Wartatrans.com, BENER MERIAH — Suasana haru mewarnai kunjungan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, ke kawasan Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah Rabu (8/7/2026). Dalam pertemuan dengan masyarakat, Menteri PU menyampaikan apresiasi atas dukungan warga terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Mewakili Presiden Prabowo Subianto, Dody Hanggodo menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat.

“Jadi, atas nama Bapak Presiden Prabowo Subianto, saya sebagai salah satu pembantu beliau ingin mengucapkan terima kasih, Pak, atas bantuan dan dukungannya,” ujar Dody Hanggodo.
Ucapan tersebut disambut penuh haru oleh tokoh masyarakat Enang-Enang, Syahrial Abadi. Dalam sambutannya, Syahrial menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat pedalaman Aceh.
“Secara pribadi, saya memang tidak memiliki kemampuan teknis yang istimewa. Saya hanya menyampaikan apa adanya. Kami, atas nama masyarakat Tanah Gayo, bahkan masyarakat Aceh pada umumnya, mengucapkan ribuan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Bapak Presiden sehingga kami dapat menerima bantuan ini,” kata Syahrial.
Ia mengaku masyarakat tidak mampu membalas kebaikan tersebut selain dengan doa.
“Yang dapat kami berikan hanyalah doa untuk Bapak Presiden. Semoga beliau diberikan umur yang panjang, rezeki yang berkah, kesehatan, serta senantiasa berada dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Syahrial mengungkapkan harapannya agar suatu saat dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Harapan saya, apabila Allah mengizinkan, suatu saat nanti saya dapat bertemu langsung dengan Bapak Presiden. Insya Allah. Terima kasih banyak, Pak,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam kunjungan kerja Menteri PU di Enang-Enang. Dialog yang berlangsung hangat mencerminkan kedekatan antara pemerintah pusat dan masyarakat, sekaligus menjadi simbol harapan akan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Aceh.*** (Kamaruzzaman)


























