Wartatrans.com, JATENG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberangkatkan secara gratis ratusan pemudik yang balik ke Jakarta, Jumat (27/3/2026). Pemberangkatannya dari Stasiun Tawang Semarang, menggunakan moda kereta api (KA) jam 14.40 WIB.
Empat rangkaian kereta dengan total 320 kursi, disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam program Balik Rantau Gratis tahun 2026. Giat ini bagian dari fasilitasi Pemprov Jateng untuk membantu masyarakat pekerja informal yang kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampungnya. Sebuah ikhtiar sederhana, agar perjalanan kembali ke kota tempat kerja tidak lagi menjadi beban.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menjelaskan bantuan transportasi gratis sangat diperlukan bagi warganya. Mereka telah mengeluarkan banyak anggaran selama mudik di kampung halaman. Ini menjadikan uangnya menipis. Nah, dengan adanya program balik gratis, sudah pasti mereka terbantu dan gembira.

Luthfi berharap kepada warga Jateng yang kembali bekerja di perantauan agar tetap menjaga semangat, bekerja keras, dan menaati hukum. “Karakter masyarakat Jateng yang guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung toleransi, harus terus dijaga. Ini modal sosial yang utama saat kembali ke perantauan,” katanya.
Berita terakhir, pada Sabtu (28/3/2026), Pemprov Jateng kembali mengadakan Program Balik Rantau Gratis 2026. Kalau Jumat (27/3/2026) memakai kereta api, kali ini adalah bus.Terdapat tiga titik pemberangkatan, yaitu di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Terminal Mangkang Semarang, dan Terminal Bulupitu Banyumas.
Acara dibuka serentak oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Asrama Haji Donohudan, yang diikuti secara daring oleh para peserta di Terminal Bulupitu dan Terminal Mangkang.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, yang mengikuti acara dari Semarang mengatakan, peserta balik gratis di Terminal Mangkang berjumlah 550 orang. Mereka menggunakan 11 armada. Dari asal Demak, Semarang, dan Jepara menuju Jakarta.

Secara keseluruhan, program mudik – balik gratis Pemprov Jateng tahun 2026 menjangkau 21.975 orang yang terdiri dari 1.288 penumpang kereta api mudik, 16.186 penumpang bus mudik, 320 penumpang kereta api balik rantau, dan 4.181 penumpang bus balik rantau. Sumarno bersyukur, semua penyelenggaraan berjalan lancar.
Sebelum keberangkatan, seluruh armada dan kru menjalani pemeriksaan kelayakan atau ramp check yang dilakukan Dinas Perhubungan lewat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kepolisian (Satlantas), juga instansi terkait seperti Jasa Raharja dan Dinas Kesehatan. Semua dilakukan untuk menjamin perjalanan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.*** (Slamet Widodo)




























