Wartatrans.com, PURBALINGGA — Memasuki akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026, Indonesia kembali dilanda duka akibat meningkatnya bencana alam di berbagai wilayah, di antaranya Sumatra, Sulawesi, dan Pulau Jawa. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah kawasan lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yang mengalami longsor dan banjir bandang.
Merespons kondisi tersebut, Tim Relawan Satria Kencana Nusantara (SKN) turun langsung ke lokasi bencana untuk membantu masyarakat terdampak. Bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi menyebabkan rusaknya infrastruktur, termasuk terputusnya saluran air PAM yang selama ini menjadi sumber air bersih warga.

Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih, khususnya di Desa Siwarak dan Dukuh Krete, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Warga terpaksa kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, seperti air minum, memasak, dan sanitasi.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum Satria Kencana Nusantara, R. Abdul Latif, kembali menurunkan tim relawan untuk melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak. Dalam aksi kemanusiaan ini, tim relawan menurunkan dua unit toren air berkapasitas masing-masing 2.000 liter yang beroperasi secara mobile untuk menjangkau kampung-kampung yang kesulitan air.
Selain mendistribusikan air bersih, relawan SKN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pakaian layak pakai serta tas sekolah untuk anak-anak yang terdampak bencana.
Selama tujuh hari, terhitung sejak 3 hingga 8 Februari, Tim Relawan Satria Kencana Nusantara berhasil mendonasikan hampir 100.000 liter atau sekitar 100 ton air bersih kepada warga Desa Siwarak dan Dukuh Krete. Kegiatan ini dikoordinatori langsung oleh Ketua SKN Purbalingga, Mbah Surif, bersama relawan di lapangan.
Aksi kemanusiaan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang merasa sangat terbantu di tengah keterbatasan akibat bencana. Kehadiran relawan SKN dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian dan solidaritas sosial terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.*** (Tyo)




















