Menu

Mode Gelap
Hari Pertama Tahun Baru, Menhub Dudy Pantau Arus Lalu Lintas di Jalur Tol Keluar-Masuk Jakarta Menhub Dudy Pastikan Kesiapan untuk Arus Balik Nataru di Stasiun Yogya UMK Kubu Raya 2026 Naik 7,7 Persen, Ditetapkan Rp3,1 Juta Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026

RAGAM

Pelabuhan Bertransformasi Jadi Pusat Teknologi dan Industri di Era AI

badge-check


					Pelabuhan Bertransformasi Jadi Pusat Teknologi dan Industri di Era AI Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pelabuhan di berbagai negara kini tidak lagi berfungsi semata sebagai titik transit barang, tetapi mulai bertransformasi menjadi pusat solusi teknologi dan data. Peran yang sebelumnya banyak dijalankan oleh perusahaan teknologi tersebut kini diadopsi oleh pelabuhan seiring berkembangnya digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sektor logistik dan transportasi. Hal itu diungkapkan Riri Satria, dalam acara podcast seputar pemanfaatan kecerdasan buatan, Senin (22/12/2025).

Selain penguatan fungsi digital, pelabuhan juga menunjukkan konvergensi dengan sektor industri dan manufaktur melalui pengembangan kawasan industri pelabuhan (port-based industrial zone). Kedekatan antara pelabuhan, kawasan industri, dan pusat distribusi dinilai mampu menciptakan efisiensi biaya dan waktu secara signifikan. Dengan model ini, pelabuhan tidak lagi hanya menjadi simpul logistik, melainkan bagian integral dari proses produksi dan rantai pasok.

Sebagai pakar teknologi informasi dan transformasi digital, Riri Satria, menilai konvergensi tersebut merupakan keniscayaan dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin berbasis data dan teknologi. Menurutnya, pelabuhan modern harus mampu mengelola data secara cerdas dan terintegrasi agar tetap relevan dan kompetitif.

“Pelabuhan ke depan bukan hanya mengelola arus barang, tetapi juga arus data. Pemanfaatan AI, analitik data, dan sistem digital terintegrasi akan menentukan efisiensi, keamanan, serta daya saing pelabuhan di tingkat global,” ujar Riri Satria.

Ia menambahkan, integrasi pelabuhan dengan kawasan industri akan memperpendek rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah ekonomi. Namun, transformasi tersebut menuntut kesiapan yang tidak sederhana.

“Tantangan utamanya ada pada kapabilitas sumber daya manusia, kesiapan regulasi, serta kemampuan pelabuhan membangun kolaborasi lintas sektor. Tanpa itu, konvergensi bisnis hanya akan menjadi konsep, bukan keunggulan nyata,” katanya.

Konvergensi bisnis ini membuka peluang baru bagi pelabuhan untuk memperoleh sumber pendapatan tambahan sekaligus memperkuat posisi strategisnya dalam perekonomian nasional dan global. Pelabuhan juga berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi kawasan melalui integrasi logistik, industri, dan teknologi.

Secara keseluruhan, konvergensi bisnis menjadi ciri utama pelabuhan modern di era AI dan dipandang sebagai faktor kunci dalam meningkatkan daya saing pelabuhan di masa depan.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

2 Januari 2026 - 06:35 WIB

Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat

2 Januari 2026 - 05:51 WIB

Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026

2 Januari 2026 - 01:10 WIB

Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

1 Januari 2026 - 21:20 WIB

Refleksi Awal Tahun, Noyo Gimbal View Dipadati Wisatawan

1 Januari 2026 - 18:57 WIB

Trending di RAGAM