Menu

Mode Gelap
Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO FIFGROUP Raih Penghargaan GP2SP DKI Jakarta KAI 81 Tahun, Perjalanan Tiket Kereta dari Loket hingga Access by KAI Pelindo Regional 4 Gandeng BNN Edukasi Antinarkoba di Kalangan Pelajar IPC TPK Cetak Kinerja Positif Hingga Agustus 2026, Catat Pertumbuhan Volume Petikemas 8,37 Persen Prabowo Perkuat Arah Baru Ekonomi, Disiplin Fiskal dan Ketahanan Energi Jadi Prioritas Pasca Pergantian Menkeu

PERON

KAI dan INKA Mulai Integrasi Strategis, Kebutuhan 156 Rangkaian KRL hingga 2040 Jadi Peluang Industri Nasional

badge-check


 KAI dan INKA Mulai Integrasi Strategis, Kebutuhan 156 Rangkaian KRL hingga 2040 Jadi Peluang Industri Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA resmi memulai proses integrasi strategis melalui kegiatan Kick-Off Integrasi KAI dan INKA yang digelar di Ballroom Jakarta Railway Center, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Danantara Asset Management, direksi KAI dan INKA, tim Project Management Office (PMO), konsultan, serta pimpinan kedua perusahaan. Integrasi ini diarahkan untuk menyelaraskan proyeksi kebutuhan layanan perkeretaapian dengan kemampuan industri manufaktur nasional.

Senior Vice President Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic Danantara Asset Management, Desty Arlaini, mengatakan keberhasilan integrasi harus diawali dengan kesamaan visi dari seluruh pimpinan dan insan kedua perusahaan.

“Seluruh pimpinan perlu memiliki visi yang sama, membangun nilai bersama, dan menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai orientasi utama. KAI dan INKA harus menjadi satu tim yang saling menghormati kompetensi masing-masing,” ujar Desty.

Menurutnya, kepemimpinan, kepercayaan, dan budaya kerja menjadi faktor penting dalam proses integrasi. Setiap keputusan harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, perusahaan, pemegang saham, dan negara.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan integrasi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api nasional. Menurut dia, kebutuhan sarana perkeretaapian dalam jangka panjang membutuhkan perencanaan yang semakin terhubung antara operator dan produsen.

“Integrasi KAI dan INKA merupakan langkah besar untuk membangun ekosistem industri kereta api nasional yang semakin kuat. Proyeksi kebutuhan sarana perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan desain, kapasitas produksi, pengujian, dan penyerahan produk yang lebih selaras,” kata Bobby.

Salah satu potensi terbesar berasal dari kebutuhan Kereta Rel Listrik (KRL). Berdasarkan perhitungan awal KAI, kebutuhan KRL hingga tahun 2040 diproyeksikan mencapai sekitar 156 rangkaian.

Menurut Bobby, angka tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan bagi industri manufaktur nasional. Kebutuhan tersebut bahkan belum mencakup kebutuhan kereta rel diesel, sarana kereta api jarak jauh, lokomotif, maupun sarana angkutan barang.

“Kebutuhan sekitar 156 rangkaian KRL hingga 2040 memberikan gambaran besarnya peluang pengembangan industri ini. Angka tersebut belum mencakup kebutuhan Kereta Rel Diesel, sarana kereta api jarak jauh, lokomotif, serta sarana untuk layanan barang,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan yang semakin terkoordinasi antara operator dan produsen diharapkan dapat memperkuat kepastian kebutuhan, kesiapan produksi, serta pengembangan sarana yang sesuai dengan karakter layanan di Indonesia.

Bobby juga menilai model keterhubungan antara operator dan produsen telah diterapkan di sejumlah negara dengan industri kereta api maju karena mampu menyelaraskan proyeksi kebutuhan sarana, pengembangan teknologi, standardisasi produk, dan kapasitas produksi jangka panjang.

“KAI sangat mendukung integrasi ini karena dampaknya berkaitan langsung dengan layanan masa depan. Semakin kuat industri manufaktur nasional, semakin besar kemampuan kita menyediakan sarana yang aman, andal, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Data KAI menunjukkan jumlah pelanggan KAI Group pada Semester I 2026 mencapai 258,99 juta pelanggan atau meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan mobilitas tersebut dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas sarana guna menjaga keselamatan, keandalan, dan kenyamanan layanan.

Sementara itu, Direktur Utama PT INKA (Persero) Bambang Jatmika menyebut kick-off tersebut menjadi tonggak penting dari rencana integrasi yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir.

“Integrasi ini menjadi bagian dari cita-cita membangun industri kereta api nasional yang kuat. KAI dan INKA memiliki peran yang saling berkaitan, mulai dari pemetaan kebutuhan sarana hingga produksi yang mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bambang.

Menurutnya, koordinasi yang semakin erat akan membantu kedua perusahaan menyelaraskan proyeksi kebutuhan, perencanaan produksi, jadwal pengujian, proses serah terima, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kualitas produk.

Integrasi KAI dan INKA diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri nasional dalam memenuhi kebutuhan sarana perkeretaapian secara lebih terencana sekaligus meningkatkan daya saing produk kereta api buatan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.(fahmi)

 

Baca Lainnya

KAI 81 Tahun, Perjalanan Tiket Kereta dari Loket hingga Access by KAI

14 September 2026 - 22:13 WIB

Jalan Sejajar Rel Ditargetkan Selesai Dibangun 2027, Simpang Volvo Pasar Minggu Ditutup

14 September 2026 - 14:15 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

12 September 2026 - 15:43 WIB

KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi

12 September 2026 - 07:14 WIB

Lawang Sewu Tarik 376 Ribu Pengunjung hingga Agustus 2026, Sejarah Kereta Api Jadi Daya Tarik

11 September 2026 - 21:59 WIB

Serukan Peningkatan Keselamatan Transportasi, Menhub Dudy Kumpulkan UPT se-Jawa Timur

11 September 2026 - 21:47 WIB

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Target Angkut hingga 80.000 Penumpang/Hari

11 September 2026 - 21:25 WIB

Angkutan Petikemas KAI Tumbuh 19,24 Persen, Tembus 3,9 Juta Ton hingga Agustus 2026

11 September 2026 - 05:06 WIB

Dari Lubuk Linggau hingga Ketapang, Kereta Api Menjadi Bagian dari Pertumbuhan Kota Sejak 159 Tahun Lalu

11 September 2026 - 01:06 WIB

Kebutuhan Pembangunan LRT Jakarta Fase 2A Rp7,8 Triliun

10 September 2026 - 12:57 WIB

Trending di PERON