Wartatrans.com, KUDUS — Suasana duka dan doa lintas agama, mengiringi kedatangan jenazah tokoh pengusaha nasional sekaligus Chairman PT Djarum, Michael Bambang Hartono, di GOR Jati Kudus pada Minggu (22/3/2026) sekitar jam 20.30 WIB.
Michael Bambang Hartono wafat karena sakit di usia 86 tahun, pada Kamis (19/3/2026) di Singapura. Semasa hidup, almarhum tidak hanya dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, tetapi juga “bapak” bagi puluhan ribu buruh rokok dan warga sekitar.

Walau bertambah malam , ribuan karyawan PT Djarum dan masyarakat Kudus tampak memadati lokasi persemayaman. Mereka berdiri rapi, memberikan penghormatan saat peti jenazah memasuki ruangan.
Oleh pihak keluarga, Almarhum disemayamkan di GOR Jati mulai 22 hingga 24 Maret 2026. Keputusan diambil untuk memberi kesempatan bagi masyarakat, relasi bisnis, hingga karyawan yang ingin memberikan doa.

”Kami semua sangat kehilangan. Beliau bagian penting perjalanan hidup saya. Harapan saya, meski beliau sudah tidak ada, perusahaan tetap jaya dan kami para karyawan bisa terus sejahtera sesuai cita-cita beliau,” kata Ketua Pimpinan Unit Kerja SPSI RTMM PT Djarum Kudus, Ali Muslikin.
Bagi Ali dan ribuan karyawan lain, warisan Bambang Hartono bukan sekadar materi tapi juga sistem kekeluargaan yang kuat.
”Djarum itu seperti keluarga besar. Nilai-nilai yang beliau tanamkan sangat meresap ke akar rumput. Kami yakin, proses regenerasi telah disiapkan dengan matang sehingga kejayaan perusahaan akan terus berlanjut,” doa Ali.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris langsung melayat pada Minggu (22/3/2026). Mewakili Pemerintah, dirinya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Ia menilai almarhum bukan hanya sosok sukses di dunia bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat luas.
“Beliau bukan hanya kontributor lokal (Kudus) tapi juga nasional (Indonesia), tidak hanya di sektor industri, tapi juga kegiatan sosial, pendidikan, olahraga, budaya, sampai pemberdayaan masyarakat,” kenangnya.

Bupati Sam’ani menambahkan, nilai – nilai kerja keras, kepedulian, serta komitmen yang dilakukan Almarhum harus menjadi inspirasi lalu wajib dilanjutkan semua orang termasuk generasi muda.
Setelah tiga hari disemayamkan, rencananya jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026).
Selamat jalan Big Bos Bambang Hartono, jasadmu memang telah pergi namun dedikasi dan kontribusimu di dunia industri serta sosial budaya akan tetap hidup.*** (Slamet Widodo)

























