Menu

Mode Gelap
Kali ini, Dihadapan KPK Para Pejabat Jateng Tanda Tangan Pakta Integritas Tidak Korupsi KAI Layani 4,9 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 25,7 Persen Catatan Halimah Munawir: Menjaga Nyala Obor dalam Hangatnya Silaturahmi para Penyair dan Sastrawan Yatim Pemulung di Bireuen Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Berat AHY Dikaruniai Anak Kedua, Diberi Nama AHY Juga Momentum Halalbihalal 1447 H, Dalihan Natolu Padang Lawas Pererat Sinergi dengan Pemkab dan Sambut Kantor Bupati Baru

PERON

Rencana Hadirkan Trem Bogor Menguat Lagi, Andalkan Produk Dalam Negeri

badge-check


 Angkutan Trem Perbesar

Angkutan Trem

Wartatrans.com, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor kembali menghidupkan rencana pengoperasian trem perkotaan untuk mobilitas masyarakat.

Moda transportasi yang satu ini, telah diwacanakan sejak lebih dari satu dekade lalu.

Kali ini, rencana tersebut diklaim semakin matang dengan produksi sarana yang tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 70 persen.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut, tingginya kandungan lokal pada proyek trem menegaskan arah kebijakan pemerintah daerah yang ingin mengaitkan pembangunan transportasi publik dengan penguatan industri nasional.

“Sarana trem yang direncanakan, akan diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA), badan usaha milik negara di sektor perkeretaapian,” ujar Didie, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, trem dipilih bukan semata karena pertimbangan teknis transportasi, tetapi juga karena dinilai paling realistis diterapkan di kota dengan keterbatasan ruang dan anggaran seperti Bogor.

Dibandingkan moda berbasis rel lain, trem dianggap lebih efisien dari sisi biaya pembangunan maupun operasional.

“Dari berbagai alternatif transportasi rel, trem adalah yang paling memungkinkan untuk kota,” katanya.

Rencana pengembangan trem di Bogor sejatinya telah muncul sejak 2014, sebagai bagian dari penataan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Namun, realisasinya kerap tertunda oleh berbagai kendala, mulai dari pendanaan hingga sinkronisasi perencanaan tata kota.

Rute yang dirancang akan melintasi kawasan-kawasan strategis, seperti Alun-alun Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Jalan Ir. H. Juanda, Sempur, Pajajaran, Tugu Kujang, Otista, Bogor Trade Mall, dan SMAN 1 Bogor, sebelum kembali ke titik awal.

“Jalur tersebut melewati pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan ruang publik warga,” kata Didie.

Pemerintah Kota Bogor berharap kehadiran trem dapat menjadi tulang punggung transportasi umum perkotaan, sekaligus menekan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang selama ini menjadi penyumbang utama kemacetan dan emisi di kota hujan itu.

Meski demikian, tantangan implementasi masih membayangi. Selain kebutuhan pembiayaan jangka panjang, integrasi trem dengan moda transportasi lain serta penerimaan publik akan menjadi faktor penentu keberhasilan proyek tersebut.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Layani 4,9 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 25,7 Persen

31 Maret 2026 - 00:07 WIB

144 Ribu Masyarakat Gunakan Layanan DAMRI ke Bandara Selama Lebaran 2026

30 Maret 2026 - 20:29 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Masih Tinggi, Okupansi KA Lampaui Target Tembus 140,2 Persen

30 Maret 2026 - 18:14 WIB

Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang KA Tiba di Jakarta Melonjak

30 Maret 2026 - 17:56 WIB

Menhub Dudy Apresiasi Sinergi dan Kerja Keras Semua Pihak Sukseskan Angleb

30 Maret 2026 - 17:22 WIB

16 Rangkaian KRL Baru Bakal Dioperasikan Semester 2 Tahun ini

30 Maret 2026 - 14:59 WIB

Pemudik Lebaran Tembus 147, 55 Juta, Menhub Dudy: Lebih Tinggi dari Prediksi

30 Maret 2026 - 13:22 WIB

KCI Hadirkan Fasilitas Platform Lift bagi Disabilitas di Stasiun Cikini

30 Maret 2026 - 10:49 WIB

Dirut KAI Tinjau Arus Balik Kereta Whoosh, Penumpang Jakarta–Bandung Tetap Tinggi

29 Maret 2026 - 20:50 WIB

KAI Daop 7 Madiun Angkut 434 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

29 Maret 2026 - 18:41 WIB

Trending di PERON