Wartatrans.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta (Kesbangpol) menggelar kegiatan Aksi Bela Negara dalam rangka menyongsong 5 abad Jakarta sebagai kota global yang berbudaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 Februari 2026 di Graha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta.
Sebanyak sekitar 100 peserta menghadiri kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat dan lembaga, di antaranya Kepala Badan Penghubung seluruh provinsi di Jakarta, Ketua dan anggota Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-DKI Jakarta, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), serta perwakilan organisasi masyarakat dan yayasan.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk talk show Wawasan Kebangsaan dengan tema “Aksi Bela Negara dalam Rangka Silaturahmi dan Menjaga Toleransi Kebangsaan.” Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi tersebut, antara lain perwakilan Kesbangpol DKI Jakarta Herlina, Ketua FPK DKI Jakarta Samsul Zakaria, Ketua FKDM DKI Jakarta, serta Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) DKI Jakarta Abdul Haris.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya meningkatkan kesadaran bela negara di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat semangat nasionalisme yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan toleransi. Aksi Bela Negara ini juga diarahkan untuk membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyongsong Jakarta memasuki usia lima abad.
Selain diskusi kebangsaan, kegiatan ini turut dimeriahkan dengan pameran dan bazar, serta partisipasi dari berbagai dinas dan lembaga terkait. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi, refleksi, dan aksi kolektif guna menumbuhkan rasa cinta tanah air dan komitmen bersama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju, berdaya saing, dan berbudaya.
Dengan terselenggaranya Aksi Bela Negara ini, Kesbangpol DKI Jakarta berharap kesadaran bela negara di masyarakat semakin menguat dan kolaborasi antara pemerintah serta elemen masyarakat dapat terus terjaga dalam menyongsong 5 abad Jakarta.*** (LEP)




















