakat. Salah satu langkahnya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota yang, menurut Rudy, berkontribusi terhadap pengurangan risiko banjir di sejumlah kawasan.

 

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Pemkab Bogor menyiapkan program pembangunan desa sentra buah di 416 desa dan 19 kelurahan. Program tersebut disertai pemberian stimulus dan perlombaan antardesa guna mendorong setiap wilayah memiliki potensi unggulan berbasis pangan lokal.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rimbun Air Bidik Rute Jakarta-Tasikmalaya

1 November 2026 - 17:29 WIB

Untuk Pengembangan Ekonomi, Tiap Dusun Di Borobudur Dialokasikan Rp10 Juta

31 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Citilink Kolaborasi dengan Krispy Kreme, Hadirkan Penerbangan Lebih Berkesan

30 Oktober 2026 - 20:08 WIB

ASDP Bebaskan 100% Tarif Jasa Kepelabuhanan di Libur Nataru

30 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

AirNav Indonesia Paparkan Inovasi Navigasi Penerbangan di AS

30 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Pelindo dan Pemkab Bangka Barat Bahas Pengelolaan Pelabuhan Mentok

30 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kemenhub Optimalisasi Pemanfatan Barang Milik Negara

30 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi dengan Jamdatun

30 Oktober 2026 - 11:21 WIB

IDSurvey Andalkan Inspeksi dan Sertifikasi untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Indonesia

30 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Trending di EKOBIS