Menu

Mode Gelap
Film Black Coffee Angkat Perjuangan Tunanetra dan Budaya Gayo ke Layar Lebar ÇAKIR Masuk Indonesia, Turki Buka Jalan Produksi Rudal Jelajah Lokal KIP Dorong Keterbukaan Informasi Tak Sekadar Predikat Informatif Teken Kerja Sama, Pelindo & IKM Perkuat Arus Nikel Kendari KRL Rangkasbitung Kembali Normal, 10 Perjalanan Sempat Terlambat hingga 52 Menit Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, DAMRI Perkuat Konektivitas ke Sejumlah Wilayah di Jawa Barat

RAGAM

Warga Muhammadiyah Semarang Rayakan Lebaran 20 Maret 2026 dengan Tetap Menghormati Perbedaan

badge-check


 Warga Muhammadiyah Semarang Rayakan Lebaran 20 Maret 2026 dengan Tetap Menghormati Perbedaan Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang dan puluhan ribu jamaah menjalankan Salat Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini mengikuti maklumat resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Terpantau warga Semarang antusias memilih tempat salat Ied terdekat yang disediakan PDM. Contohnya warga Gayamsari di masjid Muqorobin, jalan Beruang Dalam Barat. Warga Ngaliyan – Wates di Masjid At-Taqwa serta warga Kelurahan Rejosari yang memilih lapangan Taman Lansia RW 2 sebagai tempat salat Ied.

Puluhan lokasi lainnya tersebar di berbagai kecamatan se Kota Semarang yang meliputi lapangan terbuka, halaman sekolah, hingga pelataran masjid. Pantauan Wartatrans.com, tidak hanya PDM Semarang tapi semua pengurus di Jawa Tengah menyediakan tempat salat Ied.

Panitia di setiap tingkat cabang juga menyiapkan area parkir jamaah. Pada semua kegiatan ini, pihak Muhammadiyah selalu menjalin koordinasi intensif dengan jajaran pejabat terkait dan aparat kepolisian setempat.

“Kami sudah berkoordinasi secara penuh dengan Pemangku Jabatan Terkait, Polrestabes, serta Polsek setempat. Tujuannya agar ibadah berjalan lancar dan kenyamanan masyarakat juga terjaga dengan baik,” ungkap Ketua PDM Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi M. Ag.

Terkait terjadinya perayaan lebaran 2026 pada hari lain, dirinya menghimbau warga tetap tenang. Fachrur Rozi meminta warga Muhammadiyah selalu mengedepankan toleransi beragama dengan selalu menghormati perbedaan yang terjadi.

“Perbedaan jatuhnya 1 Syawal adalah rahmat sekaligus bukti kekayaan pemikiran umat Islam. Oleh karena itu, warga Muhammadiyah harus menjadi pelopor toleransi sosial,” ujarnya.

Selaku pimpinan, dia mempersilakan warganya merayakan Idul Fitri pada hari Jumat (30/3/2026) tetapi wajib menghormati saudara muslim lainnya yang masih menjalankan ibadah puasa. Intinya tidak berlebihan dalam merayakan hari kemenangan.

“Pada akhirnya, kerukunan warga di mana pun berada menjadi prioritas utama di atas segala perbedaan,” harap Fachrur Rozi.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KIP Dorong Keterbukaan Informasi Tak Sekadar Predikat Informatif

28 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Teken Kerja Sama, Pelindo & IKM Perkuat Arus Nikel Kendari

28 Agustus 2026 - 05:44 WIB

Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, DAMRI Perkuat Konektivitas ke Sejumlah Wilayah di Jawa Barat

27 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Masyarakat Bepergian Melonjak, DAMRI Layani Puluhan Ribu Pelanggan pada Libur Panjang Bulan Agustus 2026

27 Agustus 2026 - 22:28 WIB

⁠Pelindo dan BNN Bekali Pelajar Pengetahuan tentang Bahaya Narkoba

27 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Ketua Fraksi PKS DPRD Depok: Depok Darurat LGBT

27 Agustus 2026 - 17:51 WIB

DDII Kota Depok Mendukung Gerakan Dakwah di Parlemen Depok

27 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia  Kota Depok Lakukan Silaturahmi Dakwah ke Sekretaris Fraksi PKS dan Anggota DPRD Kota Depok

27 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Cegah Penyalahgunaan Disduk Capil Garut Musnahkan Blanko KTP-el Yang Rusak 

27 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026

27 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Trending di RAGAM