Menu

Mode Gelap
PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro Upacara Kemerdekaan di Kampung Nelayan, Trenggono Targetkan 5.000 KNMP hingga 2029 Hari Ini Tarif Rp8 Berlaku di LRT Jabodebek dan Sebagian Besar Commuter Line, 27.620 Tiket Diskon KAI Terjual Dirut KAI Tekankan Keselamatan, Profesionalisme, dan Perluasan Manfaat Kereta Api pada HUT ke-81 RI Di HUT Ke-81 RI, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok: Semangat Kemerdekaan Harus Bebaskan Diri dari Malas dan Penyalahgunaan Wewenang Hindari Kepadatan Monas Saat HUT RI, 27 KA Keberangkatan Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara

PERON

Rencana Hadirkan Trem Bogor Menguat Lagi, Andalkan Produk Dalam Negeri

badge-check


 Angkutan Trem Perbesar

Angkutan Trem

Wartatrans.com, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor kembali menghidupkan rencana pengoperasian trem perkotaan untuk mobilitas masyarakat.

Moda transportasi yang satu ini, telah diwacanakan sejak lebih dari satu dekade lalu.

Kali ini, rencana tersebut diklaim semakin matang dengan produksi sarana yang tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 70 persen.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut, tingginya kandungan lokal pada proyek trem menegaskan arah kebijakan pemerintah daerah yang ingin mengaitkan pembangunan transportasi publik dengan penguatan industri nasional.

“Sarana trem yang direncanakan, akan diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA), badan usaha milik negara di sektor perkeretaapian,” ujar Didie, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, trem dipilih bukan semata karena pertimbangan teknis transportasi, tetapi juga karena dinilai paling realistis diterapkan di kota dengan keterbatasan ruang dan anggaran seperti Bogor.

Dibandingkan moda berbasis rel lain, trem dianggap lebih efisien dari sisi biaya pembangunan maupun operasional.

“Dari berbagai alternatif transportasi rel, trem adalah yang paling memungkinkan untuk kota,” katanya.

Rencana pengembangan trem di Bogor sejatinya telah muncul sejak 2014, sebagai bagian dari penataan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Namun, realisasinya kerap tertunda oleh berbagai kendala, mulai dari pendanaan hingga sinkronisasi perencanaan tata kota.

Rute yang dirancang akan melintasi kawasan-kawasan strategis, seperti Alun-alun Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Jalan Ir. H. Juanda, Sempur, Pajajaran, Tugu Kujang, Otista, Bogor Trade Mall, dan SMAN 1 Bogor, sebelum kembali ke titik awal.

“Jalur tersebut melewati pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan ruang publik warga,” kata Didie.

Pemerintah Kota Bogor berharap kehadiran trem dapat menjadi tulang punggung transportasi umum perkotaan, sekaligus menekan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang selama ini menjadi penyumbang utama kemacetan dan emisi di kota hujan itu.

Meski demikian, tantangan implementasi masih membayangi. Selain kebutuhan pembiayaan jangka panjang, integrasi trem dengan moda transportasi lain serta penerimaan publik akan menjadi faktor penentu keberhasilan proyek tersebut.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hari Ini Tarif Rp8 Berlaku di LRT Jabodebek dan Sebagian Besar Commuter Line, 27.620 Tiket Diskon KAI Terjual

17 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Dirut KAI Tekankan Keselamatan, Profesionalisme, dan Perluasan Manfaat Kereta Api pada HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Hindari Kepadatan Monas Saat HUT RI, 27 KA Keberangkatan Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara

17 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Spesial HUT ke-81 RI: KAI Commuter Hadirkan Tarif Promo Rp8 dan Kereta Tambahan hingga Bagi-Bagi Kopi Gratis

17 Agustus 2026 - 11:46 WIB

HUT RI ke-81, KAI Commuter Bagikan Kopi dan Roti Gratis di Stasiun BNI City dan Juanda

17 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

17 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

16 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis

16 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Libur Panjang HUT RI, Penumpang Whoosh Tembus 45.889 Orang dalam Dua Hari

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Kereta Api Dorong Mobilitas Rendah Emisi

16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Trending di PERON