Menu ✖

Mode Gelap
PNM Tanam 5.850 Pohon Endemik, Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan di Tujuh Daerah Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031 Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

PERON

KAI dan INKA Mulai Integrasi Strategis, Kebutuhan 156 Rangkaian KRL hingga 2040 Jadi Peluang Industri Nasional

badge-check


 KAI dan INKA Mulai Integrasi Strategis, Kebutuhan 156 Rangkaian KRL hingga 2040 Jadi Peluang Industri Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA resmi memulai proses integrasi strategis melalui kegiatan Kick-Off Integrasi KAI dan INKA yang digelar di Ballroom Jakarta Railway Center, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Danantara Asset Management, direksi KAI dan INKA, tim Project Management Office (PMO), konsultan, serta pimpinan kedua perusahaan. Integrasi ini diarahkan untuk menyelaraskan proyeksi kebutuhan layanan perkeretaapian dengan kemampuan industri manufaktur nasional.

Senior Vice President Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic Danantara Asset Management, Desty Arlaini, mengatakan keberhasilan integrasi harus diawali dengan kesamaan visi dari seluruh pimpinan dan insan kedua perusahaan.

“Seluruh pimpinan perlu memiliki visi yang sama, membangun nilai bersama, dan menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai orientasi utama. KAI dan INKA harus menjadi satu tim yang saling menghormati kompetensi masing-masing,” ujar Desty.

Menurutnya, kepemimpinan, kepercayaan, dan budaya kerja menjadi faktor penting dalam proses integrasi. Setiap keputusan harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, perusahaan, pemegang saham, dan negara.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan integrasi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api nasional. Menurut dia, kebutuhan sarana perkeretaapian dalam jangka panjang membutuhkan perencanaan yang semakin terhubung antara operator dan produsen.

“Integrasi KAI dan INKA merupakan langkah besar untuk membangun ekosistem industri kereta api nasional yang semakin kuat. Proyeksi kebutuhan sarana perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan desain, kapasitas produksi, pengujian, dan penyerahan produk yang lebih selaras,” kata Bobby.

Salah satu potensi terbesar berasal dari kebutuhan Kereta Rel Listrik (KRL). Berdasarkan perhitungan awal KAI, kebutuhan KRL hingga tahun 2040 diproyeksikan mencapai sekitar 156 rangkaian.

Menurut Bobby, angka tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan bagi industri manufaktur nasional. Kebutuhan tersebut bahkan belum mencakup kebutuhan kereta rel diesel, sarana kereta api jarak jauh, lokomotif, maupun sarana angkutan barang.

“Kebutuhan sekitar 156 rangkaian KRL hingga 2040 memberikan gambaran besarnya peluang pengembangan industri ini. Angka tersebut belum mencakup kebutuhan Kereta Rel Diesel, sarana kereta api jarak jauh, lokomotif, serta sarana untuk layanan barang,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan yang semakin terkoordinasi antara operator dan produsen diharapkan dapat memperkuat kepastian kebutuhan, kesiapan produksi, serta pengembangan sarana yang sesuai dengan karakter layanan di Indonesia.

Bobby juga menilai model keterhubungan antara operator dan produsen telah diterapkan di sejumlah negara dengan industri kereta api maju karena mampu menyelaraskan proyeksi kebutuhan sarana, pengembangan teknologi, standardisasi produk, dan kapasitas produksi jangka panjang.

“KAI sangat mendukung integrasi ini karena dampaknya berkaitan langsung dengan layanan masa depan. Semakin kuat industri manufaktur nasional, semakin besar kemampuan kita menyediakan sarana yang aman, andal, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Data KAI menunjukkan jumlah pelanggan KAI Group pada Semester I 2026 mencapai 258,99 juta pelanggan atau meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan mobilitas tersebut dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas sarana guna menjaga keselamatan, keandalan, dan kenyamanan layanan.

Sementara itu, Direktur Utama PT INKA (Persero) Bambang Jatmika menyebut kick-off tersebut menjadi tonggak penting dari rencana integrasi yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir.

“Integrasi ini menjadi bagian dari cita-cita membangun industri kereta api nasional yang kuat. KAI dan INKA memiliki peran yang saling berkaitan, mulai dari pemetaan kebutuhan sarana hingga produksi yang mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bambang.

Menurutnya, koordinasi yang semakin erat akan membantu kedua perusahaan menyelaraskan proyeksi kebutuhan, perencanaan produksi, jadwal pengujian, proses serah terima, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kualitas produk.

Integrasi KAI dan INKA diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri nasional dalam memenuhi kebutuhan sarana perkeretaapian secara lebih terencana sekaligus meningkatkan daya saing produk kereta api buatan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

2 November 2026 - 19:28 WIB

Naik Kereta Saat Hamil Ada Aturannya, KAI Wajibkan Surat Kesehatan dan Pendamping

2 November 2026 - 10:46 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026, Cek Jadwal Baru GAPEKA

1 November 2026 - 17:22 WIB

Percaya Diri dan Disiplin Antar Andika Ageng Pamungkas Terpilih Jadi Spark KAI Services Oktober 2026

1 November 2026 - 06:55 WIB

Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru

31 Oktober 2026 - 23:21 WIB

Bukan Sekadar Transportasi Murah, Ini Alasan Commuter Line Jadi Pilihan Warga

31 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KAI Commuter Luncurkan KMT Edisi Khusus Comifuro 23, Dibanderol Rp60 Ribu

31 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Jelang Libur Nataru, Menhub Dudy Instruksikan Rampcheck Seluruh Moda Transportasi

31 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Lima KA Bersejarah KAI Layani 1,25 Juta Pelanggan Sepanjang Januari–September 2026

30 Oktober 2026 - 23:50 WIB

Trending di PERON